Penilaian Pencapaian Kompetensi Peserta Didik (Draft Raport)

Model Penilaian Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah

Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap pada Kementerian Agama mulai tahun pelajaran 2014-2015. Pada tahun pelajaran ini untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh provinsi pada kelas VII untuk semua mata pelajaran. Pelaksanaan kurikulum dilengkapi dengan buku acuan semua mata pelajaran baik buku untuk peserta didik maupun buku guru.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Pendidikan Madrasah, Dirjen Pendidikan Islam sesuai dengan tugas dan fungsinya, telah menyusunbuku pegangan guru dan buku pegangan siswa pendidikan agama Islam, yaitu : Qur’an Hadits, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab, dan telah menyusun “Model Pengembangan Penilaian Hasil Belajar” yang diharapkan dapat memfasilitasi pendidik dan satuan pendidikan untuk melaksanakan penilaian hasil belajar sesuai dengan standar penilaian dan mengantarkan peserta didik mencapai kompetensi yang ditetapkan, meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Direktorat Pendidikan Madrasah menyadari bahwa panduan ini belum sempurna, untuk itu semua masukan guna perbaikan dan penyempurnaan naskah ini sangat diharapkan. Selanjutnya diucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan dan penyempurnaan naskah ini.

 

Implementasi Kurikulum 2013 di semua jenjang pendidikan di Indonesia, termasuk untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) berimplikasi pada model penilaian pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian pencapaian kompetensi merupakan proses sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi untuk menentukan sejauhmana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.

penilaian pencapaian kompetensi pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, Pemerintah dan/atau lembaga mandiri. Penilaian pencapaian kompetensioleh pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kemampuan yang diharapkan secara berkesinambungan. Penilaian juga dapat memberikan umpan balik kepada pendidik agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses pembelajaran.

Data yang diperoleh pendidik selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau indikator yang akan dinilai. Melalui proses tersebut, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kurikulum masing-masing satuan pendidikan.

Penilaian oleh pendidik merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah
perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian kompetensi peserta didik, pengolahan, dan pemanfaatan informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian tersebut dilakukan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian projek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri. Penilaian pencapaian kompetensi baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Pencapaian kompetensi seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya dan tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh pendidik tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan.

Penyusunan perencanaan, pelaksanaan,pengolahan hasil penilaian serta pemanfaatannya
merupakan rangkaian program yang utuh, dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa
dipisahkan satu dengan yang lainnya. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu ada model penilaian yang dapat dijadikan sebagai salah satu acuan atau referensi oleh pendidik dan penyelenggaraan penilaian di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Pedoman Penilaian ini bertujuan untuk :

  1. Memberikan orientasi baru kepada para pendidik tentang penilaian pencapaian kompetensisesuai Kurikulum 2013;
  2. Memberikan wawasan secara umum tentang konsep penilaian yang dilaksanakan oleh pendidik;
  3. Memberikan rambu-rambu penilaian kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  4. Memberikan prinsip-prinsip pengolahan dan pelaporan hasil penilaian.

Isi pedoman ini meliputi antara lain penilaian pencapaian kompetensi peserta didik pada
kompetensi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dan model rapor beserta dengan
petunjuk pengisiannya. Hal tersebut mencakup pengertian, cakupan, perumusan indikator,
teknik penilaian dan bentuk instrumen, pelaksanaan penilaian, dan pengolahan hasil penilaian, serta pemanfaatan hasil penilaian.

Pedoman ini diperuntukkan terutama bagi:

  1. Para pendidik MTs sebagai pedoman dalam menyusun rancangan dan pelaksanaan penilaian serta laporan pencapaian kompetensi;
  2. Pelaksana pengawas pendidikan (pengawas dan kepala madrasah) untuk merancang program supervisi pendidikan yang berkaitan dengan penilaian di Madrasah;
  3. Pihak-pihak lain yang terkait dengan penilaian pencapaian kompetensi peserta didik.

Salah satu parameter utama keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 adalah tercapainya efektivitas pembelajaran, yaitu dengan dicapainya tujuan pembelajaran oleh peserta didik secara optimal sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut diperlukan penilaian pencapaian kompetensi peserta didik.

Melalui pedoman ini diharapkan para pendidik dapat menguasai penilaian pencapaian kompetensi peserta didik, baik konsep, pengembangan dan penerapannya sesuai mata pelajarannya. Pendidik yang baik tidak akan pernah berhenti belajar guna meningkatkan kompetensi dan performansinya.

Semoga, para pendidik diberi kemudahan dalam memahami pedoman ini dan menerapkannya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan penilaian. Pada akhirnya, peserta didik dapat memahami materi pelajaran secara bermakna, luas dan mendalam serta dapat menerapkannya pada berbagai konteks kehidupan sesuai dengan semangat Kurikulum 2013. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu pendidikan yang berkeadilan dapat tercapai.

Materi Model Penilaian Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) Lebih Lengkapnya dapat di unduh dengan file klick disini

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *