Komunikasi Efektif Dalam Pembelajaran, Tujuan dan ciri-cirinya

Komunikasi Efektif Dalam Pembelajaran

Komunikasi Efektif Dalam Pembelajaran,  Tujuan Komunikasi

Menurut Hewitt (1981), tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik adalah sebagai berikut:

  1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
  1. Mempengaruhi perilaku seseorang
  2. Mengungkapkan perasaan
  3. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
  4. Berhubungan dengan orang lain
  5. Menyelesaian sebuah masalah
  6. Mencapai sebuah tujuan
  7. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
  8. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

  1. Menurut Keith Davis, Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain.
  1. Menurut Carl I Hovlan, Pengertian Komunikasi ialah suatu proses di mana seseorang (komunikator) menyampaikan pesan (lambang dan atau kata-kata) untuk membentuk tingkah laku orang lain.
  2. Warent Weaver mengatakan, Pengertian Komunikasi merupakan keseluruhan prosedur di mana suatu pikiran mempengaruhi pikiran lainnya.
  3. CH. Cooly mengatakan bahwa definisi komunikasi yaitu mekanisme di mana hubungan antara manusia terjadi dan berkembang yang disertai dengan lambang pikiran. alat-alat penyampaiannya dan cara menjaganya melalui ruang dan waktu. Aktivitas ini tampak pada ekspresi muka, sikap, nada suara, kata-kata, tulisan dan lukisan baik langsung maupun dengan sarana untuk dapat menembus ruang dan waktu.

Dari beberapa pendapat menurut para ahli di atas mengenai definisi komunikasi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa “Pengertian Komunikasi” merupakan proses interaksi antara idividu yang satu dengan individu yang lainnya dalam rangka menyampaikan pesan baik secara langsung maupun tidak langsung dialam kehidupan sehari-hari.

Unsur-Unsur Komunikasi

Unsur-unsur komunikasi menurut Lasswell  (1972) ialah:

  1. Komunikator (communicator, source, sender).

Komunikator merupakan sumber dan pengirim pesan. Kredibilitas komunikator yang membuat komunikan percaya terhadap isi pesan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi.

  1. Pesan (message)

Pesan harus memiliki daya tarik tersendiri, sesuai dengan kebutuhan penerima pesan, adanya kesamaan pengalaman tentang pesan, dan ada peran pesan dalam memenuhi kebutuhan penerima

  1. Media (channel/saluran, media)

Sistem penyampaian berkaitan dengan metode dan media. Metode dan media yang digunakan dalam proses komunikasi harus disesuaikan dengan kondisi atau karakterisitik penerima pesan. (IGAK Wardani : 2005)

  1. Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient)

Agar komunikasi berjalan lancar, komunikan harus mampu menafsirkan pesan, sadar bahwa pesan sesuai dengan kebutuhannya, dan harus ada perhatian terhadap pesan yang diterima

  1. Efek (effect, impact, influence)
  2. Terjadinya efek dalam suatu proses komunikasi dalam pembelajaran sangat tergantung dari fasilitator dalam penyampaian materi serta kebutuhan peserta dalam materi yang disampaikan.

Komunikasi Yang Efektif  Dalam Pembelajaran

Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan.

Ada lima aspek dalam komunikasi yang efektif, antara lain:

  1. Kejelasan
    Hal ini dimaksudkan bahwa dalam komunikasi harus menggunakan bahasa dan mengemas informasi secara jelas, sehingga mudah diterima dan dipahami oleh komunikan.
  2. Ketepatan
    Ketepatan atau akurasi ini menyangkut penggunaan bahasa yang benar dan kebenaran informasi yang disampaikan.
  3. Konteks
    Konteks atau sering disebut dengan situasi, maksudnya adalah bahwa bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi itu terjadi.
  4. Alur
    Bahasa dan informasi yang akan disajikan harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap
  5. Budaya
    Aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi, tetapi juga berkaitan dengan tatakrama dan etika. Artinya dalam berkomunikasi harus menyesuaikan dengan budaya orang yang diajak berkomunikasi, baik dalam penggunaan bahasa verbal maupun nonverbal, agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi.

Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :

  1. Menciptakan suasana yang menguntungkan.
  2. Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
  3. Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
  4. Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.
  5. Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihk komunikan.

Pengertian Pembelajaran

Sardiman AM menyebut istilah pembelajaran dengan interaksi edukatif. Menurut beliau, yang dianggap interaksi edukatif adalah interaksi yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan untuk mendidik, dalam rangka mengantar peserta didik ke arah kedewasaannya. Pembelajaran merupakan proses yang berfungsi membimbing para peserta didik di dalam kehidupannya, yakni membimbing mengembangkan diri sesuai dengan tugas perkembangan yang harus dijalani. Proses edukatif memiliki ciri-ciri :

  1. Ada pesan yang akan disampaikan (ditransfer)
  2. Ada pebelajar
  3. Ada guru
  4. Ada metode
  5. Ada situasi
  6. Ada penilaian

Association for Educational Communication and Technology (AECT) menegaskan bahwa pembelajaran (instructional) merupakan bagian dari pendidikan. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdiri dari komponen-komponen sistem instruksional, yaitu komponen pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan latar atau lingkungan.

Suatu sistem instruksional diartikan sebagai kombinasi komponen sistem instruksional dan pola pengelolaan tertentu yang disusun sebelumnya di saat mendesain atau mengadakan pemilihan, dan di saat menggunakan, untuk mewujudkan terjadinya proses belajar yang berarah tujuan dan terkontrol, dan yang :

  1. didesain untuk mencapai kompetensi tertentu atau tingkah laku akhir dari suatu pembelajaran
  2. meliputi metodologi instruksional, format, dan urutan sesuai desain
  3. mengelola kondisi tingkah laku
  4. meliputi keseluruhan prosedur pengelolaan
  5. dapat diulangi dan diproduksi lagi
  6. telah dikembangkan mengikuti prosedur; dan g) telah divalidasi secara empirik (Yusufhadi M, dkk.:1986)

Dengan demikian pembelajaran dapat dimaknai sebagai interaksi antara pendidik dengan peserta didik yang dilakukan secara sengaja dan terencana serta memiliki tujuan yang positif. Keberhasilan pembelajaran harus didukung oleh komponen-komponen instuksional yang terdiri dari pesan berupa materi belajar, penyampai pesan yaitu pengajar, bahan untuk menuangkan pesan, peralatan yang mendukung kegiatan belajar, teknik atau metode yang sesuai, serta latar atau situasi yang kondusif bagi proses pembelajaran.

Macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran

  1. Secara langsung

Seorang guru memberikan pelajaran secara langsung dengan bertatap muka dengan para siswa dalam suatu ruangan atau di luar ruangan dalam konteks pembelajaran, seperti yang biasanya dilakukan di sekolah

  1. Secara tidak langsung

Guru dapat memberikan suatu pembelajaran melalui suatu media tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan siswa, dan siswa pun dapat memperoleh informasi secara luas melalui media tersebut.

 

Proses Belajar Mengajar sebagai Proses

Proses belajar mengajar dapat dikatakan proses komunikasi dimana terjadi proses penyampaian pesan tertentu dari sumber belajar (guru, instruktur, media pembelajaran dll) kepada penerima (peserta didik, murid) dengan tujuan agar pesan (berupa topik-topik pelajaran tertentu) dapat diterima (menjadi milik) oelh peserta didik/murid.

Guru hendaknya menyadari bahwa didalam kegiatan belajar dan pembelajaran, seungguhnya ia sedang melaksanakan kegiatan komunikasi. Untuk itu guru harus memilih dan menggunakan kata-kata yang berada dalam jangkauan/medan pengalaman murid-muridnya, agar dapat dimengerti dengan baik oleh mereka sehingga pesan pembelajaran yang disampaikan dapat diterima oleh murid dengan baik.

Dalam proses pembelajaran ada yang disebut kegiatan encoding dan decoding. Encoding merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan  lambang-lambang yang akan digunakan dalam kegiatan komunikasi oleh komunikator (oleh guru dalam kegiatan pembelajaran). Sedangkan Decoding adalah kegiatan dalam komunikasi yang dilaksanakan oleh penerima pesan (audience, murid) dimana penerima berusaha menangkap makna pesan yang disampaikan melalui lambang-lambang oleh komunikator.

Agar penyampaian pesan pembelajaran mencapai “sharing” yang diinginkan maka dilakukan penyampaian dengan lebih konkret dan jelas, selain dengan memilih lambang verbal yang berada dalam medan pengalaman murid. Misalnya menggunkaan alat peraga dan media pembelajaran seperti chart, diagram, grafik, gambar diam dll.

Media pembelajaran dapat digunakan dalam 2 macam cara dalam proses belajar mengajar:

  1. Sebagai alat peraga untuk menjelaskan materi pelajaran yang disampaikan keapda murid-murid
  2. Pemanfaatan media pembelajaran sebagai saluran komunikasi berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan pembelajaran terutama oleh media belajar mandiri seperti modul, Computer Based Instruction (CAI).

Ciri–ciri Komunikasi Efektif

  1. Penggunaan istilah yang diartikan “sama” antara pengirim dan penerima pesan merupakan aturan dasar untuk mencapai komunikasi yang efektif. Kata–kata yang samar artinya (mempunyai lebih dari satu makna) dapat menimbulkan kebingungan dan salah pengertian.
  2. Spesifik
    Pesan yang di pertukarkan harus spesifik. Maksudnya, pesan yang disampaikan harus jelas, sehingga si penerima pesan dapat menerima dan mengulangi dengan benar.
  3. Tersusun Baik

Pesan harus berkembang secara logis dan tidak boleh terpotong-potong.

  1. Objektif, akurat, dan aktual
  2. Pengirim informasi harus berusaha menyampaikan pesan seobjektif mungkin.
  3. Efisien
    Pesan di sampaikan seringkas dan seoriginal mungkin serta harus berusaha untuk menghilangkan kata yang tidak relavan.
  4. Hukum Komunikasi Yang Efektif
  5. Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.

Postingan Terkait :

1 Komentar

  1. maissy Balas

    sumber artikelnya dari mana ya? saya mau gunakan sebagai sumber tugas saya

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *