Pedoman Penyelenggaraan Program Ketrampilan Madrasah

Pedoman Penyelanggaraan Program Keterampilan Di Madrasah Aliyah

Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 1023 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Ketrampilan di Madrasah Aliyah.  Download Disini Penyelenggaraan Program Keterampilan di Madrasah  Aliyah, Tentang Pedoman Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan .

INOVASI MADRASAH ALIYAH PROGRAM KETERAMPILAN

A. Madrasah Aliyah Program Keterampilan

Madrasah aliyah Program Keterampilan adalah madrasah aliyah umum (bukan kejuruan) dengan muatan kurikulum yang sama dengan madrasah aliyah pada umumnya ditambah dengan program ekstrakurikuler dalam berbagai bidang keterampilan yang terstruktur (Depag RI,2003: 2). Program keterampilan ini dilaksanakan untuk memudahkan bagi tamatan madrasah aliyah mendapatkan pekerjaan atau melakukan usaha mandiri sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dipelajari di Madrasah Aliyah Program Keterampilan.

Program keterampilan yang  diselenggarakan di Madrasah Aliyah ini pada prinsipnya merupakan kegiatan ekstrakurikuler. Namun untuk memperoleh hasil yang maksimal, idealnya program ini juga terintegrasi dengan kegiatan intrakurikuler (Depag RI,2003: 6). Dengan pola ini, diharapkan program keterampilan ini menghasilkan output yang diharapkan, yaitu siswa yang memiliki kompetensi sesuai standar minimal yang dipersyaratkan oleh konsumen terkait. Program ini dilaksanakan selama 4 semester (semester 3, 4, 5 dan 6) dengan jumlah jam siswa belajar keterampilan selama 9 jam per minggu.

Pendidikan keterampilan yang dilaksanakan di madrasah aliyah merupakan pengembangan dari konsep life skill (kecakapan hidup). Produk esensial dari pendidikan keterampilan adalah : pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai dan pengalaman. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan keterampilan merupakan jawaban terhadap pemenuhan kebutuhan kecakapan hidup siswa dalam mengantisipasi permintaan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat. Pendidikan keterampilan yang diselenggarakan harus sesuai dengan jenis pekerjaan, lingkungan sosial, kebutuhan pembangunan nasional, tahap perkembangan siswa, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil akhir dari pendidikan keterampilan sebaiknya diwujudkan dengan sertifikat dari penilai yang diakui oleh berbagai pihak.

Program keterampilan di MAN  terdiri dari lima jurusan yang meliputi jurusan tata busana, otomotif, pemesinan, mebelair dan las gas dan las listrik yang dikelompokkan dalam kelas khusus yaitu kelas IPS Keterampilan dan IPA Keterampilan. Model pelaksanaannya menjadi satu atap dan satu manajemen dengan MAN, hanya saja dalam menangani keseluruhan kegiatan pendidikan diberikan otonomi yang luas. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum dari Departemen agama tahun 1997 dan disesuaikan dengan kurikulum KTSP 2006. Tujuan Program keterampilan adalah menghasilkan lulusan yang memiliki :
a.       Keahlian atau keterampilan teknis dasar sesuai dengan jenis program keterampilan yang diikuti.
b.       Memiliki jiwa semangat kemandirian, (self-enterpreneurship) untuk berwirausaha
c.       Kesiapan /siap pakai untuk mengisi lapangan kerja

NO
Aspek
Indikator Kegiatan Program Keterampilan
1.
Kesiapan Program Keterampilan
a.
Kelembagaan
Program berstatus ekstra terstruktur, tetapi dikelola sedemikian rupa
dan dilaksanakan pada jam belajar intra dengan cara mensiasati (Mengurangi)
jam-jam pelajaran tertentu yang dimungkinkan kegiatan pembelajaran siswanya
dapat dilaksanakan tanpa tatap muka. Dilaksanakan dalam kelas khusus yang
terdiri dari :
a.    IPS
Keterampilan 2 kelas dengan pengelompokan Kelompok 1 terdiri dari : Keterampilan
Tata Busana 20 siswa, Las Gas dan listrik 12 siswa dan otomotif 12 siswa,
sedang kelompok 2 Keterampilan tata busana 20 siswa, pemesinan 12 siswa dan
mebelair 12 siswa.
b.    IPA
Keterampilan 1 kelas terdiri dari keterampilan tata busana 16 siswa, otomotif
12 siswa dan pemesinan 12 siswa
b.
Kurikulum
a.    Memiliki
landasan program  baik landasan idiil
maupun landasan operasional kurikulum bidang keterampilan Madrasah Aliyah
yang kuat yaitu sesuai SK Dirjen pembinaan kelembagaan islam No E/248.A/1997
tentang kurikulum program keterampilan pada Madrasah Aliyah dan kurikulum KTSP
2006.
b.    Menggunakan
bahan ajar/buku penunjang edisi terbaru.
c.     Memiliki
bahan ajar/modul/lembar kerja siswa hasil karya guru berbasis competensi
(CBT) dan berbasis produksi (PBT).
d.    Strategi
pembelajaran program keterampilan diberikan dengan alokasi waktu 9 jam
perminggu untuk kelas XI dan XII Kelas keterampilan. Untuk jurusan IPA
Keterampilan diberikan materi pembelajaran yang memiliki bobot kompetensi
yang lebih tinggi, memiliki daya saing atau nilai kegunaan untuk kepentingan
keilmuan dibandingkan kelas IPS Keterampilan
e.    Menggunakan
pedoman praktek kerja industri di Dunia Usaha/Industri sesuai pedoman yang
dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan.
c.
Seleksi siswa baru
Harapan
siswa yang masuk program keterampilan adalah siswa yang unggul agar dapat
dilaksanakan dan mencapai hasil maksimal dengan ruang lingkup seleksi
meliputi :
a.    Seleksi
administrasi terdiri atas :  Hasil
belajar kelas X dan biodata siswa diutamakan bagi siswa yang kurang mampu dan
tidak meneruskan ke perguruan tinggi.
b.    Seleksi bakat
dan minat  terdiri dari : sehat jasmani
dan rohani, nilai matematika dan bahasa inggris pada semester 2 kelas X
minimal 7, mempunyai kemauan mengikuti program keterampilan, tidak melanjutkan
keperguruan tinggi
c.     Tes dasar
kejuruan
d.    Penetapan
siswa program keterampilan sesuai dengan kuota:
1)      IPS Keterampilan
2 kelas
a)   Kelas IPS
Keterampilan 1 ( 20 siswa tata busana, 12 siswa Las gas dan listrik, dan 12
siswa otomotif)
b)   Kelas IPS
Keterampilan 2 (20 siswa tata busana, 12 teknik pemesinan, dan 12 siswa
mebelair)
2)      IPA
Keterampilan 1 kelas ( 16 siswa tata busana, 12 siswa otomotif dan 12 siswa
pemesinan).
d.
Guru
a.    Sistem guru
menggunakan system guru mata pelajaran
b.    Diperkenankan
dengan team teaching dengan rasio guru dan siswa 1 :12
c.     Kualifikasi
Guru minimal S1 sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya, dan memiliki
sertifikat kopetensi keahlian sesuai bidangnya.
d.    Wakil kepala
program keterampilan, minimal S1 dan harus Guru yang memiliki kompetensi
pengembangan pendidikan kejuruan atau
S2.
e.    Ketua
Instalasi/Bengkel, minimal S1 dan harus Guru yang memiliki keahlian
pengelolaan bengkel.
f.     Laboran/Toolman,
minimal lulusan SMK/SMA/MA bersertifikat Keterampilan.
e.
Tenaga kependidikan Bukan Guru
a.    Memiliki
kemampuan mengelola administrasi yang meliputi surat menyurat dan
ketatausahaan.
f.
Sarana prasarana
a.    Lokasi kelas program
keterampilan difokuskan di kampus 2
b.    Ruang kelas
teori dilengkapi LCD Proyektor.
c.     Ukuran ruang
praktek memenuhi standar sarana 11 x 20 m
d.    Daya listrik
untuk 5 jurusan minimal 30.000 Watt
e.    Peralatan
sesuai perkembangan Dunia Usaha/Industri
f.     Peralatan
praktek memenuhi standar minimal dengan rasio sesuai  jurusan sebagai berikut :
1)    Tata busana 1
: 1
2)    Pemesinan   1 : 2
3)    Las gas dan
listrik 1: 2
4)    Mebalair 1 :
2
5)    Otomotif 1 :
2
g.    Standar
keberhasilan pendayagunaan peralatan meliputi :
1)    Memiliki
analisis kebutuhan fasilitas ( bangunan, perabot, peralatan)
2)     Memiliki rencana pemenuhan fasilitas
3)    Melaksanakan
pemeliharaan fasilitas yang melibatkan seluruh tenaga kependidikan dan siswa,
sehingga selalu siap digunakan
4)    Melaksanakan
perbaikan fasilitas sesuai RKS dan sumber dana sehingga selalu siap
digunakan.
5)    Penanggung
jawab ruang/bengkel menghitung  “ use
factor” ruangan dan peralatan yang ada.
g.
Pembiayaan
a.    Sumber dari
anggaran DIPA MAN meliputi :
1)
Gaji Guru dan Tenaga kependidikan berstatus
PNS
2)
Pengadaan dan pemeliharaan fasilitas
3)
Operasional penyelenggaraan program
keterampilan
b.    Sumber dari
komite MAN meliputi :
1)    Honorarium
Guru tidak tetap dan Pegawai tidak tetap.
2)    Pengadaan pakaian
praktek dan bahan praktek, peralatan pendukung praktek.
2.
Tahap Proses Pendidikan Keterampilan
a.
Pembelajaran diSekolah
a.    Guru memiliki
Perencanaan kegiatan belajar mengajar ( Perencanaan tahunan, semester dan
perencanaan persiapan mengajar teori maupun praktek)/Administrasi
pembelajaran.
b.    Proses
belajar mengajar terlaksana di kelas dan di bengkel.
c.     Keterlaksanaan
kurikulum program keterampilan.
d.    Materi
pembelajaran relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha/Industri.
e.    Fokus utama
pembelajaran adalah siswa dan guru sebagai fasilitator.
f.     Guru mampu
memberi contoh yang benar dan melakukan pengawasan secara individu.
g.    Kebutuhan
individual siswa dapat terlayani dalam PBM.
h.    Guru
melakukan tindak lanjut dari hasil siswa belajar.
i.      Guru
memberikan pelaporan tentang keberhasilan belajar siswa guna kepentingan
administrasi, orang tua/wali dan siswa.
j.      Guru
memberikan kegiatan perbaikan bagi siswa yang kurang dan memberikan pengayaan
bagi siswa yang pandai.
b.
Pembelajaran di Dunia Usaha/Industri (Prakerind)
a.    Dilaksanakan
pada liburan tahun ke 2 selama 160 jam ( 1 bulan )
b.    Ada pokja
yang menangani secara professional dan terkoordinasi.
c.     Adanya system
yang menjamin keterlaksanaan  praktek
kerja di Industri.
d.    Adanya
pembimbingan yang kompeten, bersama dari sekolah dan industri
e.    Adanya
sertifikat sebagai bukti siswa telah melaksanakan praktek kerja Industri.
c.
Kerjasama Madrasah Aliyah  dengan Dunia Usaha /Industri
a.    Sekolah
memiliki MOU dengan Institusi pasangan untuk tempat magang sesuai jumlah
siswa dengan rasio 1 : 2
b.    Institusi
pasangan bergerak dalam bidang yang sama dengan program pembelajaran di
sekolah.
c.     Ada prakarsa
madrasah untuk meningkatkan kerjasama dengan Dunia Usaha/Industri.
d.    Kerjasama
Madrasah dengan Dunia Usaha/Industri dirintis melalui kontak-kontak informal
maupun prosedur formal.
e.    Madrasah
mengikutsertakan pihak Dunia Usaha/Industri dalam proses perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan serta evaluasi pendidikan keterampilan.
f.     Ada
keterbukaan Dunia Usaha/Industri dalam mendeskripsikan kebutuhannya.
g.    Adanya
keberanian Madrasah untuk menyesuaikan program-program kegiatan pendidikan
disekolah terhadap tuntutan kebutuhan Dunia Usaha/Industri.
3.
Hasil program Keterampilan (OUT PUT dan
OUTCOME)
a.
Sertifikasi
a.    Sertifikasi
kemampuan dilakukan melalui ujian yang melibatkan unsur Sekolah, Dunia Usaha/Industri/Asosiasi
Profesi yang relevan ( atau lembaga lain yang dapat bertindak selaku asosiasi
profesi tertentu), dan wakil dari organisasi pekerja terkait.
b.    Ujian
bersifat komprehensip, sehingga dapat mengukur secara nyata kemampuan peserta
ujian.
c.     Sertifikasi
keahlian melalui ujian merupakan kegiatan bersama antara MAN
dengan wadah LPK Sumber Daya Mulya dengan Dinsosnakertrans Kabupaten
.
d.    Sertifikat
keahlian diakui Dunia Usaha/Industri nasional maupun Internasional.
b.
Pemasaran dan Penelusuran Tamatan
a.    Ada team
BKK/petugas yang menangani pemasaran dan penelusuran tamatan.
b.    Team
BKK/Petugas memanfaatkan sumber daya sekolah sesuai keperluan.
c.     Memiliki data
hasil pemasaran dan penelusuran tamatan.
c.
Unit Produksi
a.    Unit produksi
dimiliki di masing-masing jurusan program keterampilan.
b.    Unit produksi
dikelola secara professional dengan menganut prinsip- prinsip manajemen
bisnis modern.
c.     Kegiatan Unit
Produksi tidak mengganggu kegiatan PBM
d.    Kegiatan Unit
Produksi dijadikan wahana belajar sambil bekerja bagi siswa.
e.    Keuntungan
unit produksi dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menunjang PBM pada Madrasah
dan peningkatan kesejahteraan warga Madrasah secara proporsional.
f.     Pembagian
keuntungan hasil Unit Produksi diatur sesuai kebutuhan manajemen secara
proporsional.
g.    Adanya
organisasi Unit Produksi yang dilengkapi dengan tata kerja sesuai kebutuhan
dan personil yang dinilai dapat melaksanakan tugas dengan baik.
h.    Adanya
showroom hasil Unit Produksi.
d.
Penilaian
a.    Penilaian
terhadap siswa dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan, obyektif, dan
berorientasi pada tujuan pembelajaran. Penilaian meliputi :
1)
Penilaian kemajuan belajar guna pembinaan
lebih lanjut.( kepentingan perbaikan system pembimbingan dan pembelajaran
selanjutnya, perlu Tes diagnostik kesulitan belajar siswa untuk meningkatkan
efektifitas siswa)
2)
Penilaian hasil belajar untuk mengumpulkan
data sebagai pertimbangan dalam menetapkan keberhasilan belajar siswa dalam
satu semester.
3)
Ada pelaporan hasil belajar siswa kepada orang
tua/wali dan siswa disetiap akhir semester.
e.
Budaya Madrasah/Pendidikan Karakter Islam
a.    Terlaksananya
team disiplin siswa ( team penegak disiplin pagi ketika siswa masuk halaman
sekolah sudah dalam kondisi tertib berpakaian)
b.    Terlaksananya
pendampingan Tadarus Al-Qur’an 10 menit sebelum proses KBM berlangsung.
c.     Terlaksananya
kegiatan jama’ah sholat dzuhur dan sholat jum’at.
d.    Terlaksananya
team pengarah sholat dzuhur dan sholat jum’at.
e.    Terlaksananya
sholat sunat dzuha sesuai jadwal ( Kelas bergilir ).

B. KONDISI PROGRAM KETERAMPILAN SAAT INI
1. Kesiapan program keterampilan

  • Program bestatus ekstra terstruktur dilaksanakan dalam jam intra dengan mengurangi jam-jam tertentu yang bisa dilakukan tanpa tatap muka, siswa dikelompokkan dalam kelas IPA Keterampilan dan IPS Keterampilan.
  • Landasah pelaksanaan kurikulum merupakan kolaborasi kurikulum program keterampilan Departemen Agama, SMK dan LPK. Strategi pembelajaran dilaksanakan 9 jam perminggu, masih menggunakan modul produk tahun 2000 pembelajaran berbasis kompetensi (CBT) mengarah pada pembelajaran berbasis produksi (PBT). Pembelajaran kelas IPA Keterampilan dan IPS Keterampilan yang semestinya bobot materi berbeda karena kelas IPA Keterampilan kualitas siswanya lebih baik masih diberikan pembelajaran yang sama.
  • Seleksi siswa diutamakan seleksi administrasi berupa nilai semester 2 kelas X dan  seleksi minat sedangkan bakat melalui seleksi kopetensi kejuruan masih sebagai komponen pendukung saja. Kelompok siswa terdiri atas : IPS Keterampilan 2 kelas: Kelas IPS Keterampilan 1 ( 20 siswa tata busana, 12 siswa Las gas dan listrik, dan 12 siswa otomotif), Kelas IPS Keterampilan 2 (20 siswa tata busana, 12 teknik pemesinan, dan 12 siswa mebelair) dan IPA Keterampilan 1 kelas ( 16 siswa tata busana, 12 siswa otomotif dan 12 siswa pemesinan).
  • Sistem guru dengan system mata pelajaran dan team teaching dengan rasio 1 : 12, kulifikasi S1 sesuai bidangnya, sebagian besar guru belum memiliki sertifikat kompetensi kejuruan yang dikeluarkan instansi berwenang. Waka dan Kepala Instalasi kualifikasi S1 belum memiliki sertifikasi pengelola bengkel. Tenaga non kependidikan memiliki kemampuan mengelola administrasi kualifikasi minimal SMA. Tenaga keamanan belum memiliki sertifikat satpam.
  • Sarana dan prasaran memadahi yang meliputi memiliki gedung tersendiri, kelas dilengkapi LCD, prasarana praktek memenuhi kebutuhan standar minimal, daya listrik cukup bila diatur penggunaannya, pendayagunaan sarana prasarana belum baik.
  • Pembiayaan tenaga guru,  kependidikan terjamin, untuk operasional penyelenggaraan program keterampilan utamanya praktek siswa belum mencukupi.

2. Proses Pendidikan Keterampilan

  • Pembelajaran dilingkungan sekolah terlaksana dengan baik mulai persiapan ,proses KBM dan evaluasi, hanya saja materi pembelajaran belum sesuai standar industri, dan kurangnya pengawasan guru terhadap siswa secara individu.
  • Pelaksanaan pembelajaran  di industri masih sebagai praktek kerja lapangan meskipun sudah mengacu seperti program prakerind SMK, dikelola oleh pokja prakerind, dan diberikan sertifikat prakerind.
  • Kerjasama Madrasah dengan dunia usaha/industri masih pada lingkup praktek kerja industri, belum pada kerjasama dalam bentuk yang lain.

3. Hasil Program Keterampilan

  • Kemampuan siswa di uji oleh sekolah sendiri, Sertifikat keahlian yang dimiliki siswa dikeluarkan oleh Madrasah dengan mendapat pengesahan dari Dinsosnakertrans Kabupaten , belum mendapat pengakuan dari dunia usaha/industri secara luas.
  • Belum memiliki team khusus untuk pemasaran dan penelusuran tamatan program keterampilan.
  • Unit Produksi dilaksanakan oleh masing-masing jurusan dan belum dikelola dengan baik.

 

C. PROGRAM PENGEMBANGAN PROGRAM KETERAMPILAN

  1. Penyusunan kurikulum program keterampilan yang memiliki standar nasional seperti Standar Kopetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), agar kompetensi yang dimiliki siswa terakui di dunia usaha/industri.
  2. Sosialisasi yang lebih intensif tentang program keterampilan yang dimiliki Madrasah kepada masyarakat secara luas.
  3. Pelatihan keterampilan guru baik swadaya dengan mengundang tenaga ahli dari lembaga/sekolah lain dunia usaha/industri maupun dikirim ke instansi pelatihan yang sesuai dengan jurusan yang ada.
  4. Peremajaan dan pengadaan prasarana praktek program keterampilan yang sesuai perkembangan dunia usaha/industri, dan perlu standar pendayagunaan sarana prasarana.
  5. Menambah anggaran dari DIPA Madrasah guna optimalisasi pelaksanaan pembelajaran praktek program keterampilan.
  6. Pembelajaran program keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/industri.
  7. Memilih karakteristik dunia usaha/industri yang disesuaikan dengan pembelajaran di sekolah.
  8. Peningkatan kerjasama Madrasah dengan dunia usaha/industri selain kegiatan prakerin seperti kegiatan evaluasi program keterampilan dan penempatan lulusan program keterampilan.
  9. Mengadakan uji kemampuan siswa yang melibatkan pihak dunia usaha/indistri dalam pemberian sertifikat kemampuan.
  10. Membentuk team bursa kerja khusus (BKK) yang bertugas mengadakan pemasaran dan penelusuran tamatan program keterampilan.
  11. Membentuk Unit Produksi yang meliputi seluruh program keterampilan yang dikelola dengan manajemen modern.
  12. Membentuk kelompok kelas Wira Usaha untuk siswa kelas XII, Dengan disain sebagai berikut :
    a. Jurusan Tata busana berupa pelayanan jasa atau produksi secara individu maupun kelompok ( Siswa wajib memiliki mesin jahit dirumah)
    b. Jurusan Las, Mebelair , dan Pemesinan berupa pelayanan jasa atau  membuat hasil produksi ( Ada penambahan waktu pengerjaan produk diluar waktu KBM/ atau magang dibengkel sepulang sekolah)
    b. Jurusan Otomotif berupa pelayanan perawatan dan perbaikan sepeda motor ( Ada penambahan waktu pengerjaan produk diluar waktu KBM/ atau magang dibengkel sepulang sekolah)
  13. Adanya pelaporan hasil belajar siswa yang terstruktur dan jelas.
  14. Menggalakkan team guru untuk menanamkan pembiasaan budaya Madrasah/Pendidikan karakter Islam.
  15. Mulai Tahun 2014/2015 Menambah Jumlah Kelas keterampilan dari 3 kelas menjadi 4 kelas tiap angkatan dengan disain perencanaan sebagai berikut :
    a. Kelas IPA 1 Keterampilan Terdiri atas 500 siswi Tata Busana dan 500 siswa Otomotif sepeda Motor.
    b. Kelas IPA 2 Keterampilan Terdiri atas 500 siswa/Siswi Teknologi Komputer Jaringan dan 18 siswa Otomotif Kendaraan ringan.
    c. Kelas IPS 1 Keterampilan terdiri atas 500 siswa pemesinan dan 500 siswa Tata Busana
    d. Kelas IPS 2 Keterampilan terdiri atas 500 siswa Mebeler dan 500 siswa las dan 500 siswa Tata Busana.

 

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *