Modul Hakikat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Halaman 3

Modul Hakikat Karakteristik IPS

4. Karakteristik IPS

Karateristik untuk mata pelajaran IPS antara lain sebagai berikut.

  1. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora, pendidikan dan agama (Numan Soemantri, 2001).
  2. Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi, yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu.
  3. Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner.
  4. Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat, kewilayahan, adaptasi dan pengelolaan lingkungan, struktur, proses dan masalah sosial serta upayaupaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan, kekuasaan, keadilan dan jaminan keamanan.
  5. Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan.

Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut.

Dimensi dalam

kehidupan

manusia

Ruang Waktu Nilai/Norma
Area dan substansi pembelajaran Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Alam dan kehidupan yang selalu berproses, masa lalu, saat ini, dan yang akan datang Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan Kehidupan manusia dan alam
Contoh Kompetensi Dasar yang dikembangkan Adaptasi spasial dan eksploratif Berpikir kronologis, prospektif, antisipatif Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu
Alternatif penyajian dalam mata  pelajaran Geografi Sejarah Ekonomi, Sosiologi/ Antropologi

Dimensi dalam kehidupan manusia Ruang Waktu Nilai/Norma (Karakteristik IPS)

Karakteristik IPS juga terletak pada pengembangan materinya yang menggunakan pendekatan Expanding Community Approach (ECA) yakni mulai dari lingkungan masyarakat yang sangat sempit/terdekat (kontekstual) menuju pada lingkungan masyarakat yang lebih luas. Bentuk yang bersifat expanding meliputi beberapa jenis, yaitu:

  1. Expanding Community Approach (pendekatan kemasyarakatan yang melebar dan meluas). Dalam pendekatan ini misalnya, keluarga, masyarakat petani, masyarakat desa, masyarakat perkotaan, dan masyarakat lainnya yang lebih luas dan jauh.
  2. Expanding Environmental Approach (pendekatan lingkungan yang meluas). Misalnya diawali dengan lingkungan keluarga-kampung, selanjutnya melebar dan meluas yaitu sekolah, desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, negara dan seterusnya.
  3. Expanding Thematical Approach (pendekatan tema yang meluas dan mendalam). Tema dimulai dari yang terdekat hingga ke tema yang lebih luas.

5. Sumber dan bahan materi Ilmu Pengetahuan Sosial

Ada 5 macam sumber materi IPS antara lain:

  1. Segala sesuatu atau apa saja yang ada dan terjadi di sekitar anak sejak dari keluarga, sekolah, desa, kecamatan sampai lingkungan yang luas seperti negara dan dunia dengan berbagai permasalahannya.
  2. Kegiatan manusia misalnya: mata pencaharian, pendidikan, keagamaan, produksi, komunikasi, transportasi.
  3. Lingkungan geografi dan budaya meliputi segala aspek geografi dan antropologi yang terdapat sejak dari lingkungan anak yang terdekat sampai yang terjauh.
  4. Kehidupan masa lampau, perkembangan kehidupan manusia, sejarah yang dimulai dari sejarah lingkungan terdekat sampai yang terjauh, tentang tokoh-tokoh dan kejadian-kejadian besar.
  5. Anak sebagai sumber materi meliputi berbagai segi, dari makanan, pakaian, permainan, dan keluarga.

Ada juga yang membagi sumber dan bahan materi IPS sebagai berikut:

  1. Lingkungan sosial : lingkungan sosial ekonomi, lingkungan sosial politik, keamanan dan ketertiban
  2. Lingkungan alam : tanah, air, udara yang ada diatasnya, segala jenis kekayaan alam
  3. Lingkungan masyarakat dan budaya: berupa ide, tindakan, pengetahuan, kesenian, adat istiadat, suku, bahasa.
  4. Nara sumber : tokoh masyarakat, peserta didik, pejabat pemerintah, pegawai.

Baca Juga : Modul Hakikat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Halaman 4

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *