Kisi-kisi Lengkap Sekolah Raih Akreditasi A Plus Bagian 2

Tips Sekolah Raih Akreditasi A Plus

a. Pendekatan menyeluruh (holistic approach)
Agar Tips Akreditasi ini memberi dampak perubahan nyata dalam pembelajaran di sekolah, pelatihan ini dirancang untuk melibatkan semua pemangku kepentingan dan institusi kependidikan yang terkait dengan pengembangan sekolah. Pemangku kepentingan Akreditasi tersebut meliputi unsur Diknas dan Depag, unsur PSBG/PKG/Gugus, para guru, kepala sekolah, wakil komite sekolah dan pengawas yang terkait dengan sekolah tersebut. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan mereka sekolah akreditasi mempunyai visi yang sama, ada rasa memiliki dan memberikan dukungan untuk mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Pengalaman menunjukkan bahwa apabila hanya kepala sekolah yang diberi pelatihan ternyata cenderung tidak ada perubahan di sekolah karena tanpa didukung SDM yang menguasai pengetahuan dan keterampilan yang memadai serta kurang didukung oleh pengambil kebijakan, baik dari pihak Diknas maupun dari pihak Depag. Kalau hanya gurunya saja yang diberi pelatihan juga kurang terjadi perubahan karena tidak ada dukungan dari atasan maupun pihak lainnya.

b. Paritisipasi masyarakat
Dukungan dan partisipasi dari masyarakat sangatlah penting dalam proses peningkatan mutu pembelajaran. Masyarakat orang tua dan mungkin para tokoh masyarakat setempat yang tergabung dalam forum Komite Sekolah dan para pengurus forum gugus sekolah mempunyai peranan penting dalam merancang program pelatihan. Mereka dapat memusyawarahkan kebutuhan pelatihan, berbagai sumber yang bisa dimanfaatkan. Masyarakat dapat juga memberikan dukungan dalam bentuk dana, sumber daya manusia dan pemikiran. Kalau semua dirancang berdasarkan kebutuhan sesungguhnya, memanfaatkan nara sumber yang ada, pelatihan akan menjadi lebih efektif dan berkesinambungan.

c. Menggunakan struktur yang ada
Pelatihan diupayakan memanfaatkan sistem atau struktur yang ada dan tidak menciptakan strutur yang baru. Adanya struktur atau forum di gugus seperti KKG, KKKS, KKPS merupakan wahana yang bisa dimanfaatkan untuk pelatihan bagi mereka. Dengan berpijak pada struktur yang ada, program dan kegiatan pelatihan ini akan berkelanjutan meskipun proyek sudah berakhir dan ini akan menjadi kegiatan rutin di gugus tersebut.

d. Lingkungan dan Media dan Bahan Ajar Murah
Agar pembelajaran lebih bermakna bagi siswa, disarankan pembelajaran dengan menggunakan media. Banyak bahan-bahan murah atau bahan-bahan bekas di sekitar kita dapat dimanfaatkan sebagai media dan sumber pembelajaran, baik itu yang bersifat alami maupun buatan. Bendabenda seperti batu, kayu, pasir, kertas, kardus bekas, plastik, dll. merupakan contoh yang dapat digunakan untuk media. Bahan-bahan murah atu bekas ini dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan materi pelajaran. Semua ini perlu dilakukan pada saat pelatihan sehingga ini dapat menjadi contoh bagaimana mereka nanti menerapkannya di sekolah.
Lingkungan juga dapat dimanfaatkan sebagai media atau sumber belajar. Lingkungan dapat
mencakup lingkungan budaya, sosial, maupun alam, seperti misalnya, pantai, sawah, sungai,
hutan, pasar, dan museum. Berkaitan dengan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan, peserta didik dapat didekatkan dengan lingkungan atan lingkungan didekatkan ke peserta didik. Ini juga dilakukan di pelatihan sebagai model bagi para peserta dalam menerapkannya di kelas nanti.

e. Jembatan Penghubung Perguruan Tinggi (PT) dengan Sekolah
Tips terakreditasi ini dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan hubungan antara sekolah dengan perguruan tinggi, khususnya Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Tarbiyah, yang bertanggungjawab untuk menghasilkan para calon guru. Dengan kedekatan hubungan antara perguruan tinggi dengan sekolah, perguruan tinggi dapat memahami dengan sebenarnya apa yang

Bersambung Ke Bagian 3 Klick Disini

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *