Upaya Guru Dalam Melaksanakan Kegiatan Literasi Sekolah

Upaya Guru Dalam Melaksanakan Kegiatan Literasi Sekolah

Literasi Informasi adalah kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi masalah, mengetahui informasi yang dibutuhkan, menentukan, mengevaluasi serta menggunakan informasi yang tepat secara efektif. Dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, Untuk itu, Literasi informasi ditawarkan kepada pengguna perpustakaan/pemustaka agar dapat mengetahui dengan lebih baik bagaimana mencari informasi yang disediakan, memilah informasi dari koleksi perpustakaan, fasilitas, layanan dan kemudian membuat mereka menjadi lebih mandiri setelahnya. Literasi Informasi ini juga dapat membantu dalam pembelajaran yang berkelanjutan life long learning dan bukan hanya menyelesaikan permasalahan akademis tapi lebih dari itu.

Topik dan fokus yang telah ditemukan inilah yang akan menggiring untuk masuk ke tahap berikutnya yaitu kata kunci. Dengan menggunakan kata kunci yang tepat maka akan diperoleh sumber informasi baik primer, sekunder maupun tersier dengan lebih mudah, tepat dan akurat.

Tips:

  1. Menuliskan apapun mengenai mata kuliah, subjek, tema yang selama ini didapatka selama 2 menit.
  2. Memilih salah satu yang sangat menarik/sangat disukai/sesuai minat.
  3. Memasukkannya ke dalam gambar sederhana
  4. Mengembangkan menjadi beberapa cabang sesuai dengan pemahaman.
  5. Mengambangkannya lagi mencari beberapa ranting.
  6. Menarik satu garis yang akan diteliti atau bahkan menjadikannya penelitian yang luas.
  7. Membuat rumusan masalahnya.
  8. Dilanjutkan dengan membuat hipotesis

Baca : Gerakan Literasi Program Utama Mendikbud, Untuk Meningkatkan Kualitas Isi Buku

Mencari/Menelusur Informasi

Untuk menemukan informasi melalui berbagai sumber informasi dengan tepat efektif dan efisien. Karena dengan semakin banyak informasi yang dapat diperoleh melalui internet, ketika menelusur informasi yang terjadi adalah informasi yang didapatkan terlalu banyak, tidak relevan, terlalu luas atau bahkan terlalu spesifik. Strategi menelusur informasi dengan tepat akan menghasilkan informasi sesuai dengan kebutuhan.

Mencari informasi melalui internet dengan tepat dan akurat dan dapat menjadi tujuan utama pada modul ini. Guru akan diajarkan bagaimana strategi mencari sumber informasi dengan operator boolean dan syntax. Contoh penggunaanya sebagai berikut:

  • Operator Boolean:
  1. Menggunakan tanda kutip “…” atau tanda kurung (..) untuk menjadikan kata kunci sebagai frase.
  2. Menggunakan and untuk menambahkan informasi berdasarkan kata pertama dengan kedua atau meliputi dua kata tersebut
  3. Menggunakan or untuk menggunakan salah satu dari kata pertama dan kata kedua.
  4. Menggunakan not untuk menjunjukkan tidak mengenai hal tersebut
  • Syntax
  1. Menggunakan intitle:……… untuk semua yang mengandung judul tersebut
  2. Menggunakan filetype untuk menentukan tipe file yang dimaksudkan
  3. Menggunakan site: untuk menentukan website apa yang kita tuju

Proses mencari/menelusur informasi ini juga dapat dievaluasi secara langsung sebelum memanfaatkan informasi yang sudah diperoleh. Evaluasi dengan mempertimbangkan:

  • Kepengarangan (Authorship), mengecek kredibilitas dari dari pengarang atau organisasi dari karya yang akan dibaca.
  • Kesesuaian (Relevance), kesesuaian dibutuhkan untuk mengetahui tingkat relevansi dengan topik yang akan ditulis. Meskipun informasi memiliki kualitas sangat baik tetapi tidak relevan dengan rencana tulisan yang akan dibuat tetap tidak dikategorikan relevan.
  • Kekinian (Currency), kekinian sangat dibutuhkan untuk lebih mengetahui perkembangan satu ilmu. Ini penting karena dengan melihat kekinian maka satu ilmu akan diketahui seberapa jauh tingkat perkembangannnya.

Baca : Implementasi Gerakan Literasi Sekolah

Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah

Pelaksanaan kegiatan GLS yang dilakukan ini yaitu dimulai dari 13.05-13.20 setiap Senin-Kamis dan pelaksanaanya pun melalui tiga tahap, yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, yang diuraikan sebagai berikut:

Tahap Pembiasaan

Pada tahap pembiasaan ini guru memastikan para siswa untuk melaksanakan kegiatan membaca 15 menit. Dan waktu untuk pelaksanaan gerakan literasi dilakukan yaitu pukul 13.05 sampai 13.20 yaitu pelaksanaaya dari hari Senin-Kamis.

Tahap Pengembangan

Pada tahap pengembangan ini peseta didik didorong untuk menunjukan keterlibatan pikiran dan emosinya dengan proses membaca melalui kegiatan produktif secara lisan maupun tulisan. Dimana berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dilihat pada tahap pengemanbangan ini siswa diasah untuk menanggapi bacaan yang telah mereka baca baik secara lisan maupun tulisan. Serta mengasah kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis.

Tahap Pembelajaran

Pada tahap pembelajaran ini kegiatanliterasisekolahmengembangankan kemampuan memahmi teks dengan pengalaman pribadisehingga terbentuk pribadipembelajar sepanjang hayat.

Baca : Mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Melaksanakan Kegiatan Literasi Sekolah

Menurut Tim Penyusun Departemen Pendidikan Nasional (2008:1787), “upaya adalah usaha, akal atau ikhtiar untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dan sebagainyaDari hasil penelitian yang dilakukan di Sekolah ada beberapa upaya yang dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan literasi sekolah upayanya antara lain:

Mengadakan Lomba Literasi

Mengadakan lomba gerakan literasi sekolah merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh guru pengadaan lomba literasi ini diadakan semua kelas wajib mengikuti lomba literasi

Menggunakan Metode Menyampul Buku

Menggunakan sampul dari koran atau kertas sampul ini merupakan metode yang dilakkan agar pelaksanaan gerakan literasi sekolah tetap berjalan dengan sesuai pelaksanaan untuk meningkatkan minat siswa menjaga buku dan merawat buku sebagai langkah awal cinta terhadap minat baca peserta didik.

Membuat Pojok Literasi.

Selanjutnya hal yang telah dilakukan guru di sekolah untuk melaksanakana kegiatan gerakan literasi sekolah yaitu dengan membuat pojok literasi. Pojok literasi adalah semacam pustaka kecil untuk menyimpan sumber literasi yang dapat digunakan pada saat gerakan literasi sekolah pojok literasi ini bahaan bacaanya dibawa sendiri dan masing-masing dari rumahnya sendiri

Memberikan Nilai Tambahan

Selanjutnya ada lagi upaya yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan literasi dengan mensosialisasikan kepada siswa, bahwa siswa yang mengikuti kegiatan dengan baik akan mendapatkan nilai tambah.

 

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *