Pendekatan Pendidikan Holistik Berbasis Parenting di TK

Pendekatan Pendidikan Holistik Berbasis Parenting di TK
Pendekatan Pendidikan Holistik Berbasis Parenting di TK
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Pendidikan holistik merupakan solusi yang tepat atas berbagai permasalahan yang timbul melanda bangsa kita saat ini, mulai rendahnya kualitas sumberdaya manusia sampai krisis moral dan karakter bangsa yang diakibatkan oleh lemah sistem pendidikan yang masih didasarkan pada pola pendidikan abad 19 yang reduksionis, linear dan kental dengan positivisme, sehingga peserta didik sangat sulit untuk menemukan makna dan relevansi antara nilai-nila yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan pendidikan holistik merupakan suatu filsafat pendidikan yang bertujuan membantu pengembangan peserta didik secara utuh, seimbang dan menyeluruh (holistik). Yang meliputi aspek intelektual, emosional, fisik, kreativitas/estetika, sosial, dan spiritual, dalam suasana pembelajaran yang agamis, humanis dan menyenangkan. Melalui pengalaman berinteraksi dengan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, sehingga peserta didik dapat menemukan identitas diri, tujuan hidup dalam kesadaranya sebagai makhluk Allah.

Pendidikan pendidikan holistik berbasis parenting adalah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan karakter dengan pendidikan yang mengoptimalkan perkembangan seluruh potensi anak (kognitif, fisik, sosial-emosi, kreativitas, dan spiritual). Sebuah pendekatan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan anak sebagai manusia yang seutuhnya, yaitu manusia yang sehat, cerdas, tangguh, berdaya saing dan berkarakter/ berakhlak mulia, yang dikembangkan melalui kegiatan stimulasi pengembangan potensi anak secara optimal dengan didukung kerjasama kemitraan yang harmonis antara guru dan orang tua melalui kegiatan parenting. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat tercapai terwujudnya manusia Indonesia yang seutuhnya, sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003.

Pendidikan holistik berbasis parenting pada anak usia dini di Taman kanak-Kanak adalah suatu upaya pembinaan bagi peserta didik yang berusia 0 sampai 6 tahun yang dilakukan melalui berbagai stimulasi pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan seluruh potensi mereka yang mencakup potensi fisik, emosi, sosial, kreativitas, spritual dan intelektual secara menyeluruh sehingga menjadi manusia yang seutuhnya dan berkarakter unggul. Dengan dukungan kegiatan parenting yang terprogram melalui buku komunikasi yang secara priodik disampaikan pada orang tua, serta ditambah dengan pertemuan orang tua yang secara terjadwal membahas mengenai permasalahan perkembangan anak.

Pendekatan pendidikan holistik berbasis parenting di TK merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan agama, pendidikan karakter/akhlak mulia dengan pendidikan yang mengoptimalkan seluruh potensi peserta didik dalam satu kesatuan yang utuh, yang meliputi potensi kognitif, fisik, sosial-emosi, kreativitas, dan spiritual. Dalam implentasi pelaksanaan pendekatan ini diwujudkan dalam sebuah program pendidikan secara utuh di Taman Kanak-Kanak. Pendekatan pendidikan holistik berbasis parenting dalam upaya membentuk karakter anak usia dini . Pelaksanaan pendekatan pendidikan holistik berbasis parenting selanjutnya dijelaskan melalui tahapan sistematika sebagai berikut: Pertama, program pendidikan holistik berbasis parenting, Kedua, pelaksanaan pendekatan pendidikan holistik berbasis parenting, ketiga evaluasi pendidikan holistik berbasis parenting, dan keempat kegiatan parenting.

Program pendidikan holistik berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak adalah suatu perencanaan dalam melaksanakan upaya pembinaan dan pengembangan diri peserta didik yang berusia 4 sampai dengan 6 tahun secara utuh, dan menyeluruh (manusia holistik) yang meliputi aspek agama, karakter/akhak mulia dan aspek lainya yang meliputi intelektual, sosial, emosional, fisik, dan kreativitas melalui stimulasi edukatif dan religius dalam suasana pembelajaran yang agamis, humanis dan menyenangkan, agar peserta didik dapat menemukan jati dirinya, menemukan makna serta tujuan hidup sehingga menjadi anak yang cerdas, sholeh dan berakhlak mulia sebagai pondasi dalam membangun manusia yang seutuhnya dan berkarakter unggul.

Sistematika program pendidikan holistik berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak meliputi: Pertama, pendahuluan yang mencakup (a) latar belakang, pendidikan holistik berbasis karakter (b) pernyataan visi untuk mewujudkan manusia holistik yang berkarakter, (d) pernyataan misi yang berisi cara mewujudkan impian dalam visi, (e) tujuan pendidikan holistik berbasis karakter (c) konsep pendidikan holistik berbasis karakter, dan (d) strategi pendidikan holistik berbasis karakter di TK Assalam kota Bandung. Kedua, kegiatan pendidikan holistik berbasis karakter yang mencakup (a) kegiatan pembelajaran berbasis karakter, (b) kegiatan ko parenting, (c) kegiatan ekstrakurikuler, (d) kegiatan ko kurikuler, dan (e) jadwal kegiatan pendidikan holistik berbasis karakter. Ketiga, ketenagaan, sentra pembelajaran dan sarana prasarana. Keempat, kalender pendidikan dan dokumen perencanaan yang meliputi perencanaan tahunan, semester, mingguan dan harian.

Pelaksanaan pendidikan holistik berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak meliputi empat kegiatan (a) kegiatan pembelajaran terintegrasi berbasis karakter, (b) kegiatan ko-parenting, (c) kegiatan ekstrakurikuler, dan (d) kegiatan ko kurikuler.

Pembelajaran terintegrasi berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran yang patut dan sesuai tahap perkembangan anak (DAP) dengan pendekatan kelompok, sentra dan proyek serta menggunakan metode pembelajaran metode yang dapat mendukung optimalisasai seluruh aspek perkembangan anak yakni student active learning , inquiry based learning, contextual learning, brain based learning dan pendidikan karakter yang diberikan secara eksplisit, sistematis dan berkesinambungan dengan melibatkan aspek knowing the good, loving the good, and acting the good, melalui metode bernyanyi, bercerita dan bermain peran.

Langkah-langkah pembelajaran dalam pembelajaran terintegrasi berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak terdiri dari kegiatan sapa pagi, jurnal pilihan, morning circle, pembelajaran pilar karakter yang mencakup salah satu dari dimensi pengetahuan (knowing), perasaan (feeling), dan perbuatan (acting), makan bersama, bermain bebas, pembelajaran sentra umum, sentra agama dan kegiatan penutup/evaluasi.

Kegiatan parenting dalam pendekatan pendidikan holistik berbasis parenting, merupakan kegiatan kerjasama kemitraan antara sekolah dengan orang tua. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran di TK dalam hubungannya dengan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak dan pembinaan nilai-nilai karakter, dengan tahapan kegiatan sebagai berikut: Pertama, memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran satu minggu kedepan melalui buku komunikasi. Kedua, memberikan laporan perkembangan anak setiap 3 minggu sekali melalui buku komunikasi. Ketiga, memberikan tips-tips penerapan pendidikan karakter setiap tiga minggu sekali. Keempat, memberikan kuesioner tentang keberhasilan pendidikan karakter setiap tiga minggu sekali. Disamping itu untuk memberikan pencerahan kepada para orang tua dalam pengasuhan anak dilakukan seminar parenting yang dilakukan setiap bulan.

Kegiatan ekstrakurikuler di TK adalah bagian integral dari pelaksanaan pendidikan holistik berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak. Kegiatan ini dilakukan untuk menyalurkan bakat dan minat anak serta mendukung pengembangan aspek-aspek perkembangan dan pembentukan karakter anak melalui kegiatan tari, futsal dan lacy yang dilaksanakan setiap hari sabtu atau hari-hari setelah pulang sekolah selama 1 jam. Adapun skenario kegiatan: diawali pembukaan, yang diisi dengan berbaris, salam, berdoa dan berdialog tentang perasaan anak dan dihubungkan dengan karakter. Kegiatan inti menyangkut pelaksanaan kegiatan yang langsung dibimbing oleh guru. Kegiatan penutup diisi dengan riview kegiatan, refleksi tentang perasaan anak setelah mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, dan menyampaikan pesan-pesan tentang pilar karakter yang sedang beralangsung minggu itu. Kemudian ditutup dengan berdoa bersama.

Kegiatan ko kurikuler dalam pendekatan pendidikan holistik berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak adalah bagian integral dari pelaksanaan pendidikan holistik berbasis karakter, karena dalam kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan seluruh aspek perkembangan dan pembentukan karakter anak. Kegiatan kokurikuler yang berhubungan dengan Peringatan Hari Besar Nasional, dan Peringatan Hari Besar Islam dilaksanakan sesuai dengan tanggal masing-masing. Sementara kegiatan lainnya seperti parents conseling, field trip/outing class, pemerikaan kesehatan, pengenalan lingkungan sekolah, pentas seni, praktek manasik haji, praktek ibadah zakat dan praktek ibadah qurban, pelaksanaannya disesuaikan dengan kalender pendidikan di TK.

Kegiatan evaluasi dalam pendidikan holistik berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak dilaksanakan melalui: (1) observasi, yaitu sistem penilaian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan kemajuan anak dalam semua aspek perkembangan dan nilai-nilai karakter, (2) pencatatan anekdot (anecdotal record), yaitu penilaian yang berhubungan dengan kejadian penting dalam setiap aspek perkembangan dan karakter anak, (3) penilaian portofolio, yaitu penilaian yang berhubungan dengan hasil karya anak, rekaman pembicaraan anak, atau poto-poto kegiatan anak dalam kurun satu semester, (4) kuesioner, yaitu penilaian yang berhubungan dengan kemajuan anak dalam pilar karakter yang dilakukan orang tua.

Penerapan pendidikan holistik berbasis parenting pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bidang agama, kognitif, bahasa, sosial, emosional, fisik dan kreatifitas melebihi standar tingkat pencapaian perkembangan anak yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 58 tahun 2009, terutama dalam kemampuan keagamaan. Dan dapat meningkatkan karakter /akhlak mulia anak TK Assalam, yang ditunjukan dengan kebiasaan anak TK Assalam dalam menerapkan nilai-nilai karakter sesuai dengan indikator dalam sembilan (9) pilar karakter yang meliputi : (1) Cinta Tuhan dan Segenap Ciptaan-Nya, (2) Tanggung jawab, Kedisiplinan, dan Kemandirian, (3) Kejujuran/ Amanah dan Diplomasi, (4) Hormat dan Santun, (5) Dermawan, Suka Menolong, dan Gotong-royong Kerjasama, (6) Percaya Diri, Kreatif, dan Pekerja Keras, (7) Kepemimpinan dan Keadilan, (8) Baik dan Rendah Hati, (9) Toleransi, Kedamaian, dan Kesatuan, dan ditambah . dengan pilar K4 (kebersihan, kerapian, kesehatan dan kemanan) baik di sekolah maupun di rumah.

Baca Juga : Membentuk Sikap Percaya Diri Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*