Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Technology

Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Technology

Pemanfaatan media pembelajaran identik dengan penggunaan media pembelajaran. Menurut Heinich (1983), pemanfaatan merupakan satu komponen dari model sistem pembelajarannya yang disebut utilisasi. Utilisasi (pemanfaatan) merupakan satu tugas pembelajaran (guru) dalam membantu mempermudah siswa belajar. Seels dan Richey (2002, h. 50) dalam buku Teknologi Pembelajaran mendefinisikan pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar.

Berdasarkan definisi tersebut, maka pemanfaatan media pembelajaran merupakan aktivitas menggunakan serangkaian operasi atau kegiatan yang diarahkan pada suatu hasil belajar dan segala sesuatu yang mendukung terjadinya belajar (seperti: system pelayanan, bahan pembelajaran dan lingkungan). AECT (Association for Educational Communication and Technology) mengungkapkan pendapat serupa dimana fungsi pemanfaatan adalah mengusahakan agar pembelajar dapat berinteraksi dengan sumber belajar atau komponen pembelajaran. Fungsi ini penting karena memperjelas hubungan pemelajar dengan bahan dan system pembelajaran (Yusufhadi Miarso, 1986, h. 194).

Fungsi pemanfaatan media pembelajaran merupakan fungsi yang cukup penting karena memperjelas hubungan pemelajar dan sistem pembelajaran. Pemelajar akan menggunakan suatu sumber belajar jika ia mengetahui bahwa dengan menggunakan sumber belajar tersebut ia akan memperoleh keuntungan dalam proses pembelajarannya. Menurut Sadiman dkk (1993, h. 189-190) ada dua pola dalam memanfaatkan media yaitu:

  1. Pemanfaatan media dalam situasi kelas, yaitu dimana pemanfaatannya dipadukan dengan proses pembelajaran di situasi kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
  2. Pemanfaatan media di luar kelas situasi kelas, pemanfaatan ini dibagi menjadi dua kelompok utama.
  • Pemanfaatan secara bebas, ialah media digunakan sesuai kebutuhan masing-masing, biasanya digunakan secara perorangan. Dalam pemanfaatan secara bebas, kontrol atau kendali berada pada individual, dimana penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhannya.
  • Pemanfaatan secara terkontrol, ialah bahwa media itu digunakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang diatur untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Supaya media dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, ada tiga langkah dalam menggunakannya, yaitu:

  1. Persiapan sebelum menggunakan media, Sebelum menggunakan media, persiapan yang dilakukan dapat berupa mempelajari petunjuk penggunaan, mempersiapkan peralatan, serta menetapkan tujuan yang akan dicapai.
  2. Kegiatan selama menggunakan media, Kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis media yang digunakan.
  3. Kegiatan tindak lanjut, Tindak lanjut dilakukan untuk menjajagi apakah tujuan telah tercapai dan untuk memantapkan pemahaman terhadap materi instruksional yang disampaikan melalui media bersangkutan.

Prosedur pemanfaatan media pembelajaran tersebut dapat diterapkan oleh guru sesuai dengan pola pemanfaatan. Sebagai contoh, perhatikan ilustrasi berikut ini.

  1. Tahap persiapan
  2. Kepala sekolah menentukan tujuan penggunaan media pembelajaran, misal untuk menjelaskan konsep pembelajaran kuantum, dengan sasaran guru di sekolah.
  3. Kepala sekolah menyiapkan penggandaan media power point yang telah disusun (misal power point terlampir).
  4. Kepala sekolah memeriksa, ruangan, alat, listrik sebelum pelaksanaan pelatihan.
  5. Tahap pelaksanaan
  6. Kepala sekolah menyajikan sesuai dengan metode dan waktu tersedia
  7. Kepala sekolah meminta peran serta peserta pelatihan sesuai dengan prosedur pembelajaran.
  8. Tindak lanjut
  9. Guru sebagai peserta pelatihan diminta mempraktekkan.
  10. Kepala sekolah memberikan umpan balik.

Baca Juga : Fungsi TIK dalam Pembelajaran Pendidikan PAUD

 

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *