Komponen Sekolah/Madrasah yang Diakreditasi Bagian Pertama

Komponen akreditasi Sekolah

Komponen-komponen akreditasi sekolah/madrasah mengacu kepada 8 standar nasional pendidikan, yang terdiri atas:
1. Standar Isi
2. Standar Proses
3. Standar Kompetensi Lulusan
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
5. Standar Sarana dan Prasarana
6. Standar Pengelolaan
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian

Instrumen akreditasi sekolah/madrasah dikembangkan berdasarkan pada 8 standar nasional pendidikan. Adapun isi ke delapan standar nasional pendidikan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Standar Isi.

  • Dokumen KTSP;
  • Ketersedian silabus untuk setiap mata pelajaran;
  • Tersedianya silabus untuk muatan lokal, konseling dan ekstra kurikuler, dan pengembangan diri
  • Tersedianya rancangan untuk internalisasi karakter dan budaya bangsa
  • Komponen penyusun kurikulum
  • Mekanisme penyusunan kurikulum
  • Prinsip pelaksanaan kurikulum
  • Beban belajar
  • Pengesahan oleh pihak yang berwenang
  • Kalender akademik

2. Standar Proses.

  • Tersedianya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
  • Prinsip penyusunan RPP yang mendorong partisipasi aktif siswa, perbedaan individual, dan penggunaaan teknologi informasi
  • Kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks
  • Persyaratan proses pembelajaran
  • Langkah-langkah pembelajaran
  • Metode pemantauan
  • Metode supervisi
  • Peran Kepala Madrasah dalam pemantauan dan supervisi
  • Kegiatan pelaporan pemantauan dan supervisi kepada stakeholders

3. Standar kompetensi lulusan.

  • Pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengembilan keputusan
  • Pengalaman belajar dengan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial
  • Pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif.
  • Pengalaman belajar melalui pembiasaan dalam mencari informasi/ pengetahuan melalui berbagai sumber.
  • Pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
  • Pengalaman belajar untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
  • Pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
  • pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
  • pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik
  • pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik
  • pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI
  • pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
  • pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
  • pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif
  • pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global
  • pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan
  • pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
  • pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
  • pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
  • keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis
  • keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris
  • pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya
  • pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. di lanjutkan Ke Bagian Kedua klick disini

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *