Pengertian Pembelajaran

pengertian pembelajaran

Pengertian Pembelajaran adalah serangkaian proses yang dilakukan oleh guru agar siswa belajar. Dari sudut pandang siswa, pembelajaran merupakan proses yang berisi seperangkat aktivitas yang dilakukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran  (Abidin, 2012: 3). Pembelajaran harus direncanakan sedemikian rupa sehingga siswa dapat mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut. Rancangan pembelajaran atau desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi. Dalam mengelola pengertian pembelajaran, guru melaksanakan berbagai langkah kegiatan, salah satunya adalah merancang pembelajaran dengan perencanaan pembelajaran yang disusun untuk memenuhi harapan dan tercapainya tujuan pembelajaran. Perencanaan yang dimaksud yakni suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipasif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang ditetapkan (Uno, 2008:2). Perencanaan atau perancangan ini sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Itulah sebabnya dalam belajar, siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar, tetapi mungkin berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai  untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu, pembelajaran memusatkan perhatian pada “bagaimana membelajarkan siswa”, dan bukan pada “apa yang dipelajari siswa” (Uno, 2008:2-3). Perencanaan proses pembelajaran meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Baca juga : Pelaksanaan Pembelajaran

RPP dan  Komponennya

Menurut Wikipedia Pengertian Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.

 Proses Pembelajaran dan Memaknai Pengertian Pembelajaran

Sejak kecil, hingga tua nanti, seseorang akan mengalami keadaan yang disebut belajar. Pengalaman hidup, keahlian, kecakapan dan kesungguhan dalam menjalani hidup merupakan bentuk dari seseorang mengerti akan *pengertian pembelajaran*. Pembelajaran seumur hidup merupakan pengertian ketika kita sebagai manusia memahami konsep dan ilmu dalam mempengaruhi kehidupan bermasyarakat dengan pembelajaran. Dalam hidup, manusia akan terus mengalami proses pembelajaran dan pengertian makna belajar di mana pun dan kapan pun manusia tersebut berada. Dalam konteksnya, definisi pembelajaran berbeda-beda. Namun, inti proses pembelajaran tersebut adalah sebagai sarana manusia dalam transfer ilmu dan mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat dalam keseharian.

    Komponen dalam Memahami Pengertian Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan interaksi secara dua arah sehingga seluruh komponen terkait harus memiliki hubungan timbal balik yang baik pula. Komponen-komponen dalam memahami pengertian pembelajaran di antaranya: 1. Guru atau Pendidik Pendidik atau guru dikatakan baik jika memiliki kemampuan dan kapasitas dalam memotivasi peserta didik agar melaksanakan belajar dengan kesenangan. Dengan motivasi yang diberikan, diharapkan peserta didik dapat menerima materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan yang akan diaplikasikan pada kehidupan bermasyarakat. Jika pendidik dan peserta didik dapat memahami pengertian pembelajaran dengan baik dan benar, tujuan pembelajaran dalam memperoleh ketuntasan produk belajar akan tercapai, begitu pulakompetensi  pembelajaran akan terurai dan teraplikasikan dengan baik. Pendidik memegang peranan penting dalam mengatur proses belajar mengajar sehingga makna dari definisi pembelajaran terakumulasi dalamsistematika belajar integral. Tindakan pendidik dalam wujud pengertian pembelajaran di antaranya memberikan materi, semangat, aplikasi diri yang baik, refleksi pembelajaran, memberikan proses belajar mengajar yang kondusif dan menyenangkan. Pendidik yang baik memiliki kemampuan dan kapasitas dalam menangani suatu situasi dan kondisi. Dengan kata lain, dapat mengitegrasikan kegiatan belajar mengajar dengan metode pembelajaran yang seimbang dan dinamis. 2. Peserta Didik Peranan peserta didik dalam proses pembelajaran guna memahami pengertian pembelajaran adalah sebagai penerima materi dan pebelajar. Seorang peserta didik memiliki hak untuk menanyakan apa yang tidak ia ketahui pada pendidik, ini merupakan acuan sederhana dalam kegiatan belajar mengajar. Di samping itu, peserta didik harus mampu memberikan kontribusi yang sama dalam pencapaian kompetensi belajar dan ketuntasan produk. Diharapkan peserta didik dapat menyeimbangkan atau bersinergi dalam menciptakan kegiatan belajar mengajar yang baik. 3. Media Pembelajaran Media dalam pemahaman pengertian pembelajaran dalah perantara yang digunakan saat proses pembelajaran berlangsung. Media dapat berupa alat komunikasi maupun teknologi, seperti komputer, televisi, dan radio. Selain itu, internet juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Penggunaan media tersebut bertujuan untuk memudahkan proses pembelajaran, sehingga materi dari pendidik dapat tersampaikan dan diterima dengan baik. Sekali lagi pemahaman pengertian pembelajaran dapat terjadi dikarenakan komunikasi dua arah antar pendidik dan peserta didik. 4. Materi Pembelajaran Materi yang diberikan mencakup tiga aspek penting, yaitu aspekkognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Dengan keitga aspek itu, hasil proses pembelajaran dengan tujuan pemahaman/pengertian pembelajaran/ dapat dioptimalkan. Sementara itu, materi pembelajaran yang diberikan dapat berupa konsep-konsep yang ditanamkan pada peserta didik.

    Prinsip dalam Pemahaman Pengertian Pembelajaran

1. Motivasi Walaupun motivasi dapat timbul secara langsung dalam diri maupun terlebih dahulu harus diberikan oleh orang lain, sepertiguru, orangtua, maupun teman. Proses pembelajaran yang baik akan membangkitkan motivasi peserta didik. Motivasi terkait erat dengan minat. Dalam proses pembelajaran guna mencapai pemahaman pengertian pembelajaran. Motivasi berfungsi sebagai pemompa semangat anak didik agar terus terpacu untuk belajar. Anak didik dengan motivasi belajar yang tinggi akan terus bersemangat untuk menyelidiki apa yang disukainya sehingga ia akan belajar dengan lebih giat. Motivasi dapat diamati dengan mudah melalui tingkah laku yang ditunjukkan anak didik. Anak didik yang memiliki motivasi tinggi akan memiliki semangat dan rasa tidak kenal menyerah dalam mempelajari sesuatu. Rasa keingintahuannya sangat besar. Dari segi positifnya,  ia dapat mengubah sesuatu yang sulit menjadi sebuah tantangan sehingga pandangan mengenai hal yang sulit dapat diubah menjadi tantangan menyenangkan. Pendidik dalam kasus ini mempunyai peran penting untuk mengarahkan motivasi pesrta didik ke arah positif, seperti mengubah cara pandang terhadap suatu masalah serta mengajarkan cara mengatasinya dengan memberikan perhatian dan saranayang dibutuhkan. Perhatian yang diberikan oleh pendidik memberikan andil besar karena tanpa perhatian, proses pembelajaran tidak akan terjadi. 2. Keaktifan Proses pembelajaran guna pemahaman pengetian pembelajaran yang pasif tentunya tidak akan efektif. Sebisa mungkin peserta didik harus didorong untuk aktif, baik aktif bertanya maupun aktif menyampaikan aspirasi dan keinginannya. Keaktifan dapat ditunjukkan dengan kegiatan fisik yang dapat dengan mudah ditangkap seperti bertanya, membaca, menulis, dan mendengar. Sementara, keaktifan yang sulit diamati berupa kegiatan psikis yang melibatkan otak seperti mencari pemecahan masalah, memahami konsep, dan sebagainya. Kegiatan belajar membutuhkan banyak latihan. Semakin sering berlatih dan mengulang materi yang diberikan, peserta didik akan semakin mahir dan mengerti hal yang telah ia dapatkan. Selain itu, kreativitas anak didik biasanya muncul setelah ia menguasai apa yang ia pelajari karenakonsep yang ia miliki sudah matang dan tertata. 3. Terlibat langsung Proses pembelajaran guna pemahaman pengetian pembelajaran dapat teraplikasi secara baik apabila suatu tindakan belajar dilakukan sendiri oleh peserta didik, bukan pembelajaran yang diwakilkan. Peserta didik mengalami sendiri proses belajar dan mengamati setiap detailnya sehingga ia mampu mendeskripsikan apa yang ia alami. Contohnya, seseorang ingin tahu cara membuat batik. Dia belajar melaluibuku atau sekadar mendengar cerita dari pembuat batik akan kurang efektif karena kesempatan untuk beraktivitas dan mencari tahu sendiri tidak diberikan. Sementara itu, ketika seseorang mengamati langsung dengan proses pembuatan batik, akan lebih efektif. Hak itu karena dia terjun langsung dan melakukan aktivitas lainnya. Itulah pengertian pemahaman pembelajaran secara eksplisit. Kita belajar dengan menyerap 10% dari yang kita baca, 20% dari yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan. Data tersebut menunjukkan bahwa belajar tidak akan efektif jika keaktifan hanya dilakukan oleh guru, sedangkan anak didik dibiarkan mendengarkan karena anak didik hanya akan menyerap 20% dari semua yang dijelaskan oleh guru. Lain halnya jika anak didik dibebaskan untuk melakukan apa yang mereka inginkan, kemudian bertanya jika tidak mengerti, lalu mendeskripsikan apa yang ia alami. Ia akan mampumengingat 90% dari apa yang ia lakukan. Pemahaman pengertian pembelajaran semakin teraplikasi dengan baik, dengan proses sinergisitas kemampuan secara keseluruhan. 4. Pengulangan Ibarat pisau yang diasah berkali-kali akan menjadi semakin tajam, pengulangan materi pelajaran yang telah didapat juga dapat mempertajam ingatan. Pengulangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, menuliskannya kembali setelah membaca, membuat catatan kecil, atau melakukan tanya jawab dengan teman mengenai materi yang sudah dipelajari. 5. Tantangan Belajar dapat diumpamakan sebagai medan yang sulit, sehingga untuk mengatasinya diperlukan kemampuan untuk menaklukkan medan tersebut. Caranya, peserta didik diberi motivasi untuk mengubah tantangan yang sulit tadi menjadi sesuatu yang menyenangkan dengan caranya sendiri. Semangat untuk menyelesaikannya pun akan timbul. Jika tantangan dapat diatasi, tujuan belajar pun tercapai. Dalam pencapaiannya, peserta didik dipahamkan akan pengertian pembelajaran melalui tantangan nyata secara materi ataupun psikologi. 6. Perbedaan Karakter Individu Masing-masing orang memiliki karakter berbeda. Sikap dan caranya dalam menjawab tantangan pun berbeda-beda. Pendidik harus dapat memberikan perlakuan sesuai karakteristik yang dimiliki anak didiknya. Metode pengajaran dan pengertian pembelajaran yang terarah dengan baik secara simultan, pada akhirnya dapat dipahami peserta didik. Namun, proses pemahamannya akan mengalamiperbedaan. Ada yang perlu dijelaskan berulang kali, ada pula yang dapat langsung mengerti setelah dijelaskan. Pendidik harus pandai-pandai dalam memberikan perhatian khusus bagi anak didik terutama dengan karakteristik yang berbeda dengan lainnya agar tetap bisamenerima materi dengan baik. Perbedaan karakter individu harus mendapat sorotan lebih dari pendidik untuk menciptakan suasana belajar kondusif dan memiliki timbal balik. Hal yang kerap ditemukan adalah pendidik memperlakukan semua peserta didik dengan sama, seolah-olah mereka semua tidak memiliki perbedaan, sehingga dapat memahami apa yang diberikan pendidik dengan baik. Proses pembelajaran yang seperti itu akan membuat peserta didik, terutama yang tidak dapat mengikuti pelajaran dapat menjadi tertekan dan kehilangan motivasi untuk belajar. Pengertian pembelajaran semakin termaktub menandakan bahwa ketuntasan produk dalam pencapiankompetensi belajar tercapai. referenssi : https://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran http://www.anneahira.com/pengertian-pembelajaran.htm  

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *