Komunikasi Efektif Dalam Pembelajaran

Komunikasi Efektif Dalam Pembelajaran

Pengaruh Komunikasi,  Efektif dalam Pembelajaran

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.

Kegiatan pembelajaran merupakan proses transformasi pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar kepada pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses komunikasi untuk menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan agar pesan dapat diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman serta perubahan tingkah laku. Dengan demikian keberhasilan kegiatan pembelajaran sangat tergantung kepada efektifitas proses komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran tersebut.

Evertt M. Rogers mendefinisikan komunikasi sebagai proses yang di dalamnya terdapat suatu gagasan yang dikirimkan dari sumber kepada penerima dengan tujuan untuk merubah perilakunya. Pendapat senada dikemukakan oleh Theodore Herbert, yang mengatakan bahwa komunikasi merupakan proses yang di dalamnya menunjukkan arti pengetahuan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, biasanya dengan maksud mencapai beberapa tujuan khusus. Selain definisi yang telah disebutkan di atas, pemikir komunikasi yang cukup terkenal yaitu Wilbur Schramm memiliki pengertian yang sedikit lebih detil. Menurutnya, komunikasi merupakan tindakan melaksanakan kontak antara pengirim dan penerima, dengan bantuan pesan; pengirim dan penerima memiliki beberapa pengalaman bersama yang memberi arti pada pesan dan simbol yang dikirim oleh pengirim, dan diterima serta ditafsirkan oleh penerima.(Suranto : 2005)

Menurut Lasswell  (1972)di  bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni:

  • Komunikator (communicator, source, sender). Komunikator merupakan sumber dan pengirim pesan. Kredibilitas komunikator yang membuat komunikan percaya terhadap isi pesan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi.
  • Pesan (message).Pesan harus memiliki daya tarik tersendiri, sesuai dengan kebutuhan penerima pesan, adanya kesamaan pengalaman tentang pesan, dan ada peran pesan dalam memenuhi kebutuhan penerima
  • Media (channel, media). Sistem penyampaian berkaitan dengan metode dan media. Metode dan media yang digunakan dalam proses komunikasi harus disesuaikan dengan kondisi atau karakterisitik penerima pesan. (IGAK Wardani : 2005)
  • Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient).Agar komunikasi berjalan lancar, komunikan harus mampu menafsirkan pesan, sadar bahwa pesan sesuai dengan kebutuhannya, dan harus ada perhatian terhadap pesan yang diterima
  • Efek (effect, impact, influence). Terjadinya efek dalam suatu proses komunikasi dalam pembelajaran sangat tergantung dari fasilitator dalam penyampaian materi serta kebutuhan peserta dalam materi yang disampaikan.

 

Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran

Komunikasi dikatakan efektif apabila terdapat aliran informasi dua arah antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut sama-sama direspon sesuai dengan harapan kedua pelaku komunikasi tersebut. Setidaknya terdapat lima aspek yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif, yaitu :

  1. Kejelasan, Hal ini dimaksudkan bahwa dalam komunikasi harus menggunakan bahasa dan mengemas informasi secara jelas, sehingga mudah diterima dan dipahami oleh komunikan.
  2. Ketepatan. Ketepatan atau akurasi ini menyangkut penggunaan bahasa yang benar dan kebenaran informasi yang disampaikan.
  3. Konteks. Konteks atau sering disebut dengan situasi, maksudnya adalah bahwa bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi itu terjadi.
  4. Alur. Bahasa dan informasi yang akan disajikan harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap
  5. Budaya. Aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi, tetapi juga berkaitan dengan tatakrama dan etika. Artinya dalam berkomunikasi harus menyesuaikan dengan budaya orang yang diajak berkomunikasi, baik dalam penggunaan bahasa verbal maupun nonverbal, agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi. (Endang Lestari G : 2003)

Dalam proses komunikasi sering mengalami kegagalan hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah :

  1. Kecenderungan untuk membandingkan-comparing
  2. Tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh lawan bicara, Berusaha untuk membaca, menebak apa yang ada dalam pikirannya-mind reading
  3. Tidak memperhatikan apa yang dikatakan. Perhati tertuju pada upaya untuk memberikan komentar. Tampak seolah-olah tertarik dengan apa yang disampaikan, tapi yang sebenarnya tidak-rehearsing
  4. Menyaring – filtering
  5. Menilai, menghakimi – judging
  6. Bermimpi – dreaming
  7. Apa yang kita dengar mengingatkan akan pengalaman masa lalu – identification
  8. Menasihati – advising
  9. Bertengkar, terlalu cepat untuk menoleh atau tidak menyetujui usul orang lain – sparring
  10. Merasa selalu benar, tidak mau menerima kritikan, tidak mau menerima usulan untuk berubah – being right
  11. Keluar/lari dari pokok permasalahan karena merasa bosan, tidak nyaman lalu mengalihkan topik pembicaraan – derailing

Menurut Santoso Sastropoetro (Riyono Pratikno : 1987) berkomunkasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan, atau sering disebut dengan “the communication is in tune”. Agar komunikasi dapat berjalan secara efektif, harus dipenuhi beberapa syarat :

  • menciptakan suasana komunikasi yang menguntungkan
  • menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti
  • pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat bagi pihak komunikan
  • pesan dapat menggugah kepentingan komunikan yang dapat menguntungkan
  • pesan dapat menumbuhkan suatu penghargaan bagi pihak komunikan.

Untuk membentuk keadaan diatas maka seorang fasilitator  berkomunikasi dalam proses pembelajaran sebaiknya :

  • Dengarkan jangan menyela
  • Lakukan pengulangan dengan menggunakan komunikasi nonverbal
  • Ungkapkan perasaan dengan terbuka dan jujur
  • Jangan menilai dan lepaskan emosi negatif
  • Hindari komunikasi yang membuka front pertengkaran (menyindir, menyalahkan dll)
  • Jangan menggurui
  • Beradaptasi pada bahasa tubuh dan perasaan mereka
  • Tunjukan rasa persetujuan (apa yang dikangumi dari mereka)
  • Berikan kesan bahwa anda berada dalam satu tim yang sama
  • Berikan mereka senyuman terbaik anda
  • Menawarkan saran yang bermanfaat dan berikan motivasi

Efektifitas sebuah proses komunikasi tergantung pada komponen yang terkait. Semakin baik komponen, gangguan-gangguan akan tereduksi. Feedback dan respon akan lebih mudah dibangkitkan.Komunikasi dalam pembelajaran akan berlangsung secara efektif jika dalam kegiatan pembelajaran dilakukan secara to the poin , congenial/ramah dan bersahabat, jelas, terbuka, secara lisan,dua arah, nyambung, jujur

 

Daftar Pustaka

Gafur, Abdul. (2006). Handout Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan. PPs UNY. Yogyakarta

Lestari G, Endang dan Maliki, MA. (2003). Komunikasi yang Efektif. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta.

Pratikno, R. (1987). Berbagai Aspek Ilmu Komunikasi. Remadja Karya. Bandung

Sardiman AM. (2005). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Press. Jakarta.

Suranto. (2005). Komunikasi Perkantoran. Media Wacana. Yogyakarta

Wardani, IGAK. (2005). Dasar-Dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar. PAU-DIKTI DIKNAS. Jakarta.

Lasswell, Harold D. (1972).The structure and function of communication in society dalam Wilbur Schramm, ed. Mass communication. Urbana – Chicago: University of Illinois Press.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *