Guru Pembelajar Menerapkan Pembelajaran Aktif

Guru Pembelajar Menerapkan Pembelajaran Aktif
Guru Pembelajar Menerapkan Pembelajaran Aktif

Strategi pembelajaran aktif dapat melibatkan peserta didik dengan sejumlah aktivitas melakukan kegiatan belajar tertentu dan memikirkan apa yang dikerjakannya. Strategi ini dapat melibatkan peserta didik belajar dalam untuk mencapai tujuan belajar tentang (a) berpikir kritis atau kreatif, (b) berdiskusi dalam anggota kelompok kecil atau antar teman, (c) menyampaikan ide-ide melalui tulisan(ilmiah), (d) mengembangkan sikap dan nilai-nilai yang dimiliki peserta didik, (e) menyampaikan dan menerima masukan dari teman-temannya, dan (f) melakukan refleksi terhadap prosespembelajaran yang telah dilakukan atau juga tentang pemahaman materi yangdipelajarinya.

Pembelajaran aktif seringkali tidak dilakukan oleh para pengajar karena telah terbentuk opini pada para pengajar bahwa melaksanakan pembelajaran aktif memerlukan waktu lama. Beban kurikulum yang berat menjadi alas an tidak tercapainya target pembelajaran. Sangat penting diperhatikan bahwa pada penerapan pembelajaran aktif tidak semua pekerjaan harus diselesaikan di dalam kelas.

Pembelajaran aktif dapat  (a) dilengkapi oleh peserta didik di dalam kelas namun bila tidak selesai dapat dilanjutkan di luar kelas. Pada praktik pembelajaran dapat juga terjadi peserta didik mengerjakan dulu di rumah materi yang dipelajari atau pengamatan obyek tertentu, baru kemudian dilanjutkan di dalam kelas,  (b) dikerjakan peserta didik dalam kelompok atau individu sehingga beban mereka tidak terlalu berat, (c) diselesaikan tanpa harus menggunakan alat-alat dan bahan yang sukar diperoleh.

Sedangkan sebagai pengajar yang menerapkan pembelajaran aktif, pengajar harus dapat berperan (a) menyediakan waktu yang cukup untuk membantu dan mengarahkan para pebelajar dalam mengembangkan pemahaman atau membangun konsep yang dipelajari, (b) memberi kesempatan yang luas bagi peserta didik melakukan kreativitasnya atau mengembangkan ide-idenya.

Pengajar harus dapat mengarahkannya sehingga mencapai tujuan pembelajaran. Pebelajar harus dapat menunjukkan hasil belajar yang dicapainya dan harus segera menerima balikan dari pengajar bila mereka mengalami kesulitan.  Jadi belajar aktif, anak-anak juga melakukan segala sesuatu. Ketika guru berhadapan dengan anak, maka anak yang diharapkan meningkatkan diri,Kemudian, proses belajar dilakukan dua arah, tidak hanya guru yang memberikan materi. Lalu para siswa diharapkan dapat mempraktekkan materi yang sedang dipelajari.

Baca Juga : Pembelajaran Berpusat Pada Siswa Agar Siswa Aktif

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*