Komponen Sekolah/Madrasah yang Diakreditasi Bagian Keempat

Komponen Utama Akreditasi Sekolah dan Madrasah

8. Standar Penilaian. (Untuk Standar Mutu Sekolah)

  • Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian standar mutu sekolah yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada semester yang berjalan.
  • Silabus mata pelajaran dilengkapi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan teknik penilaian.
  • Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
  • Guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain dalam menilai siswa.
  • Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
  • Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
  • Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
  • Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bentuk laporan prestasi belajar siswa.
  • Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester. standar mutu sekolah
  • Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.
  • Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.
  • Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester/SKS) melalui rapat.
  • Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan.
  • Sekolah/Madrasah menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan siswa sesuai dengan kriteria yang berlaku.
  • Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa.
  • Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kanwil Depag.
  • Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan.
  • Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN).
  • Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.
  • Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Paket B sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baru.

Kesimpulan

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengupayakan layanan bermutu adalah memberikan jaminan mutu sekolah terhadap layanan pendidikan, dan melakukan akreditasi terhadap lembaga pendidikan. Akreditasi diartikan sebagai proses evaluasi dan penilaian mutu institusi yang dilakukan oleh suatu tim pakar sejawat (tim asesor) berdasarkan standar  jaminan mutu sekolah yang telah ditetapkan, atas pengarahan suatu badan atau lembaga akreditasi mandiri di luar institusi yang bersangkutan; hasil akreditasi merupakan pengakuan bahwa suatu institusi telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan itu, sehingga layak untuk beroperasai dan menyelenggarakan program-programnya.

Tujuan akreditasi sekolah adalah untuk memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah dan menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan. Fungsi akreitasi sekolah adalah sebagai bahan pengetahuan, sebagai bentuk akuntabilitas sekolah terhadap dan sebagai titik tolak untuk pengembangan.Terdapat beberapa prinsip akreditasi yang dipedomani, dan terdapat persyaratan-persyaratan yang sepatutnya dipenuhi oleh sekolah yang mengikuti akreditasi.

Aspek-aspek yang diakreditasi meliputi pemenuhan 8 standar nasional pendidikan oleh sekolah, ialah standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standard

pembiayaan, dan standar penilaian. Dari 8 standar tersebut dikembangkanlah instrument instrumen akreditasi yang akan dipergunakan oleh asesor untuk mengakreditasi sekolah/madrasah.

6. Standar Pengelolaan. kembali ke bagian tiga klick disini

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *