Refleksi Pembelajaran Dan Tindak Lanjut pada Sesi 1 KKJ

Refleksi Pembelajaran Materi Guru Pembelajar Moda Dalam Jejaring
Refleksi Pembelajaran Materi Guru Pembelajar Moda Dalam Jejaring
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Kegiatan 1.1 Refleksi Pembelajaran

  1. Studi Kasus (dijawab nanti pada forum sesi 1)

Deskripsi Situasi dalam refleksi pembelajaran

Pada saat pembelajaran berlangsung, suasana kelas terasa lesu dan siswa cenderung tidak bergairah mengikuti pelajaran. Siswa tidak berani bertanya maupun mengemukakan pendapat. Mereka lebih banyak mendengarkan penjelasan guru dan mencatat materi yang diajarkan. Pada pertengahan beberapa siswa terlihat mulai bosan bahkan ada siswa yang tidur. Hal ini disebabkan mereka hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru, kemudian mengerjakan soal jika guru memberi tugas. Pada awal pelajaran siswa terlihat kurang siap mengikuti pembahasan materi yang diajarkan.

Tugas mempelajari materi terlebih dahulu sebelum diajarkan tidak dilaksanakan oleh siswa. Tidak adanya persiapan awal dari siswa, berdampak pada lambannya siswa memahami materi yang disampaikan. Siswa mengalami kesulitan memahami konsep-konsep yang diberikan. Hal itu diperparah dengan sikap enggan siswa bertanya kepada guru. Siswa cenderung mengikuti pembelajaran pasif. Siswa fokus apa yang disampaikan oleh guru, kesempatan serta aktivitas berpikir untuk mengevaluasi serta mencari kebenaran terhadap informasi yang diperoleh menjadi sangat kurang. Kegiatan berpikir kritis dimana siswa seharusnya peka terhadap informasi yang diperoleh serta mencari bukti terhadap informasi tersebut, belum terlaksana dengan baik.

  1. Membaca materi
  2. Menjawab latihan

 Apa pengertian refleksi pembelajaran?

Refleksi merupakan suatu pemikiran mendalam dimana seseorang memikirkan atau merenungkan kembali situasi yang telah dilalui untuk menganalisa apa yang telah dilakukan, mengapa dilakukan, bagaimana telah terlaksana, dan bagaimana hasilnya. Refleksi merupakan satu bagian dari proses belajar dan merupakan satu istilah generik bagi kegiatan intelektual yang efektif, dimana individu-individu yang terlibat didalamnya berusaha untuk menyelidiki pengalamannya guna membantu pemahaman dan apresiasi baru terhadap sesuatu hal tertentu.

Dengan demikian, refleksi pembelajaran merupakan tindakan guru untuk mereview dan introspeksi terhadap proses belajar mengajar yang telah dilakukan, meliputi perencanaan, keterlaksanaan, dan hasil pembelajaran yang dikelolanya.

Apa tujuan dan manfaat refleksi pembelajaran?

Refleksi pembelajaran dilakukan untuk melihat keterlaksanaan pembelajaran yang dikelolanya, kesesuaian rencana yang telah dibuat dan pelaksanannya, keberhasilan pembelajaran, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pembelajaran di kelas. Refleksi pembelajaran penting dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran di kelas sekaligus pengembangan profesionalisme guru secara keberlanjutan

 

Jelaskan sasaran refleksi pembelajaran?

sasaran Refleksi Pembelajaran meliputi tindakan refleksi pada keseluruhan aspek pembelajaran, baik aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun hasil pembelajaran.

Aspek Perencanaan meliputi:

Refleksi terhadap RPP dan Rancangan Penilaian

Aspek Pelaksanaan meliputi:

keterlaksanaan metode mengajar yang telah direncanakan, keikutsertaan siswa dalam pembelajaran, suasana pembelajaran, maupun kendala dalam pembelajaran.

Aspek Hasil Pembelajaran meliputi:

Pembelajaran yang baik ditandai dengan keberhasilan siswa memperoleh hasil belajar yang optimal. Refleksi terhadap hasil belajar siswa tentu tidak terlepas dari hasil penilaian terhadap capaian belajar mereka. Seperti telah diketahui bersama bahwa hasil belajar siswa saat ini dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) aspek, yaitu: sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Kegiatan 1.2 Tindak Lanjut Refleksi melalui PTK

Pertanyaan awal

Apa pengertian PTK?

Penelitian tindakan merupakan intervensi praktik dunia nyata yang ditujukan untuk meningkatkan situasi praktis (Suwarsih Madya, 2007). Penelitian Tindakan (PT) adalah penelitian yang dilakukan secara kolaboratif oleh partisipan dalam ilmu sosial dan pendidikan untuk memperbaiki pemahaman dari pelaksanaan pekerjaannya sendiri, serta kondisi dan juga membawa dampak pada lingkungan di sekitarnya (Badrun KW, 2001).

Manfaat PTK?

1) Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran di kelas

2) Meningkatkan rasa percaya diri guru, sehingga secara keilmuan menjadi lebih berani mengambil prakarsa yang dapat memberikan manfaat perbaikan

3) Memungkinkan guru aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan

4) Meningkatkan profesionalitas guru dan menjadikan guru menjadi pribadi yang terus belajar dan meningkatkan kualitas kinerjanya.

5) Meningkatkan kuailtas proses dan hasil belajar peserta didik

6) Inovasi pendidikan yang berawal upaya guru memperbaiki Pembelajaran

Judul yang tepat untuk PTK

1,3 dan 5

Materi PTK dibaca

Latihan

Apa Tujuan PTK?

1) Tujuan utama

  1. a) Melakukan perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru dalam menangani proses pembelajaran. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi, kemudian mencoba secara sistematis berbagai tindakan alternatif yang diyakini dapat memecahkan masalah pembelajaran.
  2. b) Melakukan pengembangan keterampilan guru bertolak dari kebutuhan menanggulangi berbagai persoalan aktual tentang pembelajaran.

2) Tujuan sertaan

Menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru. Melalui PTK terjadinya proses latihan dalam jabatan selama penelitian berlangsung. Guru akan lebih banyak mendapatkan pengalaman tentang keterampilan praktik pembelajaran secara reflektif ketika melaksanakan PTK.

Baca : LK 4.1 KKC Berpapasan Dengan Waktu Berangkat Sama

Jelaskan Karakteristik PTK?

Karakteristik penelitian tindakan kelas antara lain :

  1. Bersifat situasional, artinya berkaitan langsung dengan permasalahan yang konkrit dihadapi guru dalam kesehariannya. Hal ini dapat berkaitan dengan mengidentifikasi masalah dalam konteks tertentu. Masalahnya diangkat dari praktik pembelajaran keseharian yang dapat dirasakan oleh guru atau siswa atau keduanya.
  2. Bersifat kontekstual, artinya upaya penyelesaian atau pemecahannya demi peningkatan mutu pendidikan, prestasi siswa, profesi guru dan mutu sekolah tidak terlepas dari konteksnya dengan cara merefleksi diri yaitu sebagai praktisi dalam pelaksanaan tugas-tugas kesehariannya sekaligus secara sistemik meneliti dirinya sendiri.
  3. Bersifat kolaboratif dan partisipatif antara guru, siswa dan individu lain yang terkait dalam proses pembelajaran, yaitu suatu satuan kerja sama secara langsung atau tidak langsung dengan perspektif berbeda. Misalnya bagi guru demi meningkatkan profesionalismenya, bagi siswa untuk meningkatkan presasti belajarnya. Kolaborasi diartikan sebagai kerja sama saling tukar menukar ide untuk melakukan aksi dalam rangka memecahkan masalah.
  4. Bersifat self-evaluatif (evaluatif dan reflektif), yaitu kegiatan mengevaluasi dan merefleksikan praktik pembelajaran yang dikelolanya, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan perbaikan dalam praktik yang dilakukan guru.
  5. Bersifat fleksibel dan adaptif (luwes dan menyesuaikan), yaitu memungkinkan adanya perubahan selama masa percobaan. Adanya penyesuaian menjadi kan prosedur yang cocok untuk bekerja di kelas yang memiliki banyak kendala yang melatarbelakangi masalah-masalah di sekolah. Penelitian Tindakan Kelas lebih menekankan sifat tanggap dan pengujicobaan serta pembaharuan ditempat kejadian .
  6. Bertujuan untuk pemecahan masalah praktis. Dengan demikian temuan-temuannya berguna dalam dimensi praktis tidak dapat digeneralisasi sehingga tidak secara langsung memiliki andil pada usaha pengembangan ilmu. Kajian permasalahan, prosedur pengumpulan data dan pengolahannya dilakukan secermat mungkin dengan mendasarkan pada keteguhan ilmiah.

Baca : Studi Kasus Strategi Komunikasi dalam Kegiatan 1.3 KKF

Postingan Terkait :

4 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*