Konsep Pelaksanaan Tes Bakat dan Minat

Konsep Pelaksanaan Tes Bakat dan Minat

Tes Bakat dan minat ini diharapkan mampu menjadi sebuah alat tes yang dapat dilaksanakan kepada setiap peserta didik. Alat tes ini mampu menggambarkan hasil yang cukup membantu bagi peserta didik, serta bagi pengampu mata pelajaran untuk sama-sama mengembangkan bakat dan minat. Mengetahui bakat dan minat dapat membantu keberhasilan peserta didik untuk menggapai harapan dan cita-citanya sesuai dengan bakat dan minatnya.

Sejalan dengan hal tersebut, bagian yang tidak kalah pentingnya yaitu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Mengetahui bakat dan minat yang ada pada peserta didik merupakan awal pengembangan yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Tanpa pengembangan yang didukung oleh sarana dan prasarana yang baik dan menunjang, maka sinergitas antara bakat dan minat yang dimiliki siswa sulit untuk dapat berkembang secara optimal.

Pengertian Alat Tes Bakat dan Minat

  • Pengertian Alat Tes Bakat

Bakat dapat dijelaskan sebagai kondisi atau serangkaian karakteristik yang dipersepsikan sebagai indikasi kemampuan individu dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan atau serangkaian respon dengan melalui latihan. Jadi, bakat merupakan hasil interaksi antara faktor bawaan dengan faktor lingkungan.

Bakat ini sebagai sifat atau kemampuan potensial yang ada dalam diri individu dan dapat berkembang apabila mendapatkan stimulasi yang tepat. Mengetahui bakat seseorang adalah penting untuk meningkatkan potensi diri yang dimilikinya. Untuk itu perlu ada tes bakat yang disiapkan untuk mencapai tujuan pengembangan potensi individu

Tes Bakat berfokus dalam mengukur kemampuan yang lebih spesifik namun juga dapat memberikan informasi kemampuan lainnya yang sifatnya beragam. Tes bakat mengukur tingkah laku yang secara diagnosis dapat memprediksi perilaku lainnya di masa yang akan datang secara komprehensif. Fungsi tes bakat dapat digunakan untuk meramalkan kinerja seseorang dikemudian hari. Kemampuan spesifik ini diperoleh dari hasil pengalaman dan proses belajar individu yang diukur melalui tes.

Menurut Guilford, bakat memiliki tiga dimensi. Dimensi pertama yaitu dimensi perseptual yang merupakan kemampuan dalam melakukan persepsi atau kepekaan pancaindera yang berhubungan dengan kepekaan penglihatan, pendengaran, dan kinestesi. Dimensi kedua yaitu dimensi psikomotor yang meliputi 6 faktor yaitu kekuatan, impuls, kecepatan gerak atau ketepatan, ketelitian (dinamis maupun statis), koordinasi dan keluwesan atau fleksibilitas. Dimensi yang ketiga yaitu dimensi Intelektual yang meliputi faktor ingatan dan faktor berpikir atau kognisi, produksi (divergen dan kovergen), dan evaluasi.

Sedangkan menurut Thurstone, kemampuan mental individu memiliki beberapa dimensi seperti berikut ini:

  1. Verbal (V): pemahaman akan hubungan kata, kosa kata, dan penguasaan komunikasi lisan.
  2. Number (N): kecermatan & kecepatan dalam penggunaan fungsi-fungsi hitung dasar.
  3. Spatial (S): kemampuan mengenali berbagai hubungan dalam bentuk visual.
  4. Word Fluency (W): kemampuan mencermati dengan cepat kata-kata tertentu.
  5. Memory (M): kemamp mengingat gambar, pesan, angka, kata-kata, & bentuk pola-pola.
  6. Reasoning (R): kemampuan mengambil kesimpulan.

Alat tes bakat ini merupakan rangkaian dari beberapa subtes yang akan disajikan dalam beberapa bentuk persoalan. Dalam beberapa subtes mewakili variabel yang hendak diukur, di bawah ini merupakan subtes yang disajikan untuk mengukur bakat seseorang.

  1. Tes Penalaran Visual. Tes Ini adalah salah satu tes yang paling dekat dalam mengukur kecerdasan alami atau bawaan yaitu kecerdasan yang di dapat saat kita dilahirkan.
  2. Tes Penalaran Numerik. Tes ini mengukur potensi matematika dengan cara memahami hubungan antara angka dan mendeteksi pola.
  3. Tes Analisa Verbal. Tes ini mengukur keterampilan analisis kata dengan menyelidiki, menimbang petunjuk dan membuat kesimpulan yang masuk akal dari fakta-fakta yang diberikan.
  4. Tes PenalaranUrutan. Tes ini mengukur kemampuan penalaran secara kualitatif dengan menggunakan urutan gambar untuk mendeteksi komponen yang hilang.
  5. Tes Pengenalan Spasial. Tes ini mengukur kemampuan untuk mendeteksi, potensi diri dalam memahami masalah abstrak serta yang sering berhubungan dengan seni dan desain.
  6. Tes Tiga Dimensi. Tes ini mengukur kemampuan individu untuk melihat sesuatu secara lebih luas untuk melihat indikator potensi kreatif
  7. Tes Sistematisasi. Tes ini mengukur kemampuan untuk menganalisa dan kemampuan untuk mengorganisasi dengan memahami symbol dan ruang.
  8. Tes Kosa Kata. Tes ini mengukur kecerdasan dalam memilih dan mengekspresikan diri melalui penggunaan kata-kata, mengingat kata-kata, bentuk konsep serta ekspresi informasi serta ide-ide yang abstrak.
  9. Tes Figural Angka. Tes ini mengukur kemampuan Individu dalam aritmatika pada situasi sehari-hari.

 

  • Pengertian Tes Inventori Minat

Tes Inventori minat merupakan suatu alat tes yang berusaha untuk mengukur minat seseorang terhadap suatu hal tertentu. Menurut Asher (1953) mengartikan minat dalam dua hal, yang pertama adalah sebagai kondisi psikologis yang ditandai dengan pemusatan perhatian terhadap masalah atau aktivitas tertentu, atau sebagai kecenderungan untuk memahami suatu pengalaman yang akan diulang. Kemudian yang kedua mengartikan minat sebagai suatu rasa senang yang dihasilkan dari adanya perhatian khusus terhadap suatu aktivitas tertentu.

Whiterington (1988) mendefinisikan minat sebagai suatu kesediaan individu terhadap suatu obyek, individu, hal, atau situasi yang berhubungan dengan dirinya. Crow & Crow (1973) mengartikan minat sebagai kekuatan pendorong yang menyebabkan individu memberikan perhatian terhadap obyek yang bisa merupakan individu, situasi, maupun aktivitas tertentu.

Tujuan Alat Tes Bakat dan Minat

  • Tujuan Alat Tes Bakat

Tujuan alat tes bakat terbagi dalam beberapa penjelasan di bawah ini, penjelasan tujuan tes bakat yaitu sebagai berikut:

  1. Individu dapat membedakan lebih jauh bakat yang dimiliki dan diinginkannya. Individu dapat mengambil keputusan untuk memilih bakatnya dengan tepat sesuai dengan minatnya.
  2. Dalam kerangka institusional yaitu terkait dengan pengambilan keputusan secara makro. Contoh dari keputusan institusional adalah penerimaan peserta didik masuk suatu jenjang pendidikan dan seleksi perusahaan.
  3. Guru dapat lebih mudah mengembangkan bakat peserta didik yang sudah dikelompokkan berdasarkan bakatnya. Pengelompokan dapat sesuai dengan bakat yang sudah didapat dari hasil tes tersebut sehingga mempermudah dalam proses mengembangkannya.

 

  • Tujuan Tes minat

Ada beberapa tujuan alat inventori minat, dalam hal ini terbagi menjadi beberapa bidang yaitu dalam hal karir, pekerjaan dan penjurusan. Beberapa hal tersebut dijelaskan sebagai berikut:

  1. Konseling karir, pengukuran bakat dan minat dapat membantu tim rekrutmen perusahaan. Untuk menempatkan individu sesuai dengan kemampuan dan ketertarikan pada suatu bidang pekerjaan.
  2. Konseling pekerjaan, konselor pekerjaan dapat membantu mengindentifikasi permasalahan. Yang muncul dari karyawan terkait dengan efektivitas bekerja dari sesuai atau tidak sesuainya minat karyawan.
  3. Dalam tes ini dikhususkan untuk melihat minat siswa dan siswi untuk memilih kejuruan yang sesuai. Mengetahui bakat dan minat siswa dapat membantu siswa dalam mencapai prestasi yang maksimal dan optimal.

 

Manfaat Tes Bakat dan Tes Inventori Minat

  1. Tes bakat dan minat memiliki beberapa manfaat, beberapa manfaat dari tes bakat dan minat akan dijelaskan sebagai berikut:
  2. Manfaat tes bakat yaitu untuk mengukur kemampuan yang lebih spesifik dan memberikan informasi kemampuan lainnya yang sifatnya beragam. Tes bakat mengukur tingkah laku yang secara diagnosis dapat memprediksi perilaku lainnya dimasa yang akan datang secara komprehensif.
  3. Tes bakat bermanfaat untuk dapat digunakan dalam meramalkan kinerja seseorang dikemudian hari. Tes bakat ini dapat bermanfaat dalam hal pemilihan kejuruan di sekolah, pekerjaan, dan karir.
  4. Manfaat inventori minat yaitu mengetahui minat seseorang berdasarkan keinginan dan kemampuannya yang sesuai. Mengetahui minat seseorang dapat membantu dalam suksesnya seseorang untuk menggapai cita-cita dan karir. Yang seseuai dengan apa yang diharapkan dan diinginkannya.

Baca : Pengembangan Bakat Keahlian dan Minat Peserta Didik Berkemajuan

 

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *