Kurikulum 2013 Menggantikan Kurikulum KTSP

kurikulum 2013
kurikulum 2013
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum 2013 ialah kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah guna menggantikan Kurikulum-2006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  KTSP dimana kurikulum ini telah berjalan  kurang lebih enam tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya yaitu tahun 2013 Beberapa sekolah di jadikan rintisan untuk percobaan.
Pada tahun ajaran 2013/2014, tepatnya di bulan Juni tahun 2013, Kurikulum 2013 diimpelementasikan secara tidak luas pada sekolah perintis, yaitu pada kelas I dan IV untuk tingkat Sekolah Dasar, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk jenjang SMA/SMK, lain halnya pada tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Jumlah sekolah yang menjadi sekolah perintis adalah sebanyak 6.326 sekolah tersebar di seluruh provinsi baik kota ataupun kabupaten di Indonesia.

Aspek Penilaian Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 Mempunyai empat aspek penilaian, ialah aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dikurangi dan materi yang dilebihkan. Materi yang dikurangi terlihat pada materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditlebihkan yaitu materi Matematika. Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional (seperti PISA dan TIMSS) sehingga pemerintah mengharapkan menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, nomor 60 tahun 2014 tanggal 11 Desember 2014, pelaksanaan Kurikulum 2013 dihentikan dan sekolah-sekolah untuk sementara kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, kecuali bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang sudah melaksanakannya selama 3 (tiga) semester, satuan pendidikan usia dini, dan satuan pendidikan khusus.  Penghentian tersebut bersifat tidak tetap, paling lama sampai tahun pelajaran 2019/2020
Terkait kurikulum 2013 maka setiap sekolah khususnya guru membutuhkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, tingkat sekolah dasar disebut SD, Sekolah Menengah Pertama disebut SMP, Sekolah Menngah Atas diebut SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan disebut SMK. Berikut ini adalah silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran RPP:
1.    Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pendidikan Sekolah Dasar
2.    Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pendidikan Sekolah Tingkat Pertama
3.    Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pendidikan SMA / SMK

Beberapa Perubahan Penilaian dalam Kurikulum 2013 yang akan diterapkan dalam tahun ini antara lain :

  1. Penilaian Sikap
  2. Ketuntasan Belajar
  3. Mekanisme dan Prosedur
  4. Pengolahan
  5. Laporan Hasil Belajar

Konsep Penilaian 

Tujuan penilaian:

Formatif (membentuk karakter dan perilaku, menjadikan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat); diagnostik(melihat perkembangan peserta didik dan feedback-koreksi pembelajaran), dan mengukur achievement/capaian agar dapat dilakukan evaluasi hasil pembelajaran
Ranah yang dinilai:

  • Pengetahuan
  • Keterampilan dan
  • Sikap dan perilaku (attitude and behavior pembiasaan dan pembudayaan)

Proses penilaian: lebih sederhana, terjangkau untuk dilakukan, tidak menjadi beban bagi guru/siswa, tetapi tetap mengutamakan prinsip dan kaidah penilaian

Penilaian yang dilakukan tidak hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessmet for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).

 

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*