Modul Hakikat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Halaman 6

Kompetensi Multikultural dalam IPS

6. Pengembangan nilai-nilai IPS

Pembelajaran IPS tidak semata-mata hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan saja, namun juga sarat dengan pesan atau nilai-nilai yang akan ditanamkan pada diri peserta didik. Kompetensi dan pengembangan nilai dalam pembelajaran IPS antara lain adalah (a) Kompetensi Multikultural dalam ips, (b) Kompetensi Sosial, (c) Kompetensi Pendidikan Karakter (Sri, 2013:192).

a. Kompetensi Multikultural dalam IPS

Indonesia memiliki kekayaan yang sangat beraneka ragam. Dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” diharapkan masyarakat Indonesia tetap menjunjung persatuan di tengah keragaman suku dan budayanya. Mulitikultural memiliki makna sebuah komunitas dalam konteks kebangsaan yang mengakui keberagaman. Dalam implementasi pendidikan yang berwawasan multikultural dalam ips dapat membantu siswa mengerti, menerima, menghargai orang lain yang berbeda suku, budaya dan nilai kepribadian. Penanaman semangat multikultural dalam ips di sekolah akan menjadi media penyadaran generasi muda untuk menerima perbedaan budaya, ras, etnis di antara sesama dan mau hidup bersama secara damai.

Pendidikan multikultural memiliki beberapa dimensi yang saling berkaitan:

  • Content integration, yakni mengintegrasikan berbagai budaya dan kelompok untuk mengilustrasikan konsep mendasar, generalisasi dan teori dalam mata pelajaran;
  • The knowledge construction process, yakni membawa siswa untuk memahami implikasi budaya ke dalam sebuah mata pelajaran;
  • An equity pedagogy, yakni menyesuaikan metode pembelajaran dengan cara belajar siswa dalam rangka memfasilitasi prestasi akademik siswa yang beragam, baik dari segi ras, budaya ataupun sosial;
  • Prejudice reduction, yakni mengidentifikasi karakteristik ras peserta didik dan menentukan metode pembelajaran mereka.

Ide dan gagasan pendidikan multikultural ini sejak 1954 telah menjadi komitmen global sebagaimana direkomendasikan UNESCO. Ada empat pesan yang diisyaratkan, yakni:

  • Pendidikan hendaknya mengembangkan kemampuan untuk mengakui dan menerima nilai-nilai yang ada dalam kebhinekaan pribadi, jenis kelamin, masyarakat dan budaya serta mengembangkan untuk berkomunikasi, berbagi, bekerjasama dengan yang lain.
  • Pendidikan meneguhkan jatidiri dan mendorong konvergensi gagasan dan penyelesaian yang memperkokoh perdamaian, persaudaraan, solidaritas antar pribadi dan masyarakat.
  • Pendidikan hendaknya meningkatkan kemampuan menyelesaikan konflik secara damai tanpa kekerasan
  • Pendidikan hendaknya juga meningkatkan pengembangan kedamaian dalam pikiran siswa, sehingga mereka mampu membangun secara kokoh kualitas toleransi, kesabaran, kemauan untuk berbagi dan memeliharanya.

Sedangkan di Indonesia pendidikan multikultural dalam ips dikemukakan sebagai berikut:

  • Pendidikan multikultural sebagai sarana alternatif penyelesaian konflik sosial, maka harus mampu mengolah perbedaan menjadi suatu aset, bukan sumber perpecahan.
  • Pendidikan multikultural sebagai pembina agar semua siswa menyikapi realitas global, siswa hendaknya diberikan penyadaran tentang pengetahuan yang beragam, sehingga diharapkan nantinya memiliki kompetensi yang luas dalam aspek kebudayaan.
  • Sebagai landasan pengembangan kurikulum pendidikan nasional. Dalam melakukan pengembangan kurikulum sebagai titik tolak dalam proses pembelajaran. Dapat memberikan sejumlah materi dan isi pelajaran yang harus dikuasai peserta didik, dengan ukuran atau tingkatan tertentu. Dengan demikian maka pendidikan multikultural sebagai landasan pengembangan kurikulum menjadi sangat penting.
  • Menciptakan masyarakat multikultural, cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia baru dilakukan dengan cara membangun kembali tatanan kehidupan yang lebih baik.

Guru sebagai pendidik memiliki kewajiban memberikan kesadaran adanya multikultural dalam ips sekaligus menyikapinya dengan benar, seperti mencintai produk bangsa sendiri, melestarikan dan mengembangkan hasil budaya nasional, menghargai perbedaan sebagai suatu kekayaan bangsa. Menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik berarti menstransformasikan segala keanekaragaman kekayaan budaya nasional menjadi identitas dan kebanggaan nasional yang dipangku secara dinamis dalam suatu kebersamaan nasional.

Baca Juga : Modul Hakikat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Halaman 7

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *