Pendekatan Holistik dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Pendekatan Holistik dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Pendekatan Holistik dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Anak sejak lahir sampai usia delapan tahun adalah pengalaman yang unik dan masa kritis dalam pengembangan dan pembelajaran. Pembelajaran anak saat usia dini akan membentuk landasan bagi kehidupan anak. Pengembangan pendidikan holistikpada anak usia dinimemiliki lingkup yang jauh lebih luas dari hanya sekadarmengembangkan keterampilan dan pengetahuan anak. Banyak faktor, seperti lingkungan sosial budaya, lingkungan fisik, dan keyakinan spiritual orang tuaatau pengasuhyang berpengaruh pada perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu orang tua, pendidik, masyarakat, dan pemerintah, memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan menyeluruh pada anak usia dini melalui pendekatan holistik.

Di setiap negara penyelenggaraan pendidikan anak usia dini telah menerapkan pendekatan pendidikan holistik. Pendekatan pendidikan holistik dianggap tepat dalam proses pengembangan anak usia dini. Menurut The Australian Department of Education, Employment and Workplace Relations (2009:3) adalah :

Proses pembelajaran yang memperhatikan keterkaitan antara pikiran, tubuh dan jiwa. Ketika pendidik anak usia dini mengambil pendekatan holistik mereka harus memperhatikan kesejahteraan fisik anak-anak, personal, sosial, emosional dan spiritual serta aspek pembelajaran kognitif.Semua komponen dalam pendekatan holistik terintegrasi dan saling berhubungan dari mulai perencanaan sampai penilaian.Pendidik holistik harus memahami hubungan antara anak, keluarga dan masyarakat dan pentingnya hubungan timbal balik dan kemitraan untuk proses belajar. Sebuah pendekatanyangholistik dalam proses pembelajaran harus terkoneksi dengan alam. Pendidik harus memiliki kapasitas untuk memahami dan menghormati lingkungan alam yang saling ketergantungansatu sama lain.

Dalam melaksanakan pendekatan holistik hendaklah seorang pendidik memahami perkembangan holistik pada anak usia dini, pertama-tama perlu dipahami terlebih dahulu substansi tentang apa itu anak usia dini, bagaimana karakteristik anak usia dini. Tentang siapa itu anak usia dini, National Assosiation Education for Young Children (NAEYC), menyampaikan bahwaanak usia dini adalah “sekelompok individu yang berada pada rentang usia antara 0 sampai dengan 8 tahun”. Sementara di Indonesia sesuai dengan Pasal 28 UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003 ayat 1, rentang anak usia dini adalah 0-6 tahun. Terlepas dari rentang usia tertentu, pengembangan anak usia dini merupakan masa perubahan fisik, psikologis, dan kognitif yang luar biasa yang sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Bahkan Santrock dan Yussen (1992:71)menganggap usia dini “merupakan masa yang penuh dengan kejadian-kejadian yangpenting dan unik yang meletakkan dasar bagi seseorang di masa dewasa”.

Pada saat anak-anak mulai masuk di TK, mereka telah mencapai beberapa tingkat kemandirian yang telah ditanamkan orang tuanya di lingkungan keluarga, baik dalam pengembangan khasanah kemampuan intelektual, sosial, fisik dan emosional. Anak-anak telah memiliki kemampuan untuk berbicara, bahkan beberapa dari mereka memahami lebih dari satu bahasa. Anak-anak datang ke sekolahmembawa keterampilan dan bakat individual mereka. Oleh karena itu sekolah, dalam hal ini TK harus siap untuk melayani meraka dengan seoptimal mungkin.Peran pendidikan Taman Kanak-Kanak adalah untuk mempersiapkan anak-anak untuk perjalananbelajar seumur hidup. Dan tujuan utama daripendidikan TK adalah “untuk mendukung dan mendorong perkembangan anak secara holistik”,(Ministry of Education Singapore : 2003:7).

Secara khusus proses pendidikan holistik di TK harus mampu mempersiapkan anak untuk mendapatkan tantangan kehidupan dan tantangan akademik. Dan untuk memelihara kesehatan, keutuhan, dan rasa ingin tahu anak, dengan cara memaksimalkan potensi bawaan anak-anak, mengembangkan keterampilan, nilai-nilai, dan semangat anak untuk belajar. Lembaga pendidikan anak usia dini di TK harus berupaya untuk menciptakan suatu aktivitas pengembangan secara keseluruhan, melalui penguasaan pengetahuan, penguasaan keterampilan dan pembentukan karakter. Para pendidik holistik hendaknya membantu anak-anak untuk menemukan bakat mereka sendiri, dan untuk mewujudkan potensi mereka secara utuh, menjamin kesetaraan belajar bagi semua anak, dan menghormati keragaman perbedaan budaya dan individu. Dan juga sangat penting untuk selalu menumbuhkan perasaan positif anak tentang dirinya, hubungan mereka dengan teman-teman sebaya , keluarga dan masyarakat.

Pemahaman pendidik tentang bagaimana anak-anak belajar dan perencanaan yang optimal dengan memperhatikan perkembangan anak di TK akan sangat bermanfaat bagi anak dalam berbagai hal. Diantara manfaat tersebut sebagaimana disampaikan (Ministry of Education, Canada:2010:17): sebagai berikut :

Anak akan (1) menemukan dan menghargai karunia yang ada pada dirinya, (2) mendapatkan kepercayaan melalui rasa memiliki, (3) memahami bahwa mereka dapat memberikan kontribusi berharga untuk masyarakat, (4) menjadi kreatif, komunikatif dan kompeten (5) menjadi pembelajar seumur hidup.

Anak-anak memiliki kekuatan dan potensi yang luar biasa serta kebutuhan berekspresiyang tak terbatas. Anak-anak secara alami terus bereksplorasi, membuat penemuan, dan mengubahdirinya. Oleh karena itu setiap pendidik anak usia dini di TK harus menyadari dan memahami potensi yang dimiliki anak. Seorang pendidik yang efektif akan menghargai bahwa anak adalah pembelajar aktif yang tertarik pada pengalaman-pengalaman untuk membangun pemahaman meraka tentang dunia. Seorang anak akan kompeten dan menjadi pembelajar sejati dengan kehadiran seorang pendidik yang mampu menghargai keberadaan mereka, dapat memenuhi kebutuhan fisiknya serta mampu menciptakan rasa aman pada diri anak. Seorang pendidik harus menyadari bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda dalam belajar dan bertindak, oleh karena itu setiap anak harus diberikan dukungan dalam perkembanganya dengan memberikan kesempatan untuk secara bebas dalam berekspresi dalammenunjukan berbagai kemampuan baru yang telah diperolehnya.

Pengembangan dan pembelajaranholistik di TK didasarkan pada premis bahwa setiap orang menemukan identitas, makna, dan tujuan hidupnya melaluihubungan dengan orang-orang, tempat, nilai-nilai, dan keyakinan yang dianutnya. Oleh karena itu dalam proses pengembangan pembelajaran di TK hendaknya memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, minat, sikap, dan kemampuan mereka yang optimal melalui pemberian pengalaman terintegrasi yang mendukung anak-anak dalam mencapaihasil belajarnya dan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dalam setiap dimensi dan potensi yang meliputi aspek intelektual, sosial, emosional, fisik, estetik, spiritual, dan aspek karakter/ akhlak mulia.

Baca Juga : Metode Pembelajaran PAUD dan Metode Penilaiannya

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*