LK 3.1 Permasalahan Sosial KKF Kelas Atas Guru Pembelajar

LK 3.1 Permasalahan Sosial KKF Kelas Atas Guru Pembelajar

LEMBAR KERJA 3.1 Permasalahan Sosial

Permasalahan Sosial ada di lingkungan sekitar kita. Bagaimana upaya kita untuk membantu mengatasinya? Kerjakanlah LK berikut dengan memperhatikan petunjuk dan rubrik penilaiannya!

  1. Berikut terdapat beberapa gambar. Urutkanlah gambar tersebut dengan memberi angka!
  2. Tentukan tema yang sesuai dengan gambar tersebut!
  3. Buatlah sebuah wacana singkat yang sesuai dengan rangkaian gambar tersebut!

Nomor Gambarnya (Dari Kiri ke Kanan) 4-5-2-1-6-3

 LK 3.1 Permasalahan Sosial KKF Kelas Atas Guru Pembelajar

TEMA: PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP MELALUI 3R

Permasalahan Sosial WACANA:

Sisi negatif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kecenderungan merusak lingkungan hidup. Ketidakramahan ini mendorong manusia untuk senantiasa berlaku bijak dalam penggunaan teknologi, terutama hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Salah satu konsep pelestarian lingkungan hidup adalah dengan pengelolaan sampah. Sampah diartikan sebagai benda-benda sisa yang belum dikelola. Dalam Undang-undang No. 18 tahun 2008 pasal 1 diungkapkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Adapun sampah spesifik adalah sampah karena sifat, konsentrasi dan atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.

Implementasi penggunaan teknologi sederhana dalam pengelolaan sampah adalah dengan 3R, meliputi:

Reduce, mengurangi pembuangan sampah. Dalam konteks pengelolaan sampah berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan timbulnya sampah. Contoh kegiatan reduce dalam kehidupan sehari-hari adalah hindari membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill), gunakan penyimpanan data elektronik dalam kepingan yang bisa dihapus atau ditulis kembali dan lain sebagainya.

Reuse, menggunakan produk atau barang yang pernah digunakan sebelumnya. Dalam konteks pengelolaan sampah berarti menggunakan kembali sampah untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya dengan syarat dan ketentuan tertentu, karena ada beberapa produk atau kemasan yang hanya dapat digunakan sekali pakai, yang tentunya akan beresiko secara kesehatan jika digunakan kembali. Contoh kegiatan reuse dalam kehidupan sehari-hari adalah menggunakan kertas sisa print untuk menuliskan konsep atau catatan belanja, menggunakan kemasan botol sisa minuman untuk membawa air dalam perjalanan atau menggunakannya untuk wadah minyak goreng, jual atau berikan sampah kepada pihak yang memerlukan, dan lain sebagainya.

Kaitannya dengan tindakan nyata 3R adalah dengan melakukan pengelolaan sampah secara modern, baik itu pengomposan maupun inicerator. Pengomposan berupa pembusukan sampah, sedangkan inicerator adalah penghancuran sampah dengan teknologi sederhana.

Sebelum pengelolaan sampah dengan teknik pengomposan, sampah dikategorikan terlebih dahulu untuk sampah organik dan non organik. Sampah organic adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, sampah yang mudah terurai. Sedangkan sampah non organic adalah sampah yang sulit terurai, berasal dari benda sintetis seperti plastic kemasan, kantong plastik, sisa elektronik dll.

Adapun sampah yang masih bisa didayagunakan, dikelola bersama menjadi sebuah benda pakai atau benda hias. Benda tersebut bisa dijadikan sebagai bahan peragaan dan pameran, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, yang tentunya mendatangkan penghasilan secara domestic maupun devisa dengan cara menjual ke luar negeri.

Baca Juga : LK 4.1 KKC Berpapasan Dengan Waktu Berangkat Sama

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *