Menentukan Skor Penilaian Pada Soal Esai atau Uraian

Menentukan Skor Penilaian Pada Soal Esai atau Uraian

Setiap kegiatan ulangan yang telah diselesaikan oleh siswa, maka selanjutnya menjadi tanggung jawab dan kewajiban guru untuk mengoreksi lembar jawaban siswa. Koreksi soal tersebut tentunya dilakukan dengan manual oleh guru, pensekoran yang dilakukan guru tentu disesuaikan dengan kunci jawaban yang telah disediakan untuk penilaian pada soal esai. Biasanya skor untuk pilihan ganda akan diberikan 1 poin, skor soal melengkapi atau isian diberikan 2 poin, dan skor soal uraian tentunya relatif, mulai 3 hingga 5 poin.

Mengoreksi soal pilihan ganda tentu tidak menjadi hambatan bagi guru. Tinggal melihat jawaban siswa dan mencocokan dengan kunci. Bila benar maka tinggal memberikan skor. Demikian pula dengan soal melengkapi atau isian, bila jawaban siswa tepat maka skor maksimal pada tiap soal akan diperoleh, namun bila agak mirip-mirip maka tinggal memberikan skor lebih rendah lagi satu poin dari skor maksimal.

Permasalahan kerap terjadi pada koreksi soal uraian. Guru kadang mengalami ketidak konsistenan saat mengkoreksi soal-soal uraian. Hal ini terlihat dari skor yang diberikan guru.  Kadang siswa tidak puas dengan skor nilai yang diberikan guru  setelah mereka bandingkan dengan skor pada jawaban siswa lainnya. Kondisi ini bisa terjada ketika jumlah soal yang akan dikoreksi sangat banyak dan waktu untuk menyelesaikannya sangatlah sedikit.

Berikut ini  tips singkat cara koreksi soal uraian dengan bijak berdasarkan pengalaman yang saya lakukan ketika mengoreksi soal-soal ulangan harian terutama soal yang berbentuk soal uraian.

Caranya sebenarnya tidak rumit, mudah saja lakukan koreksi atau penilaian pada soal esai satu soal untuk semua peserta ulangan. Ketika anda akan mengoreksi soal ulangan maka lakukan koreksi satu soal terlebih dahulu untuk semua peserta. Misalnya anda memiliki siswa 29 orang, maka ketika anda mengoreksi soal nomor 1 koreksilah soal nomor satu tersebut untuk 29 siswa anda.

Dengan cara ini maka anda akan dapat membedakan jawaban siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Sehingga tidak akan ada perbedaan skor yang mencolok ketika jawaban siswa tersebut hampir sama.

Dalam mengoreksi soal guru harus obyektif. Soal uraian kerap membuat guru sedikit kualahan dalam memberikan skor penilaian. Terkadang skor yang diberikan guru pada jawaban yang sama kadang berbeda.

Penyebabnya karena guru kadang mengoreksi terlalu banyak, sehingga jawaban siswa kurang dapat disimak dengan baik. Hal ini menyebabkan terkadang skor yang diberikan guru berbeda padahal jawabnya sama.

Bila hal ini terjadi maka akan sangat fatal bagi guru. Satu,siswa yang diberikan nilai yang tidak sesuai akan merasa kecewa kepada anda.

Kedua, tingkat keadilan anda pada siswa juga akan dinilai kurang. Bisa saja siswa akan menilai anda sebagai guru yang kurang adil. Jelas ini tidak anda harapkan sama sekali.

Lalau bagaimana mengoreksi soal uraian yang lebih objektif?

Agar lebih objektif dalam menilai soal uraian ada beberapa langkah yang harus Anda laksanakan, sehingga siswa akan merasa puas dengan penilaian yang Anda laksanakan.

Pertama, siapkan terlebih dahulu lembar soal sekaligus lembar jawaban yang akan dikoreksi. Untuk lembar soal cukup sediakan selebar lembar soal untuk memudahkan di dalam mengkoreksi.

Kedua, baca soal terlebih dahulu. Selanjutnya koreksi soal pertama. Mungkin hal tersebut hal lumrah dalam koreksi soal uraian. Namun bedanya baca dan koreksi satu soal untuk semua peserta. Artinya jika Anda akan mengoreksi soal pertama, maka Anda harus mengoreksi soal pertama untuk semua peserta ulangan/ujian.

Dengan mengoreksi seperti itu Anda akan dapat menemukan beda jawaban dengan jelas. Sehingga keobyektivan dalam penilaian akan jelas.

Anda pun akan lebih mudah dalam memberikan skoring. Sehingga siswa akan merasa mendapatkan nilai yang adil.

Baca : Analisis Koreksi Nilai Ulangan Aplikasi Master Excel Bagi Guru

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *