Sesi 2 LK2 Peribahasa

sesi 2 lk2 peribahasa

Sesi 2 LK2 Peribahasa

Carilah sepuluh buah peribahasa beserta artinya dari website

No Peribahasa Arti Sumber Website
1      
2      
3      
4      
5      
6      
7      
8      
9      
10      

 

 

LK.2 Peribahasa

Carilah sepuluh buah peribahasa beserta artinya dari website

No Peribahasa Arti Sumber Website
1 Alu patah lesung hilang Mendertita kemalangan secara terus menerus http://www.blogmamen.com/2012/09/kumpulan-arti-peribahasaperumpamaan.html
2  Belum beranak sudah ditimang menganggap sudah menguasai sesuatu, tapi persyaratannya belum mencukupi http://www.blogmamen.com/2012/09/kumpulan-arti-peribahasaperumpamaan.html
3 Bagai pungguk merindukan bulan seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin http://syarifzeroseni.blogspot.co.id/2012/06/kumpulan-peribahasa-indonesia-beserta.html
4 Bagai Makan Buah Simalakama bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih http://syarifzeroseni.blogspot.co.id/2012/06/kumpulan-peribahasa-indonesia-beserta.html
5 Anak cantik, menantu molek Seseorang yang sedang dalam kebahagiaan atau mendapatkan keuntungan
yang sangat banyak
https://pantunseribu.blogspot.co.id/2014/09/peribahasa.html
6 Beranak tiada berbidan Seseorang yang kesusahan karena perbuatannya sendiri https://pantunseribu.blogspot.co.id/2014/09/peribahasa.html
7 Pandang anak pandang menantu Mencari menantu harus sepadan https://pantunseribu.blogspot.co.id/2014/09/peribahasa.html
8 Ada rotan ada duri Kesenangan ada tentu ada kesusahan http://www.maribelajarbk.web.id/2015/04/kumpulan-peribahasa-lengkap-dengan.html
9 Angan-angan menerawang langit Mengharapkan sesuatu yang tak mungkin terjadi http://www.blogmamen.com/2012/09/kumpulan-arti-peribahasaperumpamaan.html
10 Kemana angin deras bertiup, kesana pula condongnya Orang yang tidak mempunyai pendirian tetap http://www.blogmamen.com/2012/09/kumpulan-arti-peribahasaperumpamaan.html

Peribahasa atau pepatah adalah ayat atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan dasar dalam berperilaku. Jika peribahasa berupa ungkapan yang sangat baik, maka disebut dengan istilah aforisme

Kumpulan Peribahasa  Dan Artinya

1. Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. /Artinya/ :
Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan
bersenang-senang.
2. Tong kosong nyaring bunyinya. /Artinya/ : Orang yang bodoh biasanya
banyaknya cakapnya/ pembicaraannya.
3. Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang.
/Artinya/ : Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi
orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.
4. Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. /Artinya/ : Dimana
pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
5. Ada air ada ikan. /Artinya/ : Dimanapun kita tinggal,rezeki akan
selalu ada.
6. Ada asap ada api. /Artinya/ : Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu
kejadian / masalah pasti ada penyebabnya.
7. Ada gula ada semut. /Artinya/ : Dimana banyak kesenangan disitulah
banyak orang datang.
8. Ada harga ada rupa. /Artinya/ : Harga suatu barang tentu disesuaikan
dengan keadaan barang tersebut.
9. Ada pasang turun naik. /Artinya/ : Kehidupan di dunia ini tak ada
yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
10. Ada rotan ada duri. /Artinya /: Kesenangan tentu ada kesusahan.
11. Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. /Artinya/ :
Hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat
sedang susah.
12. Ada ubi ada talas,ada budi ada balas. /Artinya/ : Kejahatan dibalas
dengan kejahatan,kebikkan dibalas dengan kebaikan.
13. Ada udang di balik batu. /Artinya/ : Ada suatu maksud yang tersembunyi.
14. Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam. /Artinya/ :
Orang muda harus bersabar,dalam meraih cita-cita.
15. Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan kabut. /Artinya/ :
Meminta hendaknya kepada yang punya, bertanya hendaknya kepada yang
pandai.
16. Air beriak tanda tak dalam. /Artinya/ : Orang yang banyak bicara
biasanya tidak banyak ilmunya.
17. Air besar batu bersibak. /Artinya/ : Persaudaraan akan bercerai
berai apabila terjadi perselisihan.
18. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. /Artinya/ :
Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orang tuanya.
19. Air di cencang tiada putus. /Artinya/ : Persaudaraan tidak akan
putas karena hanya perselisihian kecil.
20. Air di daun keladi. /Artinya/ : Sukar di ajar atau dinasihati.
21. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam. /Artinya/ : Tidak
enak makan dan minum (biasanya karena terlalu bersedih/duka).
22. Air jernih ikannya jinak. /Artinya/ : Negeri yang serba teratur
dengan penduduknya yang serba baik,baik pula budi bahasanya.
23. Air pun ada pasang surutnya. /Artinya/ : Senang dan susah selalu
silih berganti.
24. Air susu dibalas dengan air tuba. /Artinya/ : Perbuatan baik dibalas
dengan perbuatan jahat.
25. Air tenang menghanyutkan. /Artinya/ : Orang yang kelihatannya
pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam
pikirannya.
26. Air yang tenang jangan disangka tiada berbuaya. /Artinya/ : Orang
pendiam jangan disangka tidak berani.
27. Alah bisa karena biasa. /Artinya/ : Segala kesukaran tak akan terasa
lagi bila sudah biasa.
28. Alang berjawab, tepuk berbatas. /Artinya/ : Perbuatan baik dibalas
dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan
kejahatan pula.
29. Anak bapak. /Artinya/ : Anak lelaki yang berani.
30. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui. /Artinya/ : Selalu
membereskan urusan orang lain tanpa mempedulikan urusan sendiri.
31. Angan – angan mengikat tubuh. /Artinya/ : Memikirkan yang
tidak-tidak akhirnya menderita sendiri.
32. Angin tidak dapat ditangkap, asap tidak dapat digenggam. /Artinya/ :
Sesuatu hal yang tidak dapat dirasakan.
33. Anjing menggonggong, khafilah berlalu. /Artinya /: Biarpun banyak
rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.
34. Api dalam sekam. /Artinya/ : Hal-hal tidak baik yang tidak tampak
dan bahkan semakin membahayakan.
35. Asam di darat, ikan di laut bertemu di belanga. /Artinya/ :
Laki-laki dan perempuan kalau sudah jodoh pasti akan bertemu juga.
36. Badan boleh dimiliki, hati jangan. /Artinya/ : Ungkapan bahwa orang
tersebut sudah memiliki kekasih, hatinya sudah ada yang memiliki.
Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas, namun
di dalam hati tetap menentang.
37. Bagai Makan Buah Simalakama. /Artinya/ : Bagai seseorang yang
dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.
38. Bagai air di daun talas. /Artinya /: Selalu berubah-ubah atau tidak
tetap pendiriannya.
39. Bagai anak ayam kehilangan induk. /Artinya/ : Bercerai berai karena
kehilangan tumpuan.
40. Bagai anjing beranak enam. /Artinya/ : Kurus sekali.
41. Bagai api dengan asap. /Artinya/ : Tidak dapat dipisahkan.
42. Bagai bara dalam sekam. /Artinya/ : Perbuatan jahat yang tak tampak.
43. Bagai bulan kesiangan. /Artinya/ : Pucat dan lesu.
44. Bagai di sayap dengan sembilu. /Artinya/ : Rasa hati yang sangat pedih.
45. Bagai duri dalam daging. /Artinya/ : Selalu terasa tidak
menyenangkan hati dan mengganggu pikiran.
46. Bagai itik pulang petang. /Artinya/ : Sangat lambat jalannya.
47. Bagai kacang lupa akan kulitnya. /Artinya/ : Tidak tahu diri, lupa
akan asalnya.
48. Bagai katak dalam tempurung. /Artinya/ : Sangat sedikit
pengetahuannya, kurang luas pandangannnya.
49. Bagai kebakaran janggut. /Artinya/ : Bingung tidak keruan.
50. Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau. /Artinya/ :
Hidup dalam kesukaran / kesengsaraan. 24.
51. Bagai kerbau dicocok hidung. /Artinya /: Menurut saja apa yang
menjadi keinginan orang.
52. Bagai mencincang air. /Artinya/ : Mengerjakan perbuatan yang sia-sia.
53. Bagai mendapat durian runtuh. /Artinya/ : Mendapat keuntungan yang
tidak disangka-sangka tanpa harus bersusah payah mendapatkannya.
54. Bagai menegakkan benang basah. /Artinya /: Melakukan pekerjaan yang
mustahil dapat dilaksanakan.
55. Bagai mentimun dengan durian. /Artinya/ : Orang yang lemah / miskin
melawan orang kaya / kuat.
56. Bagai menulis di atas air./Artinya /: Melakukan perkerjaan yang
sangat sukar atau membawa mustahil secara hasil.
57. Bagai musang berbulu ayam. /Artinya/ : Orang jahat bertingkah laku
sebagai orang baik.
58. Bagai musuh dalam selimut. /Artinya/ : Musuh dalam kalangan /
golongan sendiri.
59. Bagai pagar makan tanaman. /Artinya /: Orang yang merusak barang /
sesuatu yang diamanatkan kepadanya.
60. Bagai pinang dibelah dua. /Artinya /: Dua orang yang serupa benar.
61. Bagai pungguk merindukan bulan. /Artinya/ : Seseorang yang
membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin.
62. Bagai rambut di belah seribu. /Artinya /: Sedikit sekali.
63. Bagai rumah ditepi tebing. /Artinya/ : Selalu dalam kecemasan dan
ketakutan.
64. Bagai telur di ujung tanjuk./Artinya/ : Terancam bahaya.
65. Bagaikan abu di atas tanggul. /Artinya/ : Orang yang sedang berada
pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
66. Bagaikan air dengan minyak. /Artinya/ : Tak dapat bersatu.
67. Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
/Artinya /: Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
68. Bagaikan burung di dalam sangkar. /Artinya/ : Seseorang yang merasa
hidupnya dikekang.
69. Bagaimana ditanam begitulah dituai. /Artinya/ : Tiap-tiap orang ber
buat jahat,jahatlah balasannya,begitu sebaliknya.
70. Bahasa menunjukkan bangsa. /Artinya/ : Budi bahasa atau pangrai
serta tutr kata menunnjukkan sifat serta tabiatnya.
71. Bak ilmu padi, kian berisi kian runduk. /Artinya/ : Makin berilmu
tidak sombong.
72. Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya.
/Artinya/ : Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga
ikut terkena celaka.
73. Belum beranak sudah ditimang. /Artinya/ : Belum berhasil, tetapi
sudah bersenang-senang lebih dulu.
74. Belum bertaji hendak berkokok. /Artinya/ : Belum
berilmu/kaya/berkuasa sudah hendak menyombongkan diri.
75. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. /Artinya/ : Bersama-sama
dalam suka dan duka, baik buruk sama-sama ditanggung.
76. Bergantung pada akar lapuk. /Artinya/ : Mengharapkan bantuan dari
orang yang tidak mungkin memberikan bantuan.
77. Berguru ke padang datar, dapat rusa belang kaki. Berguru kepalang
ajar, bagai bunga kembang tak jadi. /Artinya/ : Belajar harus
sungguh-sungguh, jangan terputus di tengah jalan.
78. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi. /Artinya/ :
Belajarlah sungguh-sungguh jangan tanggung-tanggung(ragu-ragu).
79. Berjalan sampai kebatas, berlayar sampai kepulau. /Artinya/ : Kita
harus berusaha secara sungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan.
80. Bermain air basah,bermain api hangus. /Artinya/ : Setiap pekerjaan
atau usaha ada susahnya.
81. Bertepuk sebelah tangan . /Artinya/ : Kebaikan yang hanya dari satu
pihak.
82. Besar pasak daripada tiang. /Artinya/ : Besar pengeluaran daripada
pendapatan.
83. Biar lambat asal selamat,tak akan lari gunung dikejar. /Artinya/ :
Dalam mengerjakan suatu pekerjaan haruslah berhati-hati supaya selamat.
84. Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. /Artinya/ :
Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.
85. Biduk lalu kiambang bertaut. /Artinya/ : Lekas berbaik atau
berkumpul kembali. ( Seperti perselisihan antara sanak keluarga yang
kembali rukun ).
86. Bumi tidak selebar daun kelor. /Artinya/ : Dunia tidak sempit.
87. Cepat kaki ringan tangan. /Artinya/ : Suka menolong sesama umat.
88. Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan.
/Artinya/ : Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya.
89. Dalam lautan dapat diduga, dalam hati siapa tahu. /Artinya/ : Kita
tidak mengetahui isi hati orang lain.
90. Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah.
/Artinya/ : Daripada hidup menanggung malu lebih baik mati.
91. Daripada hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang.
/Artinya/ : Lebih baik mati daripada menanggung malu.
92. Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri
sendiri. /Artinya/ : Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri
sendiri.
93. Datang tampak muka, pulang tampak punggung. /Artinya/ : Datang dan
pergi hendaklah memberi tahu.
94. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. /Artinya/ : Kita
harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal yang
kita tempati.
95. Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai. /Artinya/ : Orang
yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.
96. Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa. /Artinya/ : Mau bekerja
dengan baik jika sudah mendapat teguran.
97. Digenggam takut mati, dilepas takut terbang. /Artinya/ : Serba salah
sama-sama merugikan.
98. Dimana lalang habis, disitu api padam./Artinya/ : Hidup dan mati
tidak dapat ditentukan, jika sudah saatnya pasti kita akan mati.
99. Ditindih yang berat, dililit yang panjang. /Artinya/ : Kemalangan
yang datang tanpa bisa dihindari.
100. Duduk sama rendah, tegak ( berdiri ) sama tinggi. /Artinya/ : sama
kedudukannya ( tingkatannya atau martabatnya ).
101. Elok basa akan kekal hidup, elok budi akan bekal mati. /Artinya/ :
Orang yang baik budi balasannya akan disayang orang selama hidup dan
setelah mati pun akan dikenang orang.
102. Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan. /Artinya/ : Sesuatu hal
haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu.
103. Esa hilang, dua terbilang. /Artinya/ : Berusaha terus dengan keras
hati hingga maksud tercapai.
104. Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.
/Artinya/ : Kesalahan / aib sendiri yang besar tidak tampak.
105. Gajah mati karena gadingnya. /Artinya/ : Orang yang mendapat
kecelakaan atau binasa karena keunggulannya / tabiatnya.
106. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,
manusia mati meninggalkan nama. /Artinya/ : Orang terkenal jika ia
mati dalam beberapa lama masih disebut-sebut orang namanya.
107. Gali lubang, tutup lubang. /Artinya/ : Berhutang untuk membayar
hutang yang lain.
108. Gayung bersambut, kata berjawab. Artinya : Menangkis serangan orang,
menjawab perkataan orang.
109. Gigi dengan lidah ada kalanya bergigit juga. /Artinya/ : Walau
persahabatan sangat akrab ada kalanya berselisih juga.
110. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. /Artinya/ : Kelakuan
orang bawahan selalu mencontoh kelakuan atasannya..
111. Habis manis sepah dibuang. /Artinya/ : Sesudah tidak berguna lagi
lalu dibuang / tidak dipedulikan lagi.
112. Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua. /Artinya/ :
Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang
sudah meninggal dunia.
113. Hangat-hangat tahi ayam. /Artinya/ : Kemauan yang tidak tetap.
114. Harapkan guntur di langit, air di tempayan dicurahkan. /Artinya/ :
Mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang sudah ada dilepaskan.
115. Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. /Artinya/ :
Keinginan atau cita-cita yang mustahil dapat dicapai.
116. Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan. /Artinya/ : Hawa
nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya
117. Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai. /Artinya/ : Orang yang
hidup hemat akan menjadi kaya, orang yang rajin belajar akan menjadi
pandai.
118. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah. /Artinya/ : Selama hidup
orang harus taat kepada adat kebiasaan dalam masyarakat.
119. Hidup segan mati pun tak mau. /Artinya/ : Hidup yang merana karena
terus menerus sakit.
120. Hujan emas di negeri orang, hujan batu dinegeri sendiri , baik juga
di negeri sendiri. /Artinya/ : Betapa senang dan bahagi di
perantauan , tentu lebih senag dan bahagia di negeri sendiri.
121. Ikhtiar menjalani, untung menyudahi. /Artinya /: Setiap orang harus
berusaha sebaik-baiknya, berhasil tidaknya terserah kepada tuhan.
122. Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia. /Artinya/
: Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu
tergesa-gesa.
123. Jauh di mata dekat di hati. /Artinya/ : Dua orang yang tetap merasa
dekat meski tinggal berjauhan.
124. Kalah jadi abu menang jadi arang. /Artinya/ : pertengkaran /
permusuhan akan merugikan kedua belah pihak ( sama-sama merugi ).
125. Jauh panggang dari api. /Artinya/ : Banyak bedanya, tidak kena,
tidak benar.
126. Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula,
lebih baik ditampar betul-betul. /Artinya/ : Setiap perbuatan jahat
itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil.
127. Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua. /Artinya/ :
Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.
128. Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang.
/Artinya/ : Jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai.
129. Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. /Artinya /: Jika tidak
bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.
130. Kalau tidak angin bertiup, tidak akan pohon bergoyang. /Artinya/ :
Sesuatu hal yang terjadi tentu ada penyebabnya.
131. Karena mata buta, karena hati mati. /Artinya/ : Menjadi celaka
karena terlalu menuruti hawa nafsunya.
132. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. /Artinya/ : Karena
kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang kebaikan yang telah
diperbuat.
133. Katak hendak jadi lembu. /Artinya/ : Orang hina / miskin / rendah
hendak menyamai orang besar / kaya; congkak; sombong.
134. Kecil-kecil cabai rawit. /Artinya/ : Kecil, tetapi cerdik /
pemberani / membahayakan.
135. Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lainan. Artinya : Setiap orang
berbeda pendapatnya.
136. Lain di mulut lain di hati. /Artinya/ : Yang dikatakan / diucapkan
berbeda dengan isi hatinya.
137. Lain dulang lain kaki,lain orang lain hati. /Artinya /: Setiap orang
punya pendapat, kehendak dan perasaan yang berbeda.
138. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. /Artinya/ :
Tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya.
139. Lancar kaji karena diulang, pasah jalan karena diturut. /Artinya/ :
Segala sesuatu harus dilakukan berulang ulang supaya paham.
140. Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. /Artinya/ :
Perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya
dipikirkan secara dalam-dalam.
141. Lempar batu sembunyi tangan. /Artinya /: Melakukan sesuatu, kemudian
berdiam diri seolah-olah tidak tahu menahu.
142. Lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya. /Artinya/ : Lepas
dari bahaya yang besar, jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi.
143. Lidah tak bertulang. /Artinya/ : Mudah saja mengatakan / menjanjikan
sesuatu, yang berat adalah melaksanakannya.
144. Lubuk akal tepian ilmu. /Artinya/ : Seseorang yang dikenal memiliki
banyak ilmu pengetahuan.
145. Luka sudah hilang parut tinggal juga. /Artinya /: Setiap
perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang
berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.
146. Makan hati berulam rasa. /Artinya/ : Menderita karena perbuatan
orang yang kita sayang.
147. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. /Artinya/ : Segala
sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.
148. Malu bertanya sesat di jalan. /Artinya/ : Kalau tidak mau berikhtiar
tidak akan mendapat kemajuan.
149. Membagi sama adil, memotong sama panjang. /Artinya/ : Jika membagi
maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.
150. Membelah dada melihat hati. /Artinya/ : Ungkapan untuk menyatakan
kesungguhan.
151. Menang jadi arang, kalah jadi abu. /Artinya/ : Kalah ataupun menang
sama-sama menderita.
152. Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. /Artinya/ : Menantikan
bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.
153. Menggantang asap. /Artinya/ : Melakukan perbuatan yang sia-sia.
154. Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata. /Artinya/
: Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya
masing-masing.
155. Menohok teman seiring dalam lipatan. /Artinya/ : Mencelakakan teman
sendiri.
156. Murah dimulut, mahal ditimbangan. /Artinya/ : Mudah sekali berjanji
tetapi tidak pernah menepati.
157. Musang berbulu ayam. /Artinya/ : Orang jahat bersikap seperti orang
baik.
158. Musuh dalam selimut. /Artinya/ : Musuh dalam kalangan / lingkungan
sendiri.
159. Nasi sudah menjadi bubur. /Artinya/ : Sudah terlajur, tidak dapat
diperbaiki atau diubah lagi.
160. Nasi tak dingin, pinggan tak retak. /Artinya/ : Orang selalu
mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.
161. Orang mau seribu daya, bukan seribu dali. /Artinya/ : Jika
menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan, jika tidak
menghendaki, pasti mencari alasan.
162. Pandai berminyak air. /Artinya/ : Pandai menyusun kata-kata untuk
mencapai maksudnya.
163. Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian. /Artinya/ : Kita bisa
melihat perangai seseorang melalui tutur katanya.
164. Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. /Artinya/ :
Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.
165. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. /Artinya/ : Seiya sekata
dalam semua keadaan.
166. Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul. /Artinya/ :
Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita
orang yang mengalaminya.
167. Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan. /Artinya/ :
Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.
168. Sehari selembar benar, setahun selembar kain. /Artinya/ : Suatu
pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan
membuahkan hasil yang baik.
169. Sekali air pasang, sekali tepian beranjak, Sekali air di dalam,
sekali pasir berubah. /Artinya/ : Setiap terjadi perubahan
pimpinannya, berubah pula aturannya.
170. Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera.
/Artinya/ : Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu,
tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.
171. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. /Artinya/ :
Sekali melakukan pekerjaan, beberapa maksud tercapai.
172. Seludang menolak mayang. /Artinya/ : Sebutan untuk orang sombong dan
melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya.
173. Seorang makan cempedak, semua kena getahnya. /Artinya/ : seorang
berbuat salah, semua dianggap salah juga.
174. Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. /Artinya/ :
Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan
kesalahan juga.
175. Seperti cacing kepanasan. /Artinya/ : Tidak tenang, selalu gelisah.
176. Seperti durian dengan mentimun. /Artinya/ : Orang lemah / miskin /
bodoh melawan orang kuat / kaya / pandai.
177. Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat. /Artinya /:
Berwajah rupawan namun perilakunya jahat.
178. Serigala berbulu domba. /Artinya /: Orang yang kelihatannya bodoh
dan penurut tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang.
179. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. /Artinya/ :
Pikir dahulu masak-masak sebelum berbuat sesuatu ( pikirkan untung
dan ruginya ).
180. Setali tiga uang. /Artinya/ : Sama saja, tidak ada bedanya.
181. Tahu asam garamnya. /Artinya/ : Tahu seluk beluknya / berpengalaman.
182. Tak ada gading yang tak retak. /Artinya/ : Tidak ada sesuatu yang
tidak ada cacatnya.
183. Tambah air tambah sagu. /Artinya/ : Tambah banyak permintaannya,
bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan bertambah pula
rezekinya.
184. Tangan merentang bahu memikul. /Artinya/ : Berani berbuat harus
berani bertanggung jawab.
185. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. /Artinya/ :
Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa
tersiksa juga.
186. Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. /Artinya/ :
Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.
187. Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada rangsang
sama mengiraikan. /Artinya/ : Suka dan duka dijalani bersama.
Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang
dialami diatasi bersama-sama juga.
188. Tiada rotan akarpun jadi. /Artinya/ : Kalau tidak ada yang baik,
yang kurang baik pun boleh juga.
189. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. /Artinya/ : Orang tua yang
bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
190. Umur setahun jagung. /Artinya /: Belum berpengalaman.
191. Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas.
/Artinya /: Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di
bawah dan kadang di atas.
192. Yang buta peniup lesung, yang peka pelpas bedil. /Artinya/ :
Masing-masing ada faedahnya, asal diletakkan pada tempatnya.

Demikian yang bisa saya bagikan tentang /contoh lengkap peribahasa
bahasa indonesia lengkap dengan artinya. /Semoga apa yang saya share
dapat bermanfaat untuk kalian.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *