Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 Bahasa dan Sastra Jepang

Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 Bahasa dan Sastra Jepang

Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 Bahasa dan Sastra Jepang

Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 Bahasa dan Sastra Jepang untuk sma/smu/ma/smk, Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran Matematika untuk SMA kelas X, XI, XII yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/ bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Pembelajaranan Bahasa sastra Jepang di pendidikan menengahdiharapkan agar para lulusannya dapat berkomunikasi baik lisan maupun tulis dalam situasi formal ataupun informal dengan bahasa yang sederhana. Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 Bahasa dan Sastra Jepang

Kompetensi Setelah Mempelajari Bahasa dan Sastra Jepang di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah

Kompetensi Bahasa Jepang di SMA/MA yaitu:

                  X XI XII
Kompetensi berbahasa Jepang tingkat dasar yang memiliki kemampuan berkomunikasi lisan dan tulis sederhana (sesuai JF Standard A1).

Berdasarkan JF Standard A1 siswa diharapkan:

(1)    Dapat memahami kata atau frasa melalui  informasi, petunjuk, penjelasan yang mudah dan singkat pada situasi sehari-hari

(2)    Dapat mengambil garis besar mengenai ungkapan dasar pada situasi sehari-hari dengan bantuan media.

(3)    Dapat mengambil garis besar pada teks yang sangat singkat dan   sederhana jika diucapkan secara pelan-pelan dan berhadapan dengan lawan bicara.

Kompetensi berbahasa asing tingkat dasar yang memiliki kemampuan berkomunikasi lisan dan tulis kompleks (sesuai JF Standard A1)

Berdasarkan JF Standard A1 siswa diharapkan:

(1)  Dapat memahami kata atau frasa melalui  informasi, petunjuk, penjelasan yang mudah dan singkat pada situasi sehari-hari

(2)  Dapat mengambil garis besar mengenai ungkapan dasar pada situasi sehari-hari dengan bantuan media.

(3)  Dapat mengambil garis besar pada teks yang sangat singkat dan   sederhana

jika diucapkan secara pelan-pelan dan berhadapan dengan lawan bicara.

Kompetensi berbahasa asing tingkat dasar yang memiliki kemampuan berkomunikasi lisan dan tulis  lebih kompleks (sesuai JF Standard A1).

Berdasarkan JF Standard A1 siswa diharapkan:

(1)  Dapat memahami kata atau frasa melalui  informasi, petunjuk, penjelasan yang mudah dan singkat pada situasi sehari-hari

(2)  Dapat mengambil garis besar mengenai ungkapan dasar pada situasi sehari-hari dengan bantuan media.

(3)  Dapat mengambil garis besar pada teks yang sangat singkat dan   sederhana jika diucapkan secara pelan-pelan dan berhadapan dengan lawan bicara.

 

 

Kerangka Pengembangan Kurikulum Bahasa dan Sastra Jepang di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah

Mata pelajaran Bahasa Jepang diberikan di kelas X, XI dan XII sebagai program peminatan atau lintas minat.

Kerangka Pengembangan Kurikulum Bahasa Jepangtingkat SMA/MA mengikuti elemen pengorganisasian Kompetensi Dasar yaitu Kompetensi Inti. Kompetensi Inti yaitu:

 

Kelas X Kelas XI Kelas XII
KI 3.

Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 3.

Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 3.

Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4.

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KI 4.

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KI 4.

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

 

Pengembangan Kompetensi Dasar (KD) tidak dibatasi oleh rumusan Kompetensi Inti (KI), tetapi disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran, kompetensi, lingkup materi, dan psiko-pedagogi.

 

Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

 

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Unsur-unsur dalam pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Jepang adalah sebagai berikut:

Pembelajaran bahasa asing menurut Richards & Rodgers (1986:36-9) dapat meliputi bagan di bawah ini, yang terdiri dari :

  • Tujuan; mengajarkan komando praktis menyimak, berbicara, membaca, menulis (empat keterampilan berbahasa)
  • Silabus; silabus struktural dan daftar kata kegiatan demontrasi, repetisi, substitusi, memberi responsi, partisipasi aktif
  • Peranan Pembelajar; menyimak, mengulangi, memberi responsi, berpartisipasi aktif
  • Peranan Pengajar; menata waktu, menata praktek lisan, merevisi, mengadakan penyesuaian, menguji, mengembangkan kegiatan bahasa
  • Peranan materi pengajaran; sebagai sarana pembantu dan penunjang proses belajar-mengajar

Ruang Lingkup Bahasa dan Sastra Jepang Pendidikan Menengah :

Mata Pelajaran Bahasa Jepang terdiri atas bahan yang berupa tindak tutur dalam bentuk lisan dan tulis, teks khusus, teks deskriptif  terkait memperkenalkan diri, benda, orang dan binatang di lingkungan sekolah, rumah dan tempat tinggal, kegiatan sehari-hari, kegiatan waktu senggang,  perjalanan/wisata

 

Peta Materi Bahasa dan Sastra Jepang

 

Kelas X Kelas XI Kelas XII
1.        Menentukan identitas diri dan kehidupan sekolah.

2.        Menunjukkan ungkapan memberi dan meminta informasi terkait dengan memperkenalkan diri dan identitas diri.

3.        Menentukaninformasi berkenaan dengan memberi dan meminta informasi terkait tanggal,  bulan, dan tahun.

4.        Menjelaskan paparan tentang keluarga, karakter dan hal-hal yang disukai.

5.        Menunjukkan ungkapan yang menyatakan kemampuan.

6.        Menjelaskankehidupan sekolah

1.        Menggambarkan  lingkungan  rumah.

2.        Memilih  kegiatan pariwisata.

3.        Menjelaskan tindak tutur yang mendeskripsikan kehidupan sehari-hari.

 

1.         Menentukan kegemaran.

2.         Menunjukkan kegiatan di waktu senggang

 

Pembelajaran dan Penilaian

  1. Pembelajaran

Pembelajaran bahasa Jepang di sekolah dilakukan menggunakan pendekatan saintifik yang mengutamakan keaktifan peserta didik sebagai pusat kegiatan pembelajaran dengan model-model pembelajaran seperti Discovery Learning, Project Based Learning, Problem Solved Learning dan Inquiry Learning.

Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran bahasa Jepang pada era abad 21 merupakan suatu keniscayaan. Peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran bahasa Jepang harus mampu memanfaatkan teknologi informasi yang relevan dalam lingkup pendidikan Bahasa Jepang dalam merancang, mengelola, memfasilitasi, mengevaluasi kelayakan dan supervisi serta pembinaan berkelanjutan dalam implementasi praksis pendidikan bahasa Jepang. Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 Bahasa dan Sastra Jepang

Penilaian

Penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran bahasa Jepang mencakup penilaian sikap, pengetahuan serta keterampilan.

Penilaian Pengetahuan berbentuk tes tulis atau tes lisan

Penilaian Ketrampilan berbentuk Presentasi unjuk kerja (Projek, Produk, Portofolio)

Penilaian sikap berupa observasi berupa pengamatan terhadap perilaku belajar sehari-hari, interaksi antar teman  penilaian diri serta dengan penilaian jurnal.

Penilaian sikap digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut sesuai dengan kondisi dan karakteristik peserta didik.

Kontekstual pembelajaran sesuai dengan Keunggulan dan Kebutuhan Daerah serta Kebutuhan Peserta Didik

Kegiatan Pembelajaran pada silabus ini dapat disesuaikan dan diperkaya dengan konteks daerah atau sekolah, serta konteks global untuk mencapai kualitas optimal hasil belajar pada peserta didik terhadap Kompetensi Dasar. Kontekstualisasi pembelajaran tersebut agar peserta didik tetap berada pada budayanya, mengenal dan mencintai alam dan sosial di sekitarnya, dengan perspektif global sekaligus menjadi pewaris bangsa sehingga akan menjadi generasi tangguh dan berbudaya Indonesia.

Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2103 juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber belajar. Pemanfaatan TIK mendorong peserta didik dalam mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Bahasa Indonesia.

Pembelajaran Bahasa Indonesia memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti buku teks yang tersedia dalam bentuk buku guru dan buku siswa. Sesuai dengan Karakteristik Kurikulum 2013, buku teks bukan satu-satunya sumber belajar. Guru dapat menggunakan buku pengayaan atau referensi lainnya dan mengembangkan bahan ajar sendiri seperti LKS (Lembar Kerja Siswa). Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, LKS bukan hanya kumpulan soal.  Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 Bahasa dan Sastra Jepang

 

Untuk mengunduh Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 Bahasa dan Sastra Jepang untuk SMA/MA/SMK/MAK (silahkan klik download)

Baca Juga Silabus sma kurikulum 2013 revisi 2016 mata pelajaran yang lain

Postingan Terkait :

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *