Kelemahan dan Keunggulan Full Day School

Kelemahan dan Keunggulan Full Day School

Full Day School  juga memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler, sistem pengajarannya sangat menyenangkan, serta memberikan pengalaman belajar yang luas pada anak berikut keunggulan full day school dan kelemahan fullday school

Baharudin (2010: 223-224) menjelaskan ada berbagai alasan orang tua memilih full day school sebagai pendidikan anaknya, antara lain:

  1. Banyaknya orangtua tunggal dan padatnya aktivitas orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anaknya, terutama yang berkaitan dengan aktivitas anak setelah pulang dari sekolah;
  2. Perubahan sosial-budaya yang terjadi di masyarakat (dari masyarakat agraris menuju ke masyarakat industri) yang mempengaruhi pola pikir dan cara pandangnya;
  3. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga jika tidak dicermati, maka dapat menjadi korban teknologi komunikasi.

Baharudin (2010: 225) menyatakan bahwa “konsep pengembangan dan inovasi pembelajaran sistem full day school didesain untuk mengembangkan kreativitas anak mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor”. Full day school memiliki keunggulan dan beberapa nilai plus diantaranya:

  1. Anak memperoleh pendidikan umum antisipasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan;
  2. Anak mendapatkan pendidikan kepribadian yang bersifat antisipatif terhadap perkembangan sosial budaya yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan globalisasi;
  3. Potensi anak tersalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan sekolah;
  4. Perkembangan bakat, minat, dan kecerdasan terantisipasi sejak dini melalui pantauan program bimbingan dan konseling.

Keunggulan Full Day School

Baharudin (2010: 226) menyatakan bahwa full day school juga memiliki kelebihan yang membuat para orang tua tidak khawatir dengan anaknya, yakni:

  1. Pengaruh negatif kegiatan anak di luar sekolah dapat dikurangi seminimal mungkin karena waktu pendidikan anak di sekolah lebih lama;
  2. Anak dididik oleh tenaga kependidikan yang terlatih dan profesional;
  3. Adanya perpustakaan yang nyaman dan representative sehingga membantu peningkatan prestasi belajar anak;
  4. Siswa mendapat pelajaran dan bimbingan ibadah praktis (doa makan, doa-doa harian, dan lain-lain).

Hasan (2006: 114-115) menyatakan bahwa “sistem full day school lebih memungkinkan terwujudnya pendidikan utuh meliputi tiga bidang yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik”. Full day school lebih memungkinkan terwujudnya intensifikasi dan efektivitas proses edukasi. Siswa lebih mudah diarahkan dan dibentuk sesuai dengan visi dan misi sekolah, sebab aktivitas siswa lebih mudah terpantau karena sejak awal sudah diarahkan. Kuswandi (2012) dalam Azizah (2014: 16) menyatakan bahwa ‘full day school memberikan efek positif karena anak-anak akan lebih banyak belajar dari pada bermain yang bermuara pada produktivitas tinggi, siswa menunjukkan sikap yang lebih positif, terhindar dari penyimpangan karena seharian berada di kelas dan dalam pengawasan guru’.
Namun demikian, Hasan (2006: 116) mengungkapkan sistem pembelajaran model full day school ini tidak terlepas dari kelemahan atau kekurangan antara lain:

  1. Sistem full day school acapkali menimbulkan rasa bosan pada siswa. Sistem pembelajaran dengan pola full day school membutuhkan kesiapan baik fisik, psikologis, maupun intelektual yang bagus. Jadwal kegiatan pembelajaran yang padat dan penerapan sanksi yang konsisten dalam batas tertentu akan meyebabkan siswa menjadi jenuh. Namun bagi mereka yang telah siap, hal tersebut bukan suatu masalah, tetapi justru akan mendatangkan keasyikan tersendiri, oleh karenanya kejelian dan improvisasi pengelolaan dalam hal ini sangat dibutuhkan. Keahlian dalam merancang full day school sehingga tidak membosankan.
  2. Sistem full day school memerlukan perhatian dan kesungguhan manajemen bagi pengelola, agar proses pembelajaran pada lembaga pendidikan yang berpola full day school berlangsung optimal, sangat dibutuhkan perhatian dan curahan pemikiran terlebih dari pengelolaannya, bahkan pengorbanan baik fisik, psikologis, material dan lainnya. Tanpa hal demikian, full day school tidak akan mencapai hasil optimal bahkan boleh jadi hanya sekedar rutinitas yang tanpa makna.

Berdasarkan paparan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa keunggulan full day school yakni para peserta didik diberikan pendidikan secara umum sebagaimana sekolah dasar konvensional lainnya untuk mengantisipasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Peserta didik mendapatkan pendidikan utuh meliputi tiga ranah yakni kognitif, afektif, psikomotorik. Peserta didik mendapat pelajaran dan bimbingan ibadah praktis (doa makan, doa-doa harian, dan lain-lain). Keunggulan full day school lainnya adalah anak dapat meningkatkan prestasi belajarnya dengan perpustakaan yang representative. Serta potensi anak tersalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan sekolah. Namun demikian, sistem pembelajaran model full day school ini tidak terlepas dari kelemahan atau kekurangan yang didapati. Tapi yang terpenting adalah dari beberapa kekurangan dan kelemahan itu bisa dijadikan bahan refleksi dan evaluasi untuk terus memperbaiki dan mengembangkan sistem full day school untuk mendapatkan keunggulan full day school.

Literasi

Baharuddin. 2010. Pendidikan dan Psikologi perkembangan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Hasan, Nor. 2006. Full day School (Model Alternatif Pembelajaran bahasa Asing). Jurnal Pendidikan. Tadris. Vol 1. No1.

Azizah, Annisa Nurul, (2014), Program Full Day School dalam Pengembangan Kemandirian Siswa,

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *