PERKEMBANGAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL

Perkembangan Kemampuan Intelektual

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2: PERKEMBANGAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL

Perkembangan Kemampuan Intelektual mengenai karakteristik peserta didik dalam aspek intelektual menjadi satu acuan dalam menentukan materi dan mengeksplorasi berbagai aspek untuk fasilitasi peserta didik agar sesuai dengan perkembangan peserta didik termasuk

kecerdasan majemuk dan gaya belajar mereka.

 Tujuan Perkembangan Kemampuan Intelektual

Setelah melaksanakan pembelajaran, peserta diklat diharapkan dapat memahami konsep intelegensi, ciri-ciri dan tahapan perkembangan intelektual; cara mengidentifikasi perkembangan kemampuan intelektual; dan menentukan pembelajaran yang memfasilitasi perkembangan kemampuan intelektual dan kreativitas peserta didik.

 Indikator Ketercapaian Kompetensi Perkembangan Kemampuan Intelektual

Indikator pencapaian kompetensi yang harus ditunjukkan guru setelah mempelajari modul ini, sebagai berikut.

  1. Menjelaskan tahapan perkembangan kognitif peserta didik;
  2. Mengidentifikasi kemampuan intelektual peserta didik;
  3. Menentukan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi perbedaan kemampuan intelektual peserta didik;
  4. Menjelaskan manfaat memahami kecerdasan majemuk peserta didik untuk memfasilitasi perkembangan yang optimal;
  5. Menjelaskan cara mengimplementasikan kecerdasan majemuk dalam pembelajaran; dan
  6. Menjelaskan cara mengembangkan kreativitas melalui pembelajaran.

Uraian Materi

 Kemampuan Intelektual

Kecerdasan umum (general intelligence) atau kemampuan intelektual merupakan kemampuan mental umum yang mendasari kemampuannya untuk mengatasi kerumitan kognitif (Gunawan, 2006: 218). Kemampuan umum dikaitkan dengan kemampuan untuk pemecahan masalah, berpikir abstrak, keahlian dalam pembelajaran. Seseorang yang memiliki kemampuan intelektual atau intelegensi yang tinggi akan bertindak efisien dan efektif dalam memecahkan segala persoalan hidupnya (Syaodih, 2007:256). Kemampuan intelektual merupakan potensi bawaan (potenstial ability), namun beberapa penilitian menunjukkan dalam perkembangannya dipengaruhi oleh kualitas lingkungan.

Karakteristik Perkembangan Kognitif Peserta Didik

Tahap perkembangan berpikir pada masa remaja menurut Piaget (Santrock,2010:56) berada pada tahap berpikir operasional formal. Tahap ini ditandai oleh kemampuan berpikir abstrak, Idealistik, dan berpikir lebih logis seperti menyusun rencana dan memecahkan masalah. Tipe

pemikirian logis ini disebut juga pemikiran deduktif hipotesis (hypotheticaldeductive-reasoning).

Anak usia 11-15 tahun (SMP) berada pada fase formal operasional, namun banyak peserta didik kemampuan berpikir abstraknya masih terbatas (Santrock, 2010:57).. Sedangkan kemampuan intelektualnya mengalami perkembangan yang paling pesat (terutama bagi remaja yang bersekolah),dan bakat (aptitude) mulai menunjukkan kecenderunankecenderungan secara lebih jelas:

 Kecerdasan Majemuk

Menurut Gardner (Syaodih, 2011:95) :tingkat inteligensi atau IQ bukan satu-satunya yang dapat meramalkan keberhasilan seseorang tetapi ada kecerdasan dalam spektrum yang lebih luas yaitu kecerdasan majemuk (multiple intelligent). Setiap anak memiliki kecenderungan dari delapan kecerdasan, meskipun memiliki tingkat penguasaan yang berbeda yaitu:

  1. Kecerdasan bahasa (verbal-linguistic intelligence), kecakapan berpikir melalui kata-kata, menggunakan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks
  2. Kecerdasan matematika – logis (logical-mathematical intelligence), kecakapan untuk menyelesaikan operasi
  3. Kecerdasan spasial–visual (visual-spatial intelligence), kecakapan berpikir dalam ruang tiga dimensi
  4. Kecerdasan kinestetis atau gerakan fisik (kinesthetic intelligence). Kecakapan melakukan gerakan dan keterampilan-kecekatan fisik
  5. Kecerdasan musik (musical intelligence). Kecakapan untuk menghasilkan dan menghargai musik, sensitivitas terhadap melodi, ritme, nada, tangga nada,
  6. Kecerdasan hubungan sosial (interpersonal intelligence). Kecakapan memahami dan merespon serta berinteraksi dengan orang lain secara efektif
  7. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence). Kecakapan memahami diri dan menata kehidupannya sendiri
  8. Kecerdasan naturalis hakekatnya adalah kecakapan manusia untuk mengenali tanaman, hewan dan bagian lain dari alam semesta.
  9. Konsep kecerdasan majemuk bukanlah hal baru, ahli-ahli lain menyebutnya sebagai bakat atau aptitude.

baca juga : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

 Kreativitas

Setiap orang memiliki potensi kreatif meskipun dalam derajat yang berbeda (DePorter ,2001:293). Kreativitas mengarah ke penciptaan sesuatu yang baru, berbeda, unik, baik itu berbentuk lisan, tulisan, maupun konkret atau abstrak dan kreativitas timbul dari pemikiran

divergen (Hurlock, 1978:5). Berpikir divergen mempertimbangkan beberapa jawaban yang mungkin ada untuk suatu masalah. Sedangkan De Bono (1991:8) menyebutnya berpikir lateral, pola berpikir lateral selalu berkaitan dengan ide-ide baru, maka nampak erat kaitannya dengan pola berpikir kreatif. Menurut Hurlock (2013:4) bahwa orang yang kreatif tidak selalu memiliki inteligensi yang tinggi, kadang-kadang ditemukan orang yang memiliki bakat kreatifnya tinggi tetapi tingkat kecerdasannya rendah, dan tidak semua orang yang tingkat kecerdasannya tinggi adalah pencipta.

Karakteristik Kreativitas

Beberapa ahli psikologi mengemukakan karakteristik kreativitas, menurut Utami Munandar (Ali, 2014:52) mengemukakan ciri-ciri kreativitas, diantaranya (1) Senang mencari pengalaman baru; (2) Memiliki keasyikan dalam mengerjakan tugas-tugas sulit; (3) Memiliki inisiatif; (4) Sangat tekun; (4) Cenderung bersikap kritis terhadap oran lain; (6) Berani menyatakan pendapat dan keyakinannya; (7) Selalu ingin tahu; (8) Pekak atau perasa; (9) Enerjik dan ulet; (10) Menyenangi tugas-tugas yang majemuk; (11) Percaya diri; (12) Memiliki rasa humor: (13) Memiliki rasa keindahan; (14) Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi. .

 Kreativitas Remaja

Perkembangan kreativitas berkaitan erat dengan perkembangan kognitif (Ali, 2014:47. Remaja berada pada tahap operasional formal, sehingga pada masa remaja merupakan tahap yang sangat potensial  untuk mengembangkan kreativitas. Orangtua dan guru mempunyai peranan yang penting dalam mengembangkan kreativitas, antara lain cara mendidik yang demokratis dan permisif, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai serta mengutamakan proses daripada hasil.

Cara Mengidentifikasi Kecerdasan Peserta Didik Perkembangan Kemampuan Intelektual

a. Pengamatan

Menurut Makmun (2009:56) guru dapat menandai kecerdasan umum peserta didik dengan cara membandingkan dengan peserta didik lainnya di dalam kelas.

1) Peserta didik yang cenderung selalu lebih cepat dan mudah memahami materi pelajaran dan menyelesaikan tugasnya, dibandingkan dengan teman-temannya, lebih awal dari waktu yang

telah ditetapkan (accelarated learning).

2) Peserta didik yang cenderung selalu mencapai hasil rata-rata saja dan hanya dapat menyelesaikan tugasnya sesuai batas waktu yang ditetapkan dibandingkan dengan teman-temannya.(average student)

3) Peserta didik yang cenderung selalu memiliki kesulitan dalam memahami materi pelajaran, mencapai hasil yang lebih rendah dari  teman-temannya, dan hampir selalu tidak dapat menyelesaikan tugas pekerjaannya sesuai batas waktu yang ditetapkan, (slow learners).

Meskipun hasil melalui pengamatan ini hanya bersifat tentatif akan tetapi dapat memberi kontribusi kepada guru untuk melakukan penyesuaian yang memadai terhadap kondisi objektif peserta didiknya.

Analisis Produk

Produk yang dianalisis adalah Hasil Ulangan/Tes.dan tugas, wawancara, dokumentasi berupa data prestasi belajar, sikap perilaku peserta didik, hasil psikotes bila ada dsb.

Cara-cara identifikasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kecerdasan majemuk dan bakat (tetapi dilakukan pada bidang studi/keterampilan tertentu),. serta kreatiivitas. Cara-cara identifikasi tersebut di atas dapat saling melengkapi untuk mendapatkan informasi

yang komprehensif mengenai potensi peserta didik.

Implikasi terhadap Pembelajaran

Berikut ini adalah hal yang dapat dilakukan guru.

  1. Rancang pembelajaran yang sesuai dengan keragaman dalam kemampuan Intelektual, kecerdasan majemuk, kemampuan kognitif, dan kreativitas agar tercapai prestasi terbaiknya sesuai dengan potensinya, termasuk pertimbangkan pemikir operasional konkret yang mungkin masih ada di kelas Anda.
  2. Rancang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan kreativitas.
  3. Ciptakan iklim belajar-mengajar yang kondusif untuk memfasilitasi perkembangan pribadi peserta didik secara optimal.
  4. Berikan layanan individual disamping kelompok kepada peserta didik yang sangat cerdas atau yang lambat belajar.

 Aktivitas Pembelajaran Perkembangan Kemampuan Intelektual

  1. Kegiatan 1. Perkembangan Kemampuan Intelektual Peserta Didik
  2. Tujuan: melalui tugas membuat peta pikiran dan diskusi peserta diharapkan dapat memahami identifikasi kemampuan intelektual dan menggunakannya untuk memfasilitasi perkembangan kemampuan intelektual peserta didik.
  3. Tugas:

1) Buatlah peta pikiran atau bagan tentang pengembangan kemampuan intelektual meliputi: a) konsep intelegensi, b) ciri-ciri dan tahapan perkembangan intelektual, c) cara mengidentifikasi perkembangan kemampuan intelektual, d) cara menentukan pembelajaran yang memfasilitasi perkembangan kemampuan intelektual peserta didik 2) Bekerjalah dalam kelompok dan presentasikanlah hasilnya.

  1. Kegiatan 2. Kasus dan Alternatif Solusi
  2. Tujuan: melalui tugas pemecahan kasus, dikusi kelompok, dan presentasi hasil kegiatan peserta dapat mengidentifikasi perkembangan kemampuan intelektual peserta didik dan menggunakanya untuk pembelajaran yang lebih baik.
  3. Tugas

1) Curah pendapat mengenai kasus pengembangan kemampuan intelektual peserta didik yang terjadi di kelas peserta diklat dan mengkaji kasus yang termasuk dalam lingkup perkembangan

kemampuan intelektual peserta didik.

2) Pilih satu kasus, diskusikan dalam kelompok, usulkan alternative langkah-langkah pemecahan masalah untuk itu dan presentasikan hasil kegiatan.

 

Latihan/Kasus/Tugas

  1. Jelaskan cara mengembangkan berpikir kreatif melalui pembelajaran!
  2. Peserta didik SMP berada pada tahap perkembangan formal operasional, namun masih banyak peserta didik yang kemampuan berpikirnya abstraknya terbatas, karena masih melakukan konsolidasi terhadap kemampuan operasional konkret. Sebagai guru apa yang akan bapak/ibu lakukan?
  3. Kerjakanlah kasus di kelas yang diasuh Bu Aisah identifikasi masalahnya, dan usulkan alternatif tindakan untuk membimbing anak tersebut. Bekerjalah dalam kelompok dan presentasikan hasilnya. Berikut adalah kasus beberapa anak asuh Bu Aisyah yang sedang ditangani:

1) mencapai KKM melalui remedial dengan nilai di batas KKM, 2) rentang IQ normal bawah; 3) persepsi terhadap mata pelajaran IPA kurang tepat karena menganggapnya sulit; 4) memiliki konsep diri yang negatif terhadap mata pelajaran IPA karena berpikir tidak akan mampu menguasainya; 5) umumnya dapat mengerjakan tugas jika mendapat pendampingan yang intensif.

 RANGKUMAN Perkembangan Kemampuan Intelektual

  1. Intelegensi atau kemampuan intelektual adalah kemampuan mental umum yang mendasari kemampuannya untuk mengatasi kerumitan kognitif.
  2. Tahap perkembangan berpikir pada masa remaja menurut Piaget berada pada tahap berpikir operasional formal, remaja bernalar lebih abstrak, idealis dan lebih logis.
  3. Tipe pemikiran logis ini disebut juga penalaran deduktif-hipotetis Anak usia 11-15 tahun (SMP) berada pada fase formal operasional, namun banyak peserta didik kemampuan berpikir abstraknya masih terbatas. Sedangkan kemampuan intelektual mengalami perkembangan yang paling pesat
  4. Teori kecerdasan majemuk dari Howard Gardner yaitu kecerdasan linguistik, matematik-logis, visual-spasial, musikal, kinestetis, interpersonal, intrapersonal, naturalis,
  5. Kreativitas mengarah ke penciptaan sesuatu yang baru, berbeda, dan unik yang timbul dari pemikiran divergen.

 UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Perkembangan Kemampuan Intelektual Lakukan uji diri seperti dijelaskan pada pembelajaran ke-1. Anda dianjurkan berlatih menggunakan kasus kelas Anda dan susunlah alternatif solusi untuk peserta didik yang teridentifikasi mengalami kendala. Untuk menambah wawasan  dianjuran pula untuk mempelajari metodologi pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan kemampuan intelektual yang beragam.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *