RPL Bimbingan dan Konseling Problem Solving Remaja

RPL Bimbingan dan Konseling Problem Solving Remaja

Tema : Problem Solving Remaja

A.

Tugas Perkembangan

:

Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi

B.

Topik / Tema Layanan

:

Problem Solving Remaja

C.

Bidang Layanan

:

Pribadi, sosial

D.

Jenis Layanan

:

Layanan Informasi

E.

Fungsi Layanan

:

Pemahaman

F.

Tujuan Layanan

:

  1. Siswa/i dapat memahami pentingnya Problem Solving

  2. Siswa/i memahami langkah-langkah dalam memecahkan masalah

  3. Siswa/i dapat memahami bagaimana menganalisa sebab-akibat

G.

Metode

:

Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab

H.

Waktu Pertemuan, Tanggal

:

2 Pertemuan X 45 Menit, dan Tgl, ……. dan ……. 20

Tempat Penyelenggaraan

:

Ruang Kelas 11

I.

Materi

:

  1. Pengertian Problem Solving

  2. Bagaimana Menyikapi Masalah ?

  3. Langkah-Langkah dalam Memecahkan Masalah

J.

Sarana Media / Alat

:

LCD, Power Poin problem solving bagi remaja

Sumber Materi Layanan

:

  1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas 11, Yogyakarta, Paramitra Publishin

  2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling Bidang Pribadi, Yogyakarta, Paramitra.

  3. Nurbowo budi, dkk, 2013, pengembangan materi berbasis multimedia, yogyakarta, paramitra

  4. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games) dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra.

K.

Langkah Kegiatan

1. Pendahuluan

(alokasi waktu: 5 menit )

:

a. Guru BK/Konselor mengucapkan salam, dilanjutkan dengan berdo’a, presensi, mengecek situasi & kondisi kelas.

b. Guru BK/ Konselormenyampaikantopik / temalayananinformasi

c. Guru BK/KonselormemotivasidenganIce Breaking: agar siswasenang, tertarik, bersemangat, siapmengikutilayananinformasi

d. Guru BK/Konselor menjelaskan tujuan layanan informasi dan tugas perkembangan yang akan dipahami

e. Guru BK/Konselor menanyakan kepada siswa terkait pelayanan yang diajarkan pada pertemuan sebelumnya.

2. Kegitan Inti

(alokasiwaktu: 35 menit )

:

a. Berfikir :

  1. Guru BK /Konselor mengajak berfikir dengan siswa tanya jawab seputar problem solving bagi remaja

  2. Guru BK /Konselor mengajak curah pendapat pada siswa tentang tema “problem solving bagi remaja”

b. Merasa :

1. Guru BK atau Konselor mengadakan diskusi bersama siswa terkait perasaannya yang mereka hadapi dalam memahami problem solving bagi remaja

2. Guru BK atau Konselor memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya/komentar mengenai hal yang belum dapat

dipahami dan memberikan ide atau gagasan yang ingin disampaikan/ dirasakan.

c. Bersikap

1. Guru BK /Konselor menanyakan pada siswa apa saja yang telah ia ambil sikap terhadap problem solving bagi remaja

2. Guru BK /Konselor memberi kesempatan pada siswa lainnya menanggapi/mensikapi pertanyaan siswa lainnya.

d. Bertindak

  1. Guru BK /Konselor menanyakan pada siswa apa saja yang telah ia ambil tindakan pada pemahaman problem solving bagi remaja

2. Guru BK /Konselor memberikan motivasi pada siswa yang belum bertindak aktif, positip dalam memahami problem solving bagi remaja

e. Bertanggungjawab

  1. Guru BK/Konselor memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya/komentar mengenai hal yang belum dapat dipahami dan memberikan ide atau gagasan yang ingin disampaikan/dirasakan, untuk mengambil sikap bertaggungjawab.
  2. Guru BK/Konselor menanyakan pada siswa apa saja yang telah ia ambil tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam memahami problem solving bagi remaja

3. Penutup

(alokasi waktu : 5 menit )

:

  1. Guru BK /Konselor bersama-sama dengan siswa menyimpulkan isi tema yang telah disampaikan.
  2. Guru BK /Konselor mendorong siswa agar yang belum berperan aktif dalam kegitan, supaya berperan aktif
  3. Guru BK/Konselormenutup pertemuan dengan berdoa bersama dan salam.

L

Rencana Penilaian

:

Menggunakan instrumen: Laiseg, Laijapen dan Laijapang

1. Penilaian Proses

:

Guru BK/Konselor melakukan penilaian segera terhadap proses pelaksanaan layanan informasi format klasikalnya, yaitu menilai kesungguhan/ semangat / antusias konseli.

2. Penilaian Hasil

:

Guru BK/Konselor melakukan penilaiansegera terhadap proses pelaksanaan layanan informasi format klasikalnya, yaitu :

  1. Pemahaman baru apa yang diperoleh konseli ? (Understanding)

  2. Bagaimana perasaan positif konseli ? ( Confort )

  3. Apa rencana tindakan yang akan dilakukan konseli ? (Action)

M

Tindak Lanjut

:

1. Satu minggu setelah layanan, dipantau dengan memberikan penilaian jangka pendek ( Laijapen ).

2. Satu bulan setelah layanan, dipantau denganmemberikan penilaian jangka panjang ( Laijapang ).

Konseli yang mengalami KES-T &membutuhkan bantuan, makaKonselor atau guru BK segera memberikan layanan sesuai jenis layanan Bimbingan dan Konseling. problem solving remaja

 

Baca Juga : RPL Bimbingan dan Konseling Menyontek Penyebab dan Solusi

 

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *