Makna Ing Ngarso Sung Tuladha Dalam Implementasi Pendidikan Budi Pekerti

Makna Semboyan Ki Hajar Dewantara
Makna Semboyan Ki Hajar Dewantara

Arti atau Makna dari Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa , Tut Wuri Handayani itu ternyata adalah slogan dari Pahlawan kita Ki Hajar Dewantara , sungguh hebat dia telah menciptakan Slogan keren ini dan sangat bagus sekali diterapkan di semua urusan , dimanapun , saya terkagum dengan sebuah Slogan ini, dan saya ingin beri tahu maksud atau tujuan dari Slogan ini.

Kata Kata ini adalah menggunakan Bahasa Jawa, yang bila di terjemahkan dalam Bahasa Indonesia ini sangat ”WoW” sekali. Makna kalimat ”Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” .

Ing Ngarsa sung Tuladha ; ing(di), Ngarsa(depan), sung(jadi), Tuladha(contoh/panutan) makna: Di Depan menjadi Contoh atau Panutan

Ing Madya Mangun Karsa ; ing(di), Madya(tengah), mangun(berbuat), Karsa(penjalar) makna: Di tengah Berbuat Keseimbangan atau Penjalaran

Tut Wuri Handayani ; Tut(di), Wuri(berbuat/mengelola), Handayani(Dorongan) makna: Di Belakang membuat Dorongan atau Mendorong

(1) Ing Ngarso Sung Tulodo : Dilihat dari asal katanya, maka ing ngarso sung tuladho itu berasal dari kata ing ngarso yang diartikan di depan, sung (lngsun) yang artinya saya, dan kata tulodo yang artinya tauladan. Dengan demikian arti dari semboyan ki Hajar Dewantara yang pertama ini adalah ketika menjadi pemimpin atau seorang guru harus dapat memberikan suri tauladan untuk semua orang yang ada disekitarnya.

(2) Ing Madyo Mbangun Karso : Dari asal katanya, maka Ing Madyo Mbangun Karso berasal dari kata Ing Madyo yang diartikan di tengah-tengah, Mbangun yang memiliki arti membangkitkan dan karso yang memiliki arti bentuk kemauan atau niat. Dengan demikian makna dari semboyan Ki Hajar Dewantara yang kedua ini adalah seorang guru di tengah-tengah kesibukannya diharapkan dapat membangkitkan semangat terhadap peserta didiknya.

(3) Tut Wuri Handayani : Dari asal katanya, Tut Wuri Handayani, dirangkai dari kata tut wuri yang memiliki arti mengikuti dari belakang da kata handayani yang memilki arti memberikan motivasi atau dorongan semangat. Dengan demikian semboyan ki Hajar Dewantara yang ketiga ini memiliki makna bahwa seorang guru diharapkan dapat memberikan suatu dorongan moral dan semangat kepada peserta didik ketika guru tersebut berada di belakang.

Dari semboyan beliau lah tercipta semangat berpendidikan yang tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudah seharusnya guru-guru di Indonesia belajar dari seorang bapak pendidikan yang telah memberikan dampak positif terhadap bangsa Indonesia. karena, di tangan para gurulah nasib para penerus generasi bangsa. serta tanggung jawab kemajuan pendidikan di Indonesia salah satunya di pengaruhi oleh para guru. oleh karena itu, guru juga harus berkontribusi dalam hal yang positif dan ikut serta menyalurkan kemampuannya di dalam bidang pendidikan semaksimal mungkin.

Setidaknya maknanya seperti itu, yang apabila di Gabungkan ”Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” artinya ”Di Depan Menjadi Panutan atau Contoh, Di Tengah menjadi Penjalar atau Penyeimbang sepantara, dan di Belakan melakukan Dorongan (prajurit, ibaratnya)” sungguh Indah bukan? Bahkan Kemdikbud sudah mengambil kata ”Tut Wuri Handayani ” sebagai lambang atau Logo Pendidikan lho.. Ayo kayak gimana ?? Bagus kan.

Pahlawan kita walaupun hidup di era yang sulit, tetap saja ia berkarya dan karyanyapun masih kita nikmati kan.. Lah jadi kita sebagai generasi penerus harus bisa menjadi seperti mereka ya..
bagaimana kawan , sudah tau maknanya kan … Maju Terus,

Ingat: kalau kita di Depan harus menjadi Panutan, Kalau di Tengah kita harus berjiwa friendly, dan kalau di Belakang kita harus menjadi pendorong ya .. Kita gunakan 3 simbolis tadi untuk makna dan kita terapkan di kehidupan kita .

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*