Pembelajaran TK Atraktif Inovasi Pendidikan TK

pembelajaran-tk-atraktif
pembelajaran-tk-atraktif
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Pembelajaran Tk atraktif inovasi pendidikan, deskripsi TK Atraktif Adalah salah satu model pendidikan TK yang diluncurkan oleh Departemen Pendidikan Nasional sebagai wujud inovasi pembelajaran dalam dunia pendidikan TK. Model pendidikan ini tetap berpijak pada kurikulum TK 1994. Kata atraktif berasal dari bahasa Inggris, yaitu dari kata “attractive” yang berarti menarik minat, cantik, menarik hati. Batasan lain dari pengertian atraktif ini adalah menarik, menyenangkan, merangsang dan menantang.

Pembelajaran Tk atraktif inovasi pendidikan Menurut Hapidin (1999), model pendidikan TK Atraktif adalah suatu model pembelajaran yang menarik, menyenangkan, merangsang dan menantang anak bermain sambil belajar yang sesuai dengan karakteristik anak TK. Dalam pengertian tersebut terkandung dua hal pokok, yaitu model pendidikan TK Atraktif dan karakteristik anak TK.

Model pendidikan TK Atraktif

Yang dimaksud dengan model pendidikan TK Atraktif adalah suatu model interaksi belajar mengajar yang diciptakan dan dikembangkan oleh guru sehingga terjadi interaksi yang atraktif (menarik, menyenangkan, merangsang, dan menantang).

Karakteristik anak TK

Merujuk kepada aspek-aspek perkembangan anak yang meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, dan bahasa yang dikembangkan dengan prinsip bermain sambil belajar.

Penyelenggaraan pendidikan TK dalam satu dasawarsa ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan untuk anak prasekolah sudah mulai meningkat. Namun pada sisi lain, bangkitnya kesadaran masyarakat ini kurang diimbangi oleh penyiapan sumber daya guru yang memiliki penguasaan konsep dan praktik pendidikan TK yang benar. Akibatnya muncul kesan negatif tentang pelaksanaan pendidikan yang menekankan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat akademik seperti membaca, menulis dan berhitung, sehingga pemahaman tentang pelaksanaan pendidikan di TK bukan lagi sebagai “sebuah taman yang paling indah” tetapi tempat belajar, mendengarkan guru mengajar dan mengerjakan tugas dari guru yang sudah terpola dan terstruktur. Penggunaan konsep seperti tersebut di atas mengarah pada konsep “persekolahan” bagi anak prasekolah ke dalam pendidikan TK. Hal ini mengakibatkan anak merasa terbebani dengan sistem pembelajaran yang terpola dan terstruktur sehingga anak merasa jenuh, pasif dan terlebih lagi hilang sebagian masa bermainnya. Padahal kegiatan pembelajaran di TK harus disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum TK 1994.

Pembelajaran Tk atraktif  Kondisi di atas menjadi suatu masalah bagi penyelenggaraan pendidikan TK dalam mengembalikan jati diri TK pada fungsinya yang hakiki sebagai suatu taman yang paling indah. Untuk dapat mengembalikan TK pada fungsinya tersebut, maka Departemen Pendidikan Nasional tahun 1999 meluncurkan suatu model pendidikan TK Atraktif Kata atraktif dalam frase TK atraktif mengandung konotasi makna harfiah sebagai TK yang menarik, menyenangkan, merangsang dan menantang anak bermain sambil belajar sesuai dengan prinsip pokok pendidikan di TK. Penggunaan istilah model pendidikan merujuk pada pemahaman tentang model interaksi edukatif (dalam arti sempit : model interaksi belajar mengajar) yang bagaimana yang seharusnya diciptakan dan dikembangkan guru di sekolah sehingga interaksi dalam proses pembelajarannya menjadi aktraktif. Penyelenggaraan model pendidikan TK atraktif di lapangan masih sedikit, dan masih dalam tahap sosialisasi, namun dengan harapan kuat dapat mengembalikan jati diri TK yang sesungguhnya dan dapat membantu mengembangkan kemampuan anak didik seoptimal mungkin.

Pembelajaran Tk atraktif sasaran utama dalam kerangka sistem dan aktifitas persekolahan di antaranya mempersatukan pendidikan dan kreatifitas peserta didik. Tujuannya untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi yang dimiliki anak didik termasuk potensi memberikan respon kreatif terhadap hal-hal sekitar kehidupannya. Ada yang beranggapan bahwa bila daya kreativitas peserta didik rendah, maka secara pedagogis ada yang kurang pas dalam kerangka sistem dan aktivitas persekolahan.Malik Fadjar sebagai praktisi pendidikan berpendapat selama ini proses belajar mengajar terasa rutin dan statis, kalaupun ada perubahan atau perbaikan sifatnya masih sepotong-sepotong dan parsial. Padahal pembaharuan dan perubahan tidak hanya menyangkut didaktik metodik saja, melainkan menyangkut pula aspek-aspek pedagogis, filosofis, input, proses, dan output.

James W. Botkin menamai proses belajar itu dalam suasana inovatif [innovative Seaming). Suasana belajar yang inovatif dapat memecahkan persoalan-persoalan krisis dalam pendidikan dan membentuk ketahanan anak didik maupun sekolah dalam menghadapi kehidupan serta menjaga harkat martabat manusia supaya tetap berkembang.

Pembelajaran Tk atraktif sementara ini ada pemahaman yang salah, mereka menganggap bahwa guru TK tidak lagi berpandangan bahwa taman yang paling indah tempat bermain dan berteman banyak yang penuh dengan suasana inovatif. Akan tetapi tempat belajar, tempat mendengar guru mengajar dan mengerjakan PR. Tentu saja hal itu akan membuat anak-anak jenuh, pasif, dan terlebih lagi hilang sebagian masa bermainnya. Pembelajaran TK atraktif tentunya ada kekurangan dan kelebihannya.

 

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*