Kreativitas Mengajar Guru

Kreativitas Mengajar Guru

Pengertian Kreativitas Mengajar Guru

Kreativitas Mengajar Guru,  Slameto (2010) : 145) menjelaskan bahwa “pengertian kreativitas berhubungan dengan penemuan sesuatu, mengenai hal yang menghasilkan sesuatu yang baru dengan menggunakan sesuatu yang telah ada”. Pendapat ini sejalan dengan Conny Semiawan, dkk (1987:8), “Kreativitas biasanya diartikan sebagai kemampuan untuk  menciptakan suatu produk baru. Akan tetapi, tidak berarti seluruh produknya baru. Produk tersebut mungkin saja berupa gabungan dan kombinasi dari unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya”. Selain itu Selo Soemardjan sebagaimana dikutip Utami Kreativitas Mengajar Guru , Munandar S.C. (1999:2) mengemukakan bahwa “Kreativitas merupakan sifat pribadi seorang individu (dan bukan merupakan sifat sosial yang dihayati oleh masyarakat) yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru”.

Menurut Chandra (1994) mengartikan” kreativitas sebagai kemampuan mental yang khas pada manusia yang melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinal, baru, indah, efisien, tepat sasaran dan tepat guna”.(Sugihartono, dkk; 2007:14)

Kreativitas Mengajar Guru , Guru yang kreatif mengandung pengertian ganda, yakni guru yang secara kreatif mampu menggunakan berbagai pendekatan dalam proses belajar pembelajaran dan juga adalah guru yang senang melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dalam hidupnya.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian kreativitas guru adalah kemampuan seseorang (guru) untuk melahirkan sesuatu yang baru maupun mengembangkan hal-hal yang sudah ada untuk memberikan sejumlah pengetahuan kepada anak didik di sekolah.

Ciri-ciri Orang Kreatif – Kreativitas Mengajar Guru

 Kreativitas Mengajar Guru  Menurut  Utami Munandar S.C., (1999: 88-93), kreativitas memiliki ciri-ciri aptitude dan non aptitude. Ciri aptitude adalah ciri ciri yang berhubungan kognisi, dengan proses berpikir, cirinya sebagai berikut :

1) Ketrampilan berpikir lancar: mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah, atau pertanyaan, memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal, selalu memikirkan lebih dari 1 jawaban.

2) Ketrampilan berpikir luwes (fleksibel): menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat sesuatu masalah dari sudut pandang yang berbedabeda, mampu mengubah cara pendekatan atau caranpemikiran.

3) Ketrampilan berpikir orisinal: mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik, memikirkan cara yang lazim untuk mengungkapkan diri, mampu membuat kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.

4) Kemampuan memperinci (mengelaborasi): mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk, menambahkan atau memperinci detil-detil dari suatu obyek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.

5) Kemampuan menilai (mengevaluasi) : menentukan patokan nilai sendiri dan menetukan apakah suatu pertanyaan benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana, mampu

mangambil keputusan terhadap situasi yang terbuka, tidak hanya mencetuskan gagasan, tetapi juga melaksanakan.

Sedangkan ciri-ciri non aptitude adalah ciri yang lebih berkaitan dengan sikap atau perasaan, meliputi :

1) Rasa ingin tahu; selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak, mengajukan banyak pertanyaan, selalu memperhatikan orang, obyek dan situasi, peka dalam pengamatan dan ingin mengetahui atau meneliti.

2) Bersifat imajinatif; mampu memperagakan atau membayangkan hal-hal yang tidak atau belum pernah

terjadi, menggunakan khayalan, tetapi mengetahui perbedaan antara khayalan dan kenyataan.

3) Merasa tertantang oleh kemajemukan; terdorong untuk mengatasi masalah yang sulit, merasa tertantang oleh situasi yang rumit, lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.

4) Sifat berani mengambil resiko; berani memberikan jawaban meskipun belum tentu benar, tidak takut gagal atau mendapat kritik, tidak menjadi ragu-ragu karena ketidakjelasan hal-hal yang tidak konvensional atau yang kurang berstruktur.

5) Sifat menghargai; dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup, menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang berkembang Sedangkan menurut pendapat Sund (1975) dalam Slameto (1987:149-150) bahwa individu dengan potensi kreatif dapat dikenal

melalui pengamatan ciri-ciri sebagai berikut :

1) Hasrat keingin tahu yang cukup besar

2) Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru

3) Panjang akal

4) Keinginan untuk menemukan dan meneliti

5) Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit

6) Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan

7) Memiliki dedikasi, bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas

8) Berpikir fleksibel

9) Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban labih banyak

10) Kemampuan membuat analisis dan sintesis

11) Memiliki semangat bertanya serta meneliti

12) Memiliki daya abstrak yang cukup baik

13) Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas.

Orang yang kreatif dalam berpikir berbeda dengan orang yang tidak kreatif. Berdasarkan berbagai definisi tentang kreativitas yang dikemukakan para ahli, Rhodes menyebutkan 4 ciri kreativitas sebagai “ Four P’s Creativity” atau empat P, yaitu :

1) Person, merupakan keunikan individu dalam pikiran dan ungkapannya.

2) Proses, yaitu kelancaran, fleksibiitas dan orisionalitas dalam berpikir.

3) Press, merupakan situasi kehidupan dan lingkukungan social yang memberi kemudahan dan dorongan untuk menampilkan tindakan kreatif.

4) Product, diartikan sebagai kemampuan dalam menghasilkan karya yang baru dan orisinil dan bermakna bagi individu dan lingkungannya. ( Sugihartono, dkk: 2007: 14-15 )

Ciri-ciri perilaku yang ditemukan pada orang-orang yang memberikan sumbangan kreatif yang menonjol terhadap masyarakat dikemukakan oleh Utami Munandar (1999: 36) sebagai berikut :

1) Berani dalam pendirian atau keyakinan

2) Ingin tahu

3) Mandiri dalam berpikir dan mempertimbangkan

4) Menyibukkan diri terus menerus dengan kerjanya

5) Intuitif

6) Ulet

7) Tidak bersedia menerima pendapat dan otoritas begitu saja

Kreativitas Mengajar Guru ,  Berbagai macam karakteristik di atas jarang sekali tampak pada seseorang secara keseluruhan, akan tetapi orang-orang yang kreatif memiliki ciri-ciri tersebut. Dari berbagai karakteristik orang yang kreatif dapat disimpulkan bahwa guru yang kreatif cirinya adalah : punya rasa ingin tahu yang dimanfaatkan semaksimal mungkin, mau bekerja keras, berani, kemampuan intelektualnya dimanfaatkan semaksimal mungkin, mandiri, dinamis, penuh inovasi/gagasan dan daya cipta, bersedia menerima informasi, menghubungkan ide dan pengalaman yang diperoleh dari berbagai sumber yang berbeda, cenderung menampilkan berbagai alternative terhadap subyek tertentu.

 

 

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *