Metode yang Biasa Digunakan dalam Pembelajaran Anak Tunagrahita

Metode yang Biasa Digunakan dalam Pembelajaran Anak Tunagrahita

1) Metode argumentasi
Metode argumentasi adalah suatu metode pembelajaran dengan menggunakan peralatan atau cara khusus. Metode ini dapat digunakan ketika dalam pembelajaran dimana penyampaian materi membutuhkan media sehingga dengan adanya media dapat mempermudah proses pembelajaran (Delphie, 2006:69).

2) Metode bermain
Metode bermain bertujuan untuk meningkatkan perkembangan intelegensi, fisik, emosi dan cara bersosialisasi setiap peserta. Metode ini biasanya diterapkan di luar kelas sehingga dapat mengenal lingkungan sekitar (Delphie, 2006:22). Bila metode ini diterapkan di salam kelas dapat berupa bermain peran atau sosiodrama, dimana setiap pesertadidik diberi peran dalam adegan yang terencanakan.

3) Metode kawan sebaya
Metode kawan sebaya adalah metode yang di dalam kegiatan ini biasanya dipakai peserta didik lain sebagai fasilitator. Teman sebaya disini dapat berupa peserta didik drngan peserta didik yang sama yaitu tunagrahita ataupun peserta didik yang normal (Delphie, 2006:68).

4) Metode ceramah
Metode ceramah adalah penerangan atau penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas (Ramayulis, 2005:233). Metode ini menjadi metode yang dominan dalam pembelajaran karena banyak digunakan oleh guru sejak dulu sampai sekarang dan merupakan metode yang sangat mudah diaksanakan.Penggunaan metode ceramah yang berlebihan dapat membuat peserta didik cepat merasa bosan dan kurang menarik perhatian, sehingga harus disesuaikan dengan kondisi pembelajaran. Kondisi pembelajaran yang sesuai untuk penggunaan metode ceramah diantaranya adalah apabila ukuran kelas besar dengan bnayak peserta didik dan materi yang disampaikan maasih sulit untuk ditemui pada buku pedoman peserta didik. Pada upaya menanamkan pendidikan akhlak pada pembelajaran, metode ceramah lebih bnayak digunakan karena mudah disesuaikan dengan materi pelajaran.

5) Metode tanya jawab
Metode Tanya jawab adalah metode yang lebih banyak menggunakan interaksi tanya jawab antara guru dengan siswa dalam proses pembelajarannya. Pada penerapan metode ini pertanyaan apat berasal dari guru untuk megukur pemahan siswa atau berasal dari siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Secara umum tujuan penggunaan metode tanya jawab ini (Nasihin, 2009:54).

  • Mengetahui penguasaan siswa terhadap pengetahuan yang telah lalu.
  • Menguatkan pengetahuan dan gagasan pada pelajaran dengan memberi kesempatan untuk mengajukan persoalan yan belum dipahami.
  • Memotivasi siswa untuk berbuat, menunjukkan kebenaran, dan membangkitkan semangat untu maju.

6) Metode Drill
Metode drill atau latihan merupakan metode pembelajaran yang digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari (Nasih, 2009:91). Ketangkasan dan keterampilam didapatkan dengan mengulang-ulang materi atau kemampuan yang ingin dicapai oleh siswa. Penerapan metode driil dalam pembelajaran memiliki beberapa keuntunga, diantaranya adalah:

  • Siswa akan memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan sesuatu sesuai apa yang dipelajarinya.
  • Dapat menimbulkan rasa percaya diribahwa siswa yang berhasil belajarnya telah memiliki keterampilan yang akan berguna di kemudian hari.
  • Guru lebih mudah mengontrol dan dapat membedakan mamna siswa yang disiplin dalam belajarnya serta mana yang kurang (Basyirudin Usman , 2005:87).

7) Metode grouping
Metode grouping adalah usaha untuk mengelompokkan tau berkelas-kelas dari materi yang akan disajikan. Metode seperti itu lebih menguntungan bagi pembelajar tunagrahitadari pada materi disajikan secara acak (Mumpurniati, 2007:19).

8) Metode Pengantara (mediation)
Metode ini merupakan seuatu untuk mengantarai atau menghubungkan. Dalam pembelajaran verbal, mediator menunjiuk pada proses individu menghubungkan stimulus untuk direspon (Mumpurniati, 2007:20).

9) Metode Suri Tauladan
Dengan adanya teadan yang baik maka akan menumbuhkan hasrat bagi orang lain untuk meniru dan mengikutinya (majid, 2009:135).

10) Metode Karya Wisata
Metode ini dimaksudkan agar anak didik dapat menggali, memperhatikan lingkungan serta memperhatikan aneka ragam ciptaan Allah SWT termasuk memperhatikan diri sendiri dengan tujuan mengambil hikmahnya (majid, 2009:135).

Mumpuniarti. (2007). Pembelajaran Akademik Bagi Tunagrahita. Yogyakarta: FIP UNY.
Abdul, Majid. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosda karya

Baca : Terapi SEFT Untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *