Strategi Pendidikan SMK untuk Mencapai Sasaran Strategis

Strategi Pendidikan SMK untuk Mencapai Sasaran Strategis

Sasaran Strategis (SS) dan Tujuan Strategis (T) yang mendukung pencapaian agenda prioritas pembangunan (Nawacita) 6, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, adalah SS5 dan SS6 dari Tujuan 3 (T3): Peningkatan Akses PAUD, Dikdas, Dikmen, Dikmas, dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Dalam hal ini, SS5 mendorong pencapaian T3 melalui peningkatan kapasitas akses pendidikan menengah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dengan strategi pendidikan smk.
Dalam rangka meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, peningkatan kemampuan manusia dan Iptek untuk mendukung pengembangan klaster-klaster industri sangat diperlukan. Ketersediaan manusia yang terampil dan cerdas (skilled labor) merupakan modal utama untuk merintis terbangunnya proyek-proyek besar di setiap klaster industri. Untuk itu, perlu percepatan dan perluasan pembangunan SMK-SMK yang bersifat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Relevansi ini tentunya merupakan motivasi dalam pembangunan inovasi dan peningkatan penguasaan teknologi. Oleh karena itu, arah kebijakan dan strategi yang diperlukan untuk mendorong tercapainya sasaran strategis terkait peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikan menengah
adalah sebagai berikut:

1) meningkatkan akses pendidikan menengah, dengan menerapkan strategi (i) peningkatan ketersediaan SMK di kecamatan-kecamatan yang belum memiliki satuan pendidikan menengah, melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), penambahan Ruang Kelas Baru (RKB), dan ketersediaan SMK yang mendukung pembangunan bidang maritim, pertanian, parwisata,industri manufaktur serta ekonomi kreatif; (ii) penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi seluruh siswa SMK; (iii) pemihakan pada siswa SMK yang miskin untuk dapat melanjutkan ke pendidikan menengah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP); (iv) peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan SMK untuk mendorong orang tua menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan
yang lebih tinggi; dan (v) penguatan peran swasta dalam menyediakan layanan pendidikan SMK yang berkualitas;

2) pembangunan taman tekno dan taman sains di kabupaten dan kota yang berfungsi sebagai, (i) pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil (pasca panen), industri manufaktur, ekonomi kreatif, dan jasa-jasa lainnya yang telah dikaji oleh lembaga penelitian, swasta, perguruan tinggi untuk diterapkan dalam skala ekonomi; dan (ii) tempat pelatihan, pemagangan, pusat disseminasi teknologi,
dan pusat advokasi bisnis ke masyarakat luas;

3) menyelaraskan bidang studi/keahlian SMK dengan kegiatan ekonomi utama di kabupaten dan kota sesuai dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi melalui:
(i) pembenahan penjurusan SMK di tingkat kabupaten dan kota; (ii) pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan keunggulan komparatif daerah; (iii)
penerapan KKNI untuk semua bidang kejuruan di SMK; dan (iv) peningkatan proporsi siswa SMK yang dapat mengikuti program pemagangan di industri;

4) meningkatkan relevansi pendidikan kejuruan dengan kebutuhan dunia kerja untuk meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja, dengan cara (i) penguatan kecakapan akademik siswa SMK, seperti matematika, pemecahan
masalah dan bahasa untuk memenuhi kebutuhan industri yang mensyaratkan penguasaan keterampilan dasar; (ii) peningkatan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja; (iii) pemberian insentif baik finansial
maupun nonfinansial untuk mendorong industri dalam penyediaan fasilitas magang; serta (iv) pengembangan kurikulum yang diselaraskan dengan kebutuhan lapangan kerja berdasarkan masukan dari dunia usaha/dunia
industri.

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *