Perkembangan Psikologi, Karakteristik Anak Usia Sekolah Menengah (SMP)

perkembangan psikologi

Perkembangan Psikologi

Perkembangan psikologi yang disampaikan oleh Tim Lembaga Administrasi Negara (2007) bahwa perkembangan psikologi dapat diartikan sebagai  perubahan yang progresif dan continue dalam diri individu mulai lahir sampai mati. Pengertian lain dari perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya yang berlangsung secara sistematis progresif, dan berkesinambungan baik menyangkut fisk atau psikis. Prinsip-prinsip perkembangan yaitu :  Perkembangan psikologi

a. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti

 Manusia secara terus menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya

b. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi

 Setiap aspek perkembangan individu baik fisik, emosi, intelegensi maupun sosial satu sama lainnya saling mempengaruhi dan terdapat hubungan atau korelasi positif diantara aspek tersebut.

c. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan

 Setiap manusia adalah unik, walaupun dalam perkembangannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang sama

d. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu

 Perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahap perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya.

e. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan

 Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangan terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat da nada yang lambat).

Berbicara tentang psikologi dalam pendidikan tidak lepas dari perhatian guru terhadap perkembangan usia peserta didik secara individu. Peserta didik dewasa tumbuh dan berkembang secara fisik, psikis dari fase ke fase seperti dalam hal pertumbuhan fisik, kognitif, afektif, sosial, psikomotor, moral. Perkembangan psikologi

Karakteristik Anak Usia Sekolah Menengah (SMP)

 Berbicara tentang kejiwaan, usia peserta didik SMP berkisar antara 13 sampai dengan 15 tahun dan masuk pada kelompok masa remaja awal, seperti yang dijelaskan oleh Rumini & Sundari (2004). Rumini dan Sundari menyatakan bahwa masaremaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir. Perkembangan psikologi

Terdapat sejumlah karakteristik yang menonjol pada anak usia SMP:

a. Terjadinya ketidakseimbangan proporsi tinggi dan berat badan

b. Mulai timbulnya ciri-ciri seks sekunder

c. Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orangtua.

d. Senang membandingkan kaedah-kaeadah, nilai-nilai etika atau norma dengankenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa.

e. Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan.

f. Reaksi dan ekspresi emosi masih labil.

g. Mulai mengembangkan standar dan harapan terhadap perilaku diri sendiriyang sesuai dengan dunia sosial.

h. Kecenderungan minat dan pilihan karer relatif sudah lebih jelas.

 Anak usia SMP adalah anak-anak yang memasuki uisa remaja, pada masa tersebut, konsep diri mereka mengalami perkembangan yang kompleks dan melibatkan sejumlah aspek diri mereka. Santrock (1998) dalam Desmita (2014) menyebutkan sejumlah karakteristik penting perkembangan konsep diri pada masa remaja, yaitu :

1) Abstract and idealistic.

 Pada masa remaja, anak-anak lebih meungkin membuat gambaran tentang diri mereka dengan kata-kata yang abstrak dan idealistic. Meskipun tidak semua remaja menggambarkan diri mereka dengan cara yang idealis, namun sebagian besar remaja membedakan antara diri mereka yang sebenarnya dengan diri yang diidamkan. 123

 2) Differentiated

 Konsep diri remaja menjadi semakin terdeferensiasi. Dibandingkan dengan anak yang lebih muda, remaja lebih mungkin untuk menggambarkan dirinya sesuai dengan konteks atau situasi yang semakin terdeferensiasi.

3) Contradiction within them self

 Setelah remaja mendeferensiasikan dirinya ke dalam sejumlah peran dan dalam konteks yang berbeda-beda maka muncullah kontradiksi antara diri-diri yang yang terdeferensiasi.

4) The Fluctuating Self

 Sifat yang kontradiktif dalam diri remaja pada akhirnya memunculkan fluktuasi diri dalam berbagai situasi. Diri remaja akan terus memiliki ciri ketidakstabilan hingga masa di mana remaja berhasil membentuk teori tentang dirinya.

5) Real and Ideal, true and False Selves

 Munculnya kemampuan remaja untuk mengkonstruksikan diri ideal mereka di samping diri yang sebenarnya merupakan sesuatu yang membingungkan remaja. Kemampuan menyadari adanya perbedaan antara diri yang nyata dengan diri yang ideal menunjukkan adanya peningkatan kemampuan secara kognitif.

6) Self Conscious

Remaja lebih sadar akan dirinya dibandingkan dengan anak-anak dan lebih memikirkan tentang pemahaman diri mereka. Remaja menjadi lebih introspektif dan kadang-kadang meminta dukungan dan penjelasan dari teman-temannya.

7) Self Protective

 Merupakan mekanisme untuk mempertahankan diri , dimana di dalam upaya melindungi dirinya remaja cenderung menolak adanya karakteristik negatif di dalam dirinya. Gambaran diri yang positif seperti menarik, suka bersenang-senang, sensitive, penuh kasih saying, dan ingin tahu lebih sering disebutkan sebagai bagian inti diri remaja yang penting.

Dalam anggerrose.wordpress.com, terdapat beberapa karakteristik anak usia SMP antara lain : 124

 1) Cara berfikir kausatif. Hal ini menyangkut tentang hubungan sebab akibat. Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua, guru, lingkungan, masih menganggapnya sebagai anak kecil. Mereka tidak akan terima jika dilarang melakukan sesuatu oleh orang yang lebih tua tanpa diberikan penjelasan yang logis.2) Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Berdasarkan pendapat Piaget tentang teori perkembangan kognitif, maka peserta didik usia SMP masuk pada kelompok tahap operasional formal (mulai 11 tahun dan seterusnya) dimana pada tahap ini peserta didik sudah mampu berpikir abstrak, yaitu berpikir mengenai ide dan memikirkan beberapa alternative pemecahan masalah remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri (Haryanto, Suyono, 2014).3) Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan. Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka.4) Emosi yang meluap-meluap. Emosi pada remaja masih labil, karena erat hubungannya dengan keadaan hormon.5) Sosial Perkembangan Gunarsa (2009) telah merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:

1) Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.

2) Ketidakstabilan emosi.

3) Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.

4) Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.

5) Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.

6) Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.

7) Senang bereksperimentasi.

8) Senang bereksplorasi.

9) Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.

10) Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

 Sebagian remaja mampu mengatasi permasalahan pada diri mereka dengan baik, namun beberapa remaja justru mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial dikarenakan pergolakan emosi yang tidak stabil. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Perkembangan psikologi

Pergolakan emosi yang terjadi pada remaja tidak dapat dipisahkan dari bermacam pengaruh, baik itu lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah dan teman-teman sebaya serta aktivitas-aktivitas yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Masa remaja yang identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif.

Berkaitan dengan lingkungan peserta didik, pada saat ini tidak hanya lingkungan sekolah, rumah atau teman sepermainan namun juga lingkungan secara global dikarenakan perkembangan teknologi. Fenomena yang perlu diperhatikn guru adalah pengaruh globalisasi pada semua sektor dapat berdampak positif yang dapat mendukung proses belajar seperti untuk pencarian artikel, tugas dan sebagainya. Namun, jika teknologi disalahgunakan maka berdampak buruk terhadap moral peserta didik. Perkembangan psikologi

Masa remaja banyak dihabiskan pada aktivitas di sekolah, sehingga apabila sekolah tidak dapat mewadahiperkembangan remaja maka arahnya akan menjadi negative, misalnya tawuran. Hal ini menunjukkan betapa besar gejolak emosi yang ada dalam diri remaja bila berinteraksi dalam lingkungannya.

Postingan Terkait :

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *