Membentuk Sikap Percaya Diri Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Membentuk Sikap Percaya Diri Pada Pendidikan Anak Usia Dini
Membentuk Sikap Percaya Diri Pada Pendidikan Anak Usia Dini
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Pendidikan anak usia dini merupakan peletak dasar dalam upaya pembentukan manusia indonesia yang seutuhnya dan  berkarakter unggul. Usia dini adalah masa-masa yang paling kritis dalam peletakan fondasi ini. Apabila pada saat usia dini peserta didik mendapatkan pendidikan yang tidak tepat, akan menyulitkan pada pendidikan tahap-tahap selanjutnya. Usia dini adalah usia yang strategis dan memiliki peran penting dalam meletakan dasar-dasar dan fondasi untuk pembentukan fondasi manusia yang seutuhnya dan pengembangan pendidikan karakter serta  pengembangan kemampuan lainya sehingga anak siap untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.  Usia dini merupakan masa emas perkembangan, yang keberhasilannya sangat menentukan kualitas anak di masa dewasanya.

Pada periode tersebut seluruh aspek perkembangan anak sangat peka, sehingga masa ini perlu dikelola secara optimal melalui upaya berbagai stimulasi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Maria Montesori dalam (Hurlock, 1978:13), menyebutnya dengan istilah periode kepekaan (sensitive period). Oleh karena itu pembentukan manusia holistik pada masa ini harus dilakukan secara optimal, dalam arti mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik, bukan hanya aspek kognitif atau akademik saja, tetapi seluruh aspek yang meliputi fisik, sosial, emosional, kreatifitas, intelektual dan spritual, sebagai upaya pembentukan individu yang utuh, yang yang cerdas, handal, tangguh serta siap  menghadapi dunia yang penuh tantangan dan cepat berubah, serta mempunyai kesadaran spiritual bahwa dirinya adalah bagian dari keseluruhan alam.

Disamping itu pembentukan karakter anak yang berkualitas harus dibentuk sejak dini. Karena usia dinimerupakan masa kritis bagi pembentukkan karakter seseorang. Banyak pakar mengatakan bahwa kegagalan penanaman karakter pada seseorang sejak usia dini, akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Selain itu, menanamkan moral kepada anak adalah usaha yang strategis. Ada sebuah pepatah yang dikemukakan oleh Lickona, dalam (Megawangi 2011:56): “Walaupun jumlah anak-anak hanya 25% dari total jumlah penduduk, tetapi menentukan 100% masa depan”. Jadi pendidikan anak saat usia dini memiliki peran penting dalam meletakan fondasi untuk pengembangan kemampuan anak secara utuh yang meliputi fisik, sosial, emosional, kreatifitas, intelektual dan spritual, dan pengembanganpendidikan karakter sehingga anak siap untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Fungsi pendidikan anak usia dini  adalah,“membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya”.(UU Sisdiknas No 20  Tahun 2003 Bab 1, Pasal 1, Butir 14). Sedangkan tujuan pendidikan anak usia dini  adalah : Usaha untuk (1) membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, (2)mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan. (Puskur-Balitbang Depdiknas  2007).

Salah satu tujuan pendidikan anak usia dini adalah untuk  mengembangkan sikap percaya diri dan sikap menghargai dirinya. Banyak anak yang pintar secara akademik, mahir berolah raga, pandai dalam berbicara, dengan demikian mereka memiliki konsep diri yang positif. Namun sebagian dari mereka kurang menghargai sifat ini, sehingga mereka memiliki penghargaan diri (self esteem) yang rendah. Mereka melihat dirinya sebagai orang yang tidak berhasil ketika prestasinya tidak sesuai dengan harapan mereka, cemas dan selalu takut akan kegagalan. Sikap percaya diri dan penghargaan terhadap diri merupakan aspek kepribadian yang penting untuk dikembangkan pada anak usia dini. Sebagian anak memiliki rasa percaya diri dan hal ini sangat tergantung kemampuan yang dimiliki dirinya. Kurang percaya diri pada anak akan menghambat pengembangan potensi –potensi yang lainya. Oleh karena itu para orang tua dan guru di TK khususnya hendaknya memiliki kemampuan dan pengetahuan bagaiman menumbuhkan sikap percaya diri dan menghargai dirinya sejak usia dini. Karena konsep kepriadian adalah aspek pokok bagi manusiadalam berbagai kegiatan. Yang berhubungan dengan orang lain dalam memahami ucapan, tindakan, dan pemikiran kita yang dinilai sebagai bagian penting dalam pengembangan kerpercayaan diri dan rasa penghargaan terhadap diri yang positif. Secara tersirat, kebutuhan untuk mengembangkan rasa menghormati sesama adalah penting.Melihat pentingnya masalah ini untuk dikaji, maka penulis mencoba untuk menyampaikan penjelasan mengenai sikap menghargai diri dan sikap percaya diri pada anak usia dini.

Baca Juga : Fungsi TIK dalam Pembelajaran Pendidikan PAUD

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*