Sifat Guru Frustasi Menurut Para Ahli

Sifat Guru Frustasi Menurut Para Ahli
Sifat Guru Frustasi Menurut Para Ahli

Di banyak negara profesi guru sangat dihormati. Namun demikian, dari sisi pandang guru sendiri, penyandang profesi ini tidak luput dari belenggu permasalahan, karena mereka menghadapi aneka tantangan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Harris Interactive (2006), beberapa permasalahan yang dihadapi oleh sifat guru frustasi disajikan berikut ini.

Pertama, guru yang memandang tidak cukup waktu merencanakan pembelajaran sebanyak 65 persen.
Kedua, 2 dari 3 guru menyatakan bahwa gaji tidak sesuai dengan beban pekerjaan sebanyak 64 persen.
Ketiga, guru yang memandang bahwa membantu siswa secara indivi­dual sebagai salah satutan tangan berat sebanyak 60 persen.
Keempat, guru yang mempersepsi bahwa prestise profesional masih jauh dari harapan sebanyak 37 persen.
Kelima, guru yang memandang bahwa pelaksanaan pembelajaran di kelas merupakan tanangan berat sebanyak 34 persen.

Ini berarti bahwa masih ada guru yang belum secara sungguh-sungguh menjalankan tugas-tugas profesionalnya dalam suasana yang menyenangkan. Hal ini dapat mengundang frustrasi di kalangan siswa. Sebagaimana termuat dalam situs http://www.gladlywoulditeach.com. pada sebuah forum diskusi online untuk kelas bahasa Inggris terungkap ciri-ciri guru yang menyebab­kan frustrasi bagi siswanya. Berikut ini disajikan ciri-ciri guru yang menyebabkan siswanya frustasi akibat kinerja buruk guru ketika melaksanakan proses pembelajaran.

  1. Pandangan negatif terhadap kegiatan mengajar atau pekerjaan mereka. Siswa berulang kali menyampaikan gagasan bahwa guru-guru yang membenci pekerjaan mereka harus mencari pekerjaan lain.
  2. Sibuk bekerja dan kurangnya varietas dalam kegiatan kelas. Siswa meraa terganggu oleh tugas-tugas yang tidak membangun keterampilan atau pengetahuan baru bagi mereka.
  3. Siswa jengkel terhadap guru-guru yang meremehkan, menghina atau merendahkan mereka. Alih-alih mendukung mereka, siswa merasa bahwa beberapa guru memperlakukan mereka dengan cara merendahkan
  4. Kurangnya pengetahuan. Guru yang mengajar langsung dari buku memunculkan frustrasi siswa karena mereka sering tidak mampu menjawab pertanyaan secara lebih rinci dari apa yang diberikan dalam buku teks, juga tidak mengaitkan materi pelajaran dengan dunia nyata atau contoh-contoh di luar buku teks.
  5. Tidak mengenal banyak tentang siswanya. Menurut siswa, beberapa guru hanya membuat sedikit usaha untuk mengenal murid-murid mereka, tahu sedikit tentang apa yang siswa lakukan di luar kelas, dan hanya sebagian kecil guru yang melakukan usaha untuk mempelajari dan menganali nama-nama siswanya.
  6. Keengganan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa. Dalam beberapa kelas siswa menyela untuk mengajukan pertanyaan. Menurut siswa, beberapa guru meremehkan mereka. Sebagian guru menyatakan bahwa sesungguhnya pertanyaan itu sudah bisa dijawab oleh siswa sendiri. Sebagian siswa lainnya menyatakan bahwa guru tidak bisa menjawab pertanyaan dengan jelas. Hal ini tampaknya menjadi penyebab sampingan dari dua frustrasi lainnya: arogansi guru dan/atau kekurangan pengetahuan guru.
  7. Siswa melaporkan bahwa beberapa guru tidak peduli dengan siswa-siswa mereka, kelas mereka, atau kegiatan dalam kelas. Siswa sangat cepat menentukan bahwa jika guru tidak peduli tentang proses pembelajaran di kelas kelas, mereka seharusnya juga tidak peduli terhadap guru.

Di samping itu, sebagian siswa menyatakan bahwa guru-guru mereka kurang mengenali etika pekerjaan yang baik. Sebagian dari guru hanya membuat beberapa tanda di atas kertas kerja, sehingga siswa tidak tahu perbaikan apa yang harus dilakukan. Sikap sebagian sifat guru frustasi yang menunjukkan sikap pilih kasih juga memunculkan sifat guru frustrasi pada anak didik siswa. Meskipun siswa tidak kesulitan menjelaskan ciri-ciri guru mereka yang frustrasi, ternyata hampir semua siswa mengawali laporan mereka dengan mengekspresikan rasa hormat kepada guru dan menggarisbawahi bahwa sebagian besar dari guru mereka telah dipersiapkan dengan baik, peduli, berpengetahuan, dan seringkali inspirasional.

Baca Juga : Sifat Guru Sukses dan Berkontribusi Menurut Para Ahli

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*