Prinsip-Prinsip Guru Pembelajar Moda Dalam Jejaring

Prinsip-Prinsip Guru Pembelajar Moda Dalam Jejaring

GP moda daring yang dikembangkan oleh Ditjen GTK harus memenuhi prinsip-prinsip guru pembelajar sebagai berikut:

  1. Rumusan tujuan pembelajaran pada setiap modul telah jelas, spesifik, teramati, dan terukur untuk mengubah perilaku pembelajar.
  2. Konten di modul telah relevan dengan kebutuhan pembelajar, masyarakat, dunia kerja, atau dunia pendidikan
  3. Meningkatkan mutu pendidikan yang ditandai dengan pembelajaran lebih aktif dan mutu lulusan yang lebih produktif.
  4. Efisiensi biaya, tenaga, sumber dan waktu, serta efektivitas program GP.
  5. Pemerataan dan perluasan kesempatan belajar.
  6. Pembelajaran yang berkesinambungan dan terus menerus.

Baca Juga : Studi Kasus Strategi Komunikasi dalam Kegiatan 1.3 KKF

Pembelajaran Guru Pembelajar Moda Daring dan Tatap Muka Prinsip prinsip guru pembelajar Pada juknis GP tahun 2016 telah jelas, bahwa ada 7 prinsip pelaksanaan pembelajaran dengan moda daring, tatap muka, maupun daring kombinasi. Semua Guru Pembelajar tentunya harus memegang teguh prinsip-prinsip ini sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran GP. Adapun 7 prinsip lengkap dengan penjelasannya sebagai berikut.

  1. Mendorong komunikasi antara peserta dengan mentor dan/atau pengampu.
    Komunikasi yang baik dalam lingkungan belajar daring adalah praktik yang baik. Hal ini akan mendorong keterlibatan peserta dan membantu peserta mengatasi tantangan-tantangan dalam belajar.
  2. Mengembangkan kedekatan dan kerjasama antar peserta
    Lingkungan belajar daring dirancang dan dikembangkan guna mendorong kerjasama dan dukungan timbal balik berbagi ide dan saling menanggapi antara sesama peserta.
  3. Mendukung pembelajaran aktif
    Lingkungan belajar daring mendukung pembelajaran berbasis proyek, dimana peserta melakukan proses pembelajaran secara aktif, mengakses materi, berdiskusi dengan sesama peserta dan mentor dan atau pengampu.
    Peserta membahas apa yang dipelajari, menuliskannya, menghubungkan dengan pengalaman mereka, dan mengaplikasikannya.
  4. Memberikan umpan balik dengan segera
    Kunci terhadap pembelajaran daring yang efektif adalah memberikan tanggapan secepatnya kepada peserta, yaitu melalui teks maupun suara.
    Agar peserta merasakan manfaat atas kelas yang mereka ikuti dan merasakan bahwa proses belajar dalam daring tidak membosankan, peserta daring memerlukan dua macam umpan balik: – umpan balik atas konten, – umpan balik untuk pengakuan kinerja.
  1. Penekanan terhadap waktu pengerjaan tugas
    Walaupun lingkungan belajar daring memberikan keleluasaan untuk belajar dengan ritme masing-masing peserta, tetapi belajar daring membutuhkan batasan waktu pengerjaan tugas, sehingga peserta diarahkan untuk menggunakan rentang waktu yang telah di desain dalam sistem pembelajaran daring.
  2. Mengkomunikasikan ekspektasi (harapan) yang tinggi
    Harapan dengan standar yang tinggi sangat penting untuk semua, untuk yang kurang persiapan, untuk yang tidak bersedia mendorong diri sendiri, dan untuk yang pintar dan memiliki motivasi tinggi. Dalam lingkungan pembelajaran daring, ekspektasi tinggi dikomunikasikan melalui tugas yang menantang, contoh-contoh kasus, dan pujian untuk hasil kerja berkualitas yang berfungsi untuk mencapai ekspektasi yang tinggi tersebut.
  3. Menghargai berbagai macam bakat dan metode pembelajaran
    Dalam pembelajaran daring, hal ini dapat diartikan dengan memberikan media belajar yang beragam, memilih topik tertentu untuk proyek maupun kelompok diskusi. Menyediakan media belajar yang beragam bertujuan untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda serta memberikan akses khusus untuk penderita difabel.

Baca Juga : Refleksi Pembelajaran Dan Tindak Lanjut pada Sesi 1 KKJ

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *