Kisi-kisi Lengkap Sekolah Raih Akreditasi A Plus Bagian 3

Cara Sekolah Raih Akreditasi A Plus

k. Terakreditasi
Kisi-kisi ini mendapat akreditasi dari perguruan tinggi mitra DBE 2 termasuk UT. Semua kisi kisi yang telah memenuhi persaratan yang telah ditentukan oleh DBE 2 mendapat pengakuan kredit (SKS) dari perguruan tinggi mitra. Jumlah SKS bervariasi tergantung pada persetujuan dari perguruan tinggi masing-masing. Dengan demikian, peserta sudah memiliki tabungan SKS bila mereka ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke perguruan tinggi mitra DBE 2.

l. Desentralisasi (merespon kebutuhan lokal)
Kisi-kisi ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan para guru dan tenaga kependidikan di daerah masing-masing. Fasilitator berasal para tenaga lapangan dan para dosen dari perguruan tinggi setempat. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi lembaga maupun sumberdaya di daerah. Dengan demikian, diharapkan lembaga-lembaga di daerah semakin kuat dan mandiri.

m. Memberdayakan Guru lokal
Kebanyakan tips jitu menggunakan sumber daya manusia sebagai motor/fasilitator dari luar daerah, dalam menjalankan pelatihan dan atau pendampingan. Namun dalam pelatihan DBE 2, menggunakan motor/ facilitator dari daerah bahkan gugus bersangkutan yang telah diseleksi sebelumnya dari unsur guru yang akhirnya disebut Master Teacher Trainer (MTT). Hal ini dimaksudkan untuk kesinambungan pemberdayaan guru di gugus bersangkutan dan diharapkan dapat berimbas ke gugus lain seputarnya.

n. Materi Pembelajaran Akreditasi

Memberikan wawasan dan keterampilan dasar dalam mengembangkan pembelajaran aktif yang diintegrasikan dalam mata pelajaran pokok, yaitu mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan IPS. Materi paket ini secara garis besar meliputi prinsip-prinsip pembelajaran aktif, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Perencaan meliputi penyusunan silabus, RPP dan media pembelaran.

Pembelajaran aktif khusus untuk pembelajaran Matematika di SD/MI. Secara garis besar, paket pelatihan ini mencakup hakikat dan tujuan pembelajaran Matematika, teori dan model-model pembelajaran, pembelajaran Matematika yang menyenangkan, alat peraga murah untuk pembelajaran Matematika, pembelajaran Matematika berbasis TIK, remedial dan pengayaan, dan Penilaian pembelajaran Matematika.

Secara garis besar materi paket pelatihan meliputi: IPA dalam kehidupan sehari-hari, hakikat IPA, Demo praktek IPA yang mengasyikan, Keterampilan proses dalam IPA, Penembangan Sekolah Ramah Lingkungan, Pemodelan Pembelajaran IPA aktif, Pengembangan Media Sederhana IPA, Penilaian autentik, Pembelajaran IPA berbasis TIK, Pameran IPA, Evaluasi Pembelajaran IPA, dan lingkungan sebagai sumber belajar IPA. pelatihan pembelajaran aktif khusus untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. materi bagaimana membangun hidup bersama di dalam masyarakat yang majemuk, bagaimana menumbuhkan empati, toleransi, mengubah hal yang kurang positif menjadi positif, menghilangkan prasangka, dan mengidentifikasi tata kelola yang baik (good governmance).

Materi berkenaan dengan perencanaan dan penilaian pembelajaran secara umum. Dalam bidang perencanaan pembelajaran, peserta akan belajar tentang konsep dasar perencanaan pembelajaran, pengembangan strategi pembelajaran aktif, pengembangan media pembelajaran, pengembangan silabus dan RPP, baik yang terpadu secara tematis maupun per bidang studi. Berkenaan dengan penilaian, peserta akan belajar konsep dasar tentang penilaian dan evaluasi, evaluasi program pembelajaran, penyusunan rancangan evaluasi pembelajaran, analisis materi dan pengembangan indikator, teknik dan instrumen penilaian, penskoran, analisis hasil penilaian dan penyusunan tes.

Dalam manajemen kelas, peserta akan belajar tentang konsep dasar pengelolaan kelas, mengorganisasi kelas, mengelola bahan dan sumber kelas, mengelola perilaku siswa di kelas, dan pengelolaan kegiatan dan waktu belajar. Dalam manajemen personil, peserta akan belajar tentang bagaimana mengelola perilaku personil sekolah berisi materi berkenaan dengan pengembangan komunitas belajar. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep komunitas belajar, pembagian peran dan tanggung jawab dalam komunitas belajar, gender dan kelompok marginal, strategi pengembangan tim kerja dalam komunitas, evaluasi diri sekolah, penyusunan strategi pengembangan komunitas belajar, dan penataan sekolah pengenalan bimbingan dan konseling, tahap perkembangan anak, hak-hak anak, komunikasi efektif, identifikasi kebutuhan siswa, Integrasi bimbingan dan konseling dalam proses
pembelajaran, demonstrasi bimbingan dan konseling, nilai-nilai yang harus ada di sekolah, peran pihak terkait dalam pelaksanaan BK, merumuskan kebijakan, membangun tim sekolah, analisis situasi sekolah, dan keterampilan engambil keputusan

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *