Orientasi Dan Mobilitas Bagi Penyandang Tunanetra

Orientasi Dan Mobilitas Bagi Penyandang Tunanetra

Tunanetra merupakan individu yang mengalami kelainan pada indera visualnya sedemikian rupa sehingga mengganggu aktivitas kehidupan sehari-harinya. Sebagai akibat ketunanetraan yang disandangnya tersebut, maka pemahaman konsep terhadap dunia luar tidak diperoleh secara utuh. Pengkondisian tunanetra ini membutuhkan keterampilan yang mampu mengkompensasi keterbatasan yang dimiliki, urgenitasnya yaitu orientasi dan mobilitas.

Keterkaitan orientasi dan mobilitas bagi tunanetra sebagai gambaran tentang konsep arah dan jarak yang saling berkorelasi dalam aktivitas kehidupan mengenal lingkungannya.Kedua konsep tersebut penting yang harus dimiliki oleh tunanetra untuk memahami lingkungan sekitarnya.Penegasan hasil temuan Andajani (2015), pemahaman konsep arah dan jarakdirealisasikan saat individu tunanetra menghafalkan antara satu tempat ke tempat lain yang ditujupada lingkungan sekolah dengan berbantuan maket multimedia interaktif sehingga dapat bermobilitas secara tepat dan efektif. Tepat dalam arti tunanetra dapat mencapai tempat tujuan sesuai dengan yang dikehendakinya. Sedangkan efektif artinya tunanetra dapat sampai ke tempat tujuan yang diinginkan dengan selamat serta dengan waktu yang singkat. Dengan demikian, konsep orientasi dan mobilitas bagi tunanetra merupakan satu kemampuan,kesiapan dan mudahnya bergerak dari satu posisi/tempat ke satu posisi/tempatlain yangdikehendaki dengan baik, tepat, efektif, dan selamat bagi tunanetra.

Baca Juga : Karakteristik Penyandang Autis Pada Peserta Didik

Menurut Lowenfeld (1981, P.72) : Mobility which is the capacity or facility of movement has two component. One is mental orientation and the other is physical locomotion. Mental orientation has been defined as the ability of an individual to recognize his surroundings and their temporal or spatial relations to himself, and locomotion as the movement of an organism from place to place by means of its organic mechanism”

Mobilitas adalah kapasitas atau fasilitas dari gerakan yang mempunyai dua komponen. Salah satu adalah orientasi dan yang lain adalah lokomosi phisik. Orientasi mental didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mengenali lingkungannya dan hubungan temporal (berhubungan atau mengenai waktu) atau spasial (berkenaan dengan dengan ruang / tempat) terhadap dirinya, dan lokomosi adalah gerakan organ dari tempat ke tempat lain dengan maksud sebagai mekanisme (hal kerja/cara kerja) organik.

Menurut Lowenfeld dalam Purwanta HK. (1987, h.3) : Orientasi adalah suatu proses penggunaan semua indera yang masih ada untuk menentukan posisi seseorang terhadap benda-benda penting yang ada di sekitarnya.

Menurut William T. Lydon and M. Loretta Mc. Graw

dalam Purwanta HK (1987, h.4) Mobilitas adalah : kemampuan untuk bergerak dari satu posisi tetap menuju posisi yang diinginkan di bagian lain dari lingkungan yang sama. Jadi menurut pengertian tersebut di atas secara prinsip orientasi dan mobilitas adalah : kemampuan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dengan penggunaan semua indera yang masih ada untuk menentukan posisi seseorang terhadap bendabenda penting yang ada di sekitarnya, baik secara temporal maupun spasial

Menurut Lowenfeld (1981) antara orientasi mental dan gerakan merupakan hal yang esensial untuk mobilitas tetapi semuanya mempunyai fungsi yang tidak dapat dipisahkan. Memang definisi orientasi dan mobilitas dapat dipisahkan, tetapi dapat dibuktikan bahwa seseorang mobil, tetapi tidak mempunyai orientasi, maka tidak ada artinya untuk bergerak; sebaliknya jika seseorang mempunyai orientasi tetapi tidak mobil, maka yang bersangkutan tidak dapat menemukan mana yang diinginkan.

Baca juga : Panduan Pengajuan Ijin Belajar Bagi Warga Negara Asing

Postingan Terkait :

3 comments

  1. Sitti nursiah Reply

    Ass..wr.wb..adsksh buku om yg terbaru utk anak tunanetra yg yrbaru????

  2. Sitti nursiah Reply

    Ass..wr.wb..adsksh buku om yg terbaru utk anak tunanetra????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *