Teori Belajar Konstruktivisme

Teori Belajar Konstruktivisme

Pengantar tentang Teori Belajar Konstruktivisme

Teori Belajar Konstruktivisme adalah sebuah filosofi pembelajaran yang dilandasi premis bahwa dengan merefleksikan pengalaman, kita membangun, mengkonstruksi pengetahuan pemahaman kita tentang dunia tempat kita hidup. Konstruktivisme melandasi pemikiran bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang given dari alam karena hasil kontak manusia dengan alam, tetapi pengetahuan merupakan hasl konstruksi (bentukan) aktif manusia sendiri. Pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan atau realitas. Pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang membentuk skme, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Menurut paham konstruktivisme, pengetahuan merupakan hasil bentukan sendiri, oleh karenanya tidak ada transfer pengetahuan dari seorang ke orang lain, sebab setiap orang membangun pengetahuannya sendiri. Bahkan bila guru ingin memberikan pengetahuan kepada siswa, maka pemberian itu diinterpretasikan dan dikonstruksikan oleh siswa sendiri melalui pengalamannya. Kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk mengkontruksi pengetahuan antara lain (1) mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman, (2) membandingkan, (3) mengambil keputusan mengenai persamaan dan perbedaan, (4) untuk lebih menyukai pengalaman yang satu dari pada yang lainnya. Tujuan pembelajaran adalah bagaimana setiap individu mengkonstruksi makna, tidak sekedar mengingat jawaban apa yang benar dan menolak milik orang lain. Teori Belajar Konstruktivisme Asumsi-asumsi dasar dari konstruktivisme seperti yang diungkapkan oleh Merril (1991) adalah sebagai berikut: (a) Pengetahuan dikonstruksikan melalui pengalaman (b) Belajar adalah penafsiran personal tentang dunia nyata (c) Belajar adalah sebuah proses aktif di mana makna dikemukakan berlandaskan pengalaman (d) Pertumbuhan konseptual berasal dari negosiasi makna, saling berbagi tentang perspektif ganda dan pengubahan representasi mental melalui pembelajaran kooperatif. (e) Belajar dapat ditugaskan dalam setting nyata, ujian dapat diintergrasikan dengan tugas-tugas dan tidak merupakan aktivitas terpisah. Prinsip-prinsip melaksanakan konstruktivisme : a) Pembelajaran harus dimulai dengan isu-isu yang mengakomodasi siswa untuk secara aktif mengkonstruk makna karena belajar merupakan pencarian makna. b) Proses pembelajaran berfokus terutama pada konsep-konsep primer, bukan kepada fakta-fakta yang terpisah. Pemaknaan memerlukan pemahaman bahwa keseluruhan sama pentingnya dengan bagian-bagiannya. c) Guru harus memahami model-model mental yang dipergunakan siswa terkait bagaimana cara pandang mereka tentang dunia serta asumsi-asumsi yang disusun yang menunjang model mental tersebut supaya dapat mengajar dengan baik. Teori Belajar Konstruktivisme

Hasil Pemikiran para ahli Teori Belajar Konstruktivisme

a) Teori Konstruktivisme Piaget Teori Piaget berlandaskan gagasan bahwa perkembangan anak bermakna membangun struktur kognitifnya atau peta mentalnya yang diistilahkan :schema/skema (jamak = schemata/skemata), atau konsep jejaring untuk memahami dan menanggapi pengelaman fisik dalam lingkungan sekelilingnya. Menurut teori skema, seluruh pengetahuan diorganisasikan menjadi unit-unit, di dalam unit-unit pengetahuan ini, atau skemata disimpanlah informasi. Sehingga skema dapat dimaknai sebagai suatu deskripsi umum atau sistem konseptual untuk memahami pengetahua tentang bagaimana pengetahuan itu dinyatakan atau tentang bagaimana pengetahuan diterapkan. Dalam upaya implementasi teori belajar konstruktivisme, Tyler (1996) mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan rancangan pembelajaran, antara lain : a) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasan dalam bahasanya sendiri b) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif c) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru d) Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa e) Mendorong siswa untuk memeikirkan perubahan gagasan mereka f) Mendorong lingkungan belajar yang kondusif. b). Teori Konstruktivisme Sosial dari Vygotsky Pembelajaran kognisi sosial meyakini bahwa kebudayaan merupakan penentu utama bagi pengembangan individu. Manusia merupakan satu-satunya spesies yang memiliki kebudayaan hasil rekayasa sendiri, dan anak manusia berkembang dalam konteks kebudayaannya sendiri. Oleh karenanya perkembangan pembelajarn anak dipengaruhi oleh kebudayaannya termasuk budaya dari lingkungan keluarganya. Berikut ini beberapa kunci teori konstruktivisme sosial, antara lain : Teori Belajar Konstruktivisme a) Siswa sebagai individu yang unik Konstruksivisme sosial berpadangan bahwa pembelajar merupakan individu yang unik dengan kebutuhan dan latar belakang yang unik pula. Konstruksivisme sosial tidak hanya memperkenalkan keunikan dan kompleksitas pembelajar tetapi secara nyata mendorong, memotivasi dan memberi penghargaan kepada siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran. b) Pembelajar yang dapat mengelola diri Peserta didik termotivasi untuk belajar karena dirinya sendiri, bukan karena motivasi eksternal di luar dirinya. c) Tanggungjawab Pembelajaran Konstruktivisme sosial berpandangan bahwa tanggungjawab belajar bertumpu pada siswa sehingga siswa harus aktif selama pembelajaran. d) Motivasi Pembelajaran Keseinambungan motivasi belajar secara kuat bergantung kepada kepercayaan siswa terhadap potensi belajarnya sendiri. Perasaan kompeten dan kepercayaan siswa dalam memecahkan masalah baru, diturunkan dari pengalaman langsung di dalam menguasai masalah pada masa lalu. e) Peran guru sebagai fasilitator Dalam pembelajaran, siswa berperan secara aktif dimana peran guru misalnya mengakomodasi adanya dialog yang continue dengan siswa, menyediakan bimbingan bagi siswa untuk sampai pada kesimpulannya sendiri. f) Belajar dengan mengajar (learning by teaching) Siswa dihadapkan pada situasi pembelajaran yang baru dan dilatih bersama-sama dengan rekan sekelasnya untuk saling mengajar pengetahuan baru, sehingga akan terjadi proses konstruksi pengetahuan secara kolektif.

Teori Belajar Konstruktivisme Pengertian Teori Belajar, Macam-macam Teori Belajar Teori Belajar Behaviorisme Teori Belajar Kognitivisme Teori Belajar Konstruktivisme Daftar pustaka Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta Djamarah. 2006. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta E. Mulyasa. (2009). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan.Bandung: Remaja Rosdakarya Blog Tips Info Tentang Pendidikan, Belajar Pembelajaran dan Ilmu Pengetahuan! Label:asolihin28@yahoo.com Pendidikan Oemar Hamalik. (1993). Strategi Belajar Mengajar.Bandung: Mandar Maju. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendikbud No.103 Tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan Sanjaya. 2010.Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta :Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Suryabrata, Sumadi. 2001. Psikologi Pendidikan.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Suryosubroto. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah.Jakarta : PT Rineka Cipta. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Syaiful Sagala. 2005 . Konsep dan Makna Pembelajaran . Bandung: Penerbit Alfabeta

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *