Pengertian Serbuk Sari Menurut Para Ahli

Pengertian Serbuk Sari Menurut Para Ahli
Pengertian Serbuk Sari Menurut Para Ahli
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Serbuk sari adalah alat reproduksi tumbuhan guna mempertahankan jenisnya dari kepunahan. Serbuk sari berupa butiran halus yang mengandung mikrogametofit, yang menghasilkan gamet jantan tumbuhan berbiji. Dinding serbuk sari terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan luar yang disebut eksin dan lapisan dalam intin. Lapisan eksin terdiri dari bahan yang sangat kuat disebut sporopolenin, dibagi menjadi lapisan seksin eksternal dan neksin internal. Seksin merupakan lapisan yang memiliki ornamen berupa lubang-lubang sirkular atau galur-galur longitudinal atau keduanya, dan neksin tidak.

Struktur eksin merupakan salah satu karakter yang digunakan dalam mengidentifikasi, dan memiliki aviditas untuk zat pewarna dasar (fuchsin dan phenosaffranin). Pelepasan serbuk sari atau antesis biasanya terjadi pasif, karena anter pecah bila menjadi kering (Faegri et al. 1964). Studi terhadap serbuk sari disebut palinologi dan istilah palinologi diperkenalkan oleh Hyde dan Williams pada tahun 1945. Palinologi juga berkaitan dengan bidang ilmu lainnya seperti biologi polinasi dan biologi reproduktif. Untuk kepentingan taksonomi, penekanan diberikan pada ciri-ciri komparatif serbuk sari, khususnya pada apertura dan struktur dinding (Stuessy 1990). Aplikasi studi serbuk sari di bidang kedokteran antara lain dalam mengidentifikasi alergen sebagai pencetus penyakit alergi dan imunoterapi (Mildenhall et al. 2006).

Penyerbukan pada tumbuhan dapat melalui beberapa cara yaitu anemofili (dibantu angin) seperti padi, jagung, rumput, akasia dan pinus, hidrofili (dibantu air) seperti tanaman air, entomofili (dibantu serangga) seperti pada anggrek, ornitofili (dibantu burung) seperti benalu, kiropterofili (dibantu kelelawar) seperti durian, malakofili (dibantu siput) dan antropofili (dibantu manusia) seperti pada vanili. Serbuk sari tumbuhan anemofili biasanya kecil, halus, amat ringan, dan diproduksi dalam jumlah yang sangat besar. Di antara tumbuhan entomofili, terdapat beberapa tumbuhan yang memproduksi serbuk sari sangat banyak, memiliki anter terbuka, serbuk sari yang kurang lengket dapat melepaskan cukup banyak serbuk sari ke udara; tumbuhan seperti ini disebut amfifili karena secara parsial dapat menggunakan angin sebagai cara penyebaran serbuk sari (Wodehouse 1965; Sornsathapornkul & Owens 1998; Smith 2000).

Aerobiologi adalah ilmu tentang partikel biologis yang terdapat di udara. Aerobiologi antara lain bertujuan untuk memahami penyebaran partikel biologis yang terdapat di udara yang menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan sebagai upaya pencegahan. Sebagai contoh, banyak orang mengalami reaksi alergi karena partikel biologis yang dihirup, adakalanya bersifat alergen terhadap manusia. Serbuk sari merupakan salah satu contoh dari partikel biologis yang terdapat di udara yang menjadi objek aerobiologi (Lacey & West 2006).

Baca : Identifikasi Serbuk Sari

Penangkapan Serbuk Sari

Untuk mengetahui serbuk sari apa yang ada di udara, dapat dilakukan penangkapan dengan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan kolektor pasif berupa kolektor aeroalergen dasar yang secara total tergantung pada angin dan gravitasi untuk membawa objek di udara ke permukaan pengumpul. Yang paling banyak dipakai adalah gelas objek berperekat yang ditempatkan tak terlindung dalam posisi terpajan terhadap udara bebas dalam waktu singkat (Smith 2000).

 Alat penangkap lain seperti slit-type volumetric spore trap merupakan cara terbaik pengumpulan serbuk sari dengan mesin slit-type yang menggunakan alat penghisap. Alat ini mengeluarkan udara melalui satu atau beberapa ventilasi agar udara terhisap ke dalam mesin melalui celah sempit berukuran 0,04×0,55 inci. Kipas dan pompa udara digunakan untuk mengeluarkan udara dan menciptakan kondisi bertekanan rendah yang memungkinkan udara masuk dan berganti melalui celah. Slit-type volumetric spore trap yang banyak dipakai adalah alat Burkard.

 Alat Burkard volumetric spore trap terdiri dari bagian luar dan bagian dalam dengan drum yang dapat berputar dengan mekanisme pengaturan waktu 7 hari terus-menerus. Drum ini dilengkapi dengan pita plastik transparan “Melinex” yang dilekatkan di sekelilingnya. Alat Burkard juga dilengkapi dengan sebuah pompa vakum yang dapat menarik udara sebanyak 10 liter per menit, sehingga dapat menarik serbuk sari maupun spora dari udara melalui celah, yang kemudian akan membentur dan melekat pada “Melinex”. Alat ini dapat diandalkan, mudah dibawa, dapat digunakan dalam segala cuaca, dan mudah dioperasikan. Burkard merupakan alat yang direkomendasikan oleh World Allergy Organization (WAO) dan mendapat sertifikasi dari The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) (Lacey & West 2006, Hasnain et al. 2007).

 

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*