PERKEMBANGAN FISIK DAN KESEHATAN

X Perkembangan fisik dan kesehatan
perkembangan fisik dan kesehatan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3: PERKEMBANGAN FISIK DAN KESEHATAN

Perkembangan fisik dan kesehatan Untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai karakteristik peserta didik, maka di samping memahami perkembangan aspek psikologis juga harus memahami perkembangan aspek fisik peserta didik. Perkembangan fisik sangat penting dipelajari, karena akan mempengaruhi perilaku anak-anak sehari-hari. Pengaruh perkembangan fisik secara langsung menentukan keterampilan anak dalam bergerak, sedangkan secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fisik akan mempengaruhi anak dalam memandang dirinya sendiri dan memandang orang lain. Hal ini akan tercermin dari pola penyesuaian diri anak secara umum

A. Tujuan
Setelah melaksanakan pembelajaran, peserta diklat diharapkan dapat memahami ciri-ciri perkembangan fisik remaja dan ciri-ciri remaja yang sehat
secara fisik; mengidentifikasi kondisi kesehatan fisik peserta didik dan menentukan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik yang memiliki
karakteristik fisik tertentu. Perkembangan fisik dan kesehatan

B. Indikator Ketercapaian Kompetensi
Indikator pencapaian kompetensi yang harus ditunjukkan guru setelah mempelajari modul ini, sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan ciri-ciri perkembangan fisik remaja.
2. Mendeskripsikan ciri-ciri remaja yang sehat secara fisik.
3. Menjelaskan dampak perubahan fisik terhadap perilaku,
4. Mengidentifikasi kondisi kesehatan fisik peserta didik.
5. Menentukan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik dengan kesehatan fisik kurang baik.

C. Uraian Materi Perkembangan fisik dan kesehatan
Pemahaman pendidik terhadap kondisi fisik peserta didik sangat penting, karena dalam kegiatan belajar tidak hanya melibatkan proses mental saja,
akan tetapi melibatkan kegiatan fisik. Menurut Makmun (2009:95) normalitas dari konstitusi, struktur, dan kondisi jasmaniah seorang anak akan
mempengaruhi normalitas kepribadiannya, khususnya yang bekaitan dengan masalah citra diri (body–image), konsep diri (self-concept), dan harga diri (self-esteem). Selain itu terlalu cepat atau keterlambatan dalam mencapai kematangan pertumbuhan fisik dan kesehatan juga akan menimbulkan
permasalahan terhadap sikap dan perilaku peserta didik pada umumnya, dan khususnya pada kegiatan belajar.

1. Perkembangan Fisik remaja Awal
Masa remaja adalah masa yang begitu penting dalam hidup manusia, karena masa tersebut terjadi proses awal kematangan organ reproduksi
manusia yang disebut sebagai masa pubertas. Matangnya organ reproduksi memungkinkan remaja pria mengalami mimpi basah dan
remaja wanita mengalami haid pertama atau menarche (Yusuf, 2006:7). Pubertas tidak sama dengan masa remaja, akan tetapi pubertas
merupakan awal yang penting yang menandai masa remaja. Masa remaja awal (early.dolescence) berlangsung di masa SMP atau SMA, dan
perubahan pubertas terbanyak terjadi pada masa ini (Santrock,2007:20). Selanjutnya Hurlock (2003:188) menyatakan bahwa pubertas adalah
suatu periode dimana terjadi pertumbuhan yang cepat dan perubahan proporsi tubuh yang mencolok.

2. Ciri-ciri Perkembangan Fisik Remaja dan Keanekaragaman Proporsi Tubuh
Selama masa remaja terjadi perubahan-perubahan pada seluruh tubuh, baik bagian dalam maupun bagian luar tubuh, baik perubahan struktur
tubuh maupun fungsinya. Faktanya hampir semua bagian tubuh perubahannya mengikuti irama yang tetap, sehingga waktu terjadinya dapat diperkirakan sebelumnya. Perubahan tersebut nampak jelas pada masa remaja awal.
Perubahan-perubahan fisik yang penting dan yang terjadi pada masa remaja menurut Sunarto (2002:82) adalah (1) perubahan ukuran tubuh;
(2) tubuh yang kurang proporsional; (3) ciri kelamin primer; (4) ciri kelamin  sekunder. Perbedaan proporsi tubuh di antara remaja disebabkan
percepatan pertumbuhan dan proses kematangan seksual

3. Dampak Perubahan Fisik
Perubahan fisik pada masa remaja berpengaruh terhadap keadaan fisik
dan psikologis remaja, diantaranya terhadap aspek emosional, sosial
maupun kepribadian. Hal ini akan memberikan pengaruh terhadap
karakteristik sikap dan perilaku remaja.: Menurut Ridwan (2004: 118-119)
beberapa pengaruh perubahan fisik terhadap sikap dan perilaku, yaitu :
a. Ingin menyendiri. Remaja mulai menarik diri dari teman-temannya dan
dari berbagai kegiatan keluarga.
b. Bosan. Remaja mulai bosan dengan permainan yang sebelumnya
amat digemari, bosan dengan tugas-tugas sekolah, kegiatan-kegiatan
sosial dan kehidupan pada umumnya.
c. Inkoordinasi. Pertumbuhan pesat dan tidak seimbang mempengaruhi
pada koordinasi gerakan. remaja merasa canggung dan janggal
selama beberapa waktu.
d. Antagonisme Sosial. Remaja seringkali tidak mau bekerja sama, sering
membantah dan menentang, bermusuhan antara dua jenis kelamin.
e. Emosi yang meninggi. Kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan
kecenderungan untuk menangis.
f. Hilangnya kepercayaan diri. Remaja banyak yang mengalami rendah
diri karena kritik yang bertubi-tubi datang dari orang tuanya
g. Terlalu Sederhana Remaja berpenampilan sangat sederhana karena
takut orang lain akan memperhatikan perubahan tubuhnya dan
memberi komentar yang buruk.

4. Cara Mengidentifikasi Pertumbuhan Fisik dan Kesehatan Fisik
Peserta Didik
Cara mengidentifikasi kondisi dan kesehatan fisik peserta didik di dalam
kegiatan belajar mengajar sama dengan cara identifikasi pada materi
pembelajaran 2.
5. Implikasi dalam Pembelajaran
Normalitas jasmaniah, keterlambatan, atau terlalu cepatnya dalam
mencapai kematangan dalam pertumbuhan fisik serta kesehatan dapat
menimbulkan permasalahan terhadap sikap dan perilaku peserta didik
pada umumnya dan pada kegiatan belajar khususnya. Berikut ini hal yang
dapat dilakukan guru.
a. Miliki data kondisi fisik dan kesehatan setiap peserta didik, dan
memperhatikan kesehatan peserta didik pada awal pembelajaran..
b. Beri perhatian khusus kepada peserta didik yang mengalami gangguan
panca indera
c. Miliki pemahaman yang empatik kepada peserta didik yang memiliki
penyakit kronis/bawaan dan tubuh kurang normal seperti cacat fisik.
d. Kerja sama dengan guru BK, wali kelas, dan orangtua, serta dengan
tenaga ahli (dokter dan psikolog) jika diperlukan penanganan khusus.
e. Bimbing peserta didik untuk mensyukuri keadaan fisiknya dan
bagaimana memelihara kesehatan serta menggunakan tubuhnya
secara efektif.

D. Aktivitas Pembelajaran Perkembangan fisik dan kesehatan
1. Kegiatan 1. Perkembangan Fisik dan Kesehatan Peserta Didik
a. Tujuan: melalui tugas diskusi dan membuat peta pikiran peserta
diharapkan dapat memahami materi perkembangan fisik dan kesehatan
peserta didik
b. Tugas:
1) Buatlah peta pikiran atau bagan tentang perkembangan fisik dan
kesehatan yang meliputi : a) Perkembangan aspek fisik, b) ciri-ciri
remaja yang sehat secara fisik, c) pengaruh perkembangan fisik
terhadap perilaku.
2) Bekerjalah dalam kelompok dan presentasikanlah hasil kegiatan.
2. Kegiatan 2. Kasus dan Alternatif Solusi
a. Tujuan: melalui tugas pemecahan kasus, dikusi kelompok, dan
presentasi peserta dapat mengidentifikasi kasus perkembangan fisik
dan kesehatan peserta didik dan menyusun alternatif solusi untuk itu.
b. Tugas
1) Curah pendapat mengenai kasus perkembangan fisik dan kesehatan
remaja yang terjadi di kelas peserta diklat dan mengkaji kasus yang
termasuk dalam lingkup perkembangan fisik dan kesehatan.
2) Pilih satu kasus, diskusikan dalam kelompok, usulkan alternatif untuk
membantu kasus tersebut dan presentasikan hasil kegiatan.

E. Latihan/Kasus/Tugas
1. Perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja terjadi sangat mencolok
dan jelas sehingga dapat mengganggu keseimbangan yang sebelumnya
terbentuk, hal ini sering menimbulkan emosi yang meninggi, jelaskan?
2. Mengapa guru harus memiliki pemahaman empatik dan perhatian kepada
peserta didik, terutama pada anak yang memiliki kelemahan, kecacatan,
atau memiliki penyakit yang kronis?
3. Kerjakanlah kasus yang ditangani Bu Milati, identifikasi gejala, dan
masalahnya serta usulkan alternatif solusi untuk itu. Bekerjalah dalam
kelompok dan presentasikan hasilnya

Bu Milati adalah guru IPA dan sedang menyusun program untuk menangani
beberapa peserta didik perempuan asuhannya di kelas 8 yang sering sakit
kepala, kejang, sakit perut yang kadang-kadang sampai muntah dan pingsan
saat mereka sedang menstruasi. Disamping itu mereka cenderung lebih
suka menyendiri dan mudah marah. Informasi yang berhasil dikumpulkannya
diperoleh dari peserta didik, teman-teman dekatnya, guru BK, dan sejawat
guru. Dari hasil wawancara dengan peserta didik diketahui mereka sering
merasa lelah, tertekan, dan nafsu makan yang menurun. Gejala-gejala
seperti ini baru mereka rasakan sejak mulai menstruasi.
F. RangkumanPerkembangan fisik dan kesehatan
1. Perkembangan fisik berpengaruh kepada perkembangan kepribadian,,
khususnya yang bekaitan dengan masalah citra diri(body–image) konsep
diri (self-concept), harga diri (self-esteem).
2. Pada masa remaja terjadi proses awal kematangan organ reproduksi
manusia yang disebut sebagai masa pubertas. Pubertas merupakan awal
yang penting yang menandai masa remaja. Pada masa pubertas terjadi
pertumbuhan fisik yang cepat dan perubahan proporsi tubuh yang
mencolok.
3. Ciri-ciri perkembangan tubuh remaja yaitu, perubahan ukuran tubuh,
proporsi tubuh yang kurang proporsional, ciri-ciri kelamin primer dan
sekunder.
4. Pengaruh perubahan fisik terhadap sikap dan perilaku peserta didik
diantaranya ingin menyendiri, bosan, inkoordinasi, antagonisme sosial,
emosi yang meninggi, hilangnya kepercayaan diri, terlalu sederhana.
G. Umpan Balik Dan Tindak Lanjut Perkembangan fisik dan kesehatan
Lakukan uji diri seperti yang dijelaskan pada pembelajaran ke-1. Anda dianjurkan
untuk berlatih menggunakan kasus di kelas Anda. Anda dianjurkan pula
mempelajari pengembangan aspek-aspek yang berpengaruh terhadap
kepribadian khususnya terkait masalah imej fisik (body-image), konsep diri
(selfconcept), self-esteem, dan harga diri. Penanganan kematangan
pertumbuhan fisik dan kesehatan yang terlalu cepat atau lambat sebaiknya
diperdalam agar bisa ditangani dengan tepat sehingga tidak sampai
menimbulkan masalah sikap, perilaku, dan pembelajaran.

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*