KECERDASAN EMOSI DAN PERKEMBANGAN ASPEK SOSIAL

kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial
kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4: KECERDASAN EMOSI DAN PERKEMBANGAN
ASPEK SOSIAL

kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial

Menurut Gardner untuk meraih sukses, diperlukan kecerdasan dalam spektrum
yang luas yaitu kecerdasan majemuk diantaranya kecerdasan intrapersonal yang
sudah menyentuh aspek emosional. Manusia adalah mahluk sosial, tetapi sifatsifat
sosial tidak dibawa sejak lahir. Sifat-sifat sosial diperoleh melalui proses
belajar melalui interaksi dengan lingkungan sosial. Belajar menjadi pribadi sosial
tidak diperoleh dalam waktu singkat, tapi manusia belajar searah dengan siklus
kehidupan, dengan periode kemajuan yang pesat kemudian mendatar.

A. Tujuan
Setelah melaksanakan pembelajaran, peserta diklat diharapkan dapat
memahami konsep perkembangan aspek sosial dan kecerdasan emosi;
identifikasi perkembangan kecerdasan emosi dan keterampilan perilaku sosial;
serta implementasinya dalam pembelajaran. kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator pencapaian kompetensi yang harus ditunjukkan guru setelah
mempelajari modul ini, sebagai berikut.
1. Menjelaskan tahapan perkembangan kecerdasan emosi peserta didik.
2. Membedakan ciri-ciri perilaku peserta didik yang memiliki kecerdasan emosi
tinggi dengan rendah.
3. Mengidentifikasi kecerdasan emosi peserta didik.
4. Mendeskripsikan proses perkembangan aspek sosial peserta didik.
5. Membedakan ciri-ciri perilaku sosial peserta didik antara yang berperilaku
sosial baik dan kurang baik.
6. Mengidentifikasi keterampilan perilaku sosial peserta didik.
7. Menentukan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi pengembangan
kecerdasan emosi dan keterampilan sosial peserta didik. kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial

C. Uraian Materi
1. Perkembangan Emosi
Emosi dapat didefinisikan sebagai suatu suasana yang kompleks dan
getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum/sesudah terjadinya
perilaku (Makmun, 2009:114). Emosi tidak hanya melibatkan perasaan
dan pikiran, aspek biologis dan psikologis, namun disertai serangkaian
tindakan. Menurut Hurlock (2003:213) perkembangan emosi dipengaruhi
oleh faktor kematangan dan faktor belajar, tetapi faktor belajar lebih
penting, karena belajar merupakan faktor yang lebih dapat dikendalikan.
Terdapat berbagai cara dalam mengendalikan lingkungan untuk
menjamin pembinaan pola-pola emosi yang diinginkan, orangtua dan
guru dapat membantu anak untuk memiliki pola reaksi emosi yang
diinginkan melalui pengajaran dan bimbingan. kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial

a. Pengendalian Emosi
Untuk dapat melakukan penyesuaian sosial yang baik, peserta didik
harus mampu mengendalikan emosi dengan baik. Anak harus belajar
mengekspresikan emosi dengan cara yang dapat diterima secara
sosial.. Menurut Hurlock (2003:231) mengendalikan emosi adalah
mengarahkan energi emosi ke saluran ekspresi yang bermanfaat dan
dapat diterima secara sosial. Dalam mengendalikan emosi, anak
harus belajar bagaimana cara menangani rangsangan yang
membangkitkan emosi dan bagaimana cara mengatasi reaksi yang
biasa menyertai emosi. kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial
b. Karakteristik Aspek Emosi Remaja Awal
Menurut Yusuf (2006:9) masa remaja merupakan masa memuncaknya
emosionalitas, Matangnya organ-organ reproduksi mempengaruhi
emosi atau perasaan-perasaan baru yang sebelumnya tidak pernah
dialami, seperti perasaan cinta, rindu, dan keinginan untuk berkenalan
lebih intim dengan lawan jenis. Perkembangan emosi pada masa
remaja awal bersifat sensitif dan reaktif (kritis) yang sangat kuat
terhadap berbagai peristiwa atau situasi sosial, emosi cenderung
memuncak dan kurang stabil, emosinya sering bersifat negatif dan

temperamental (mudah marah/tersinggung, atau mudah
sedih/murung). Kondisi ini terutama pada remaja yang hidup di
lingkungan yang tidak harmonis. khususnya lingkungan keluarga.

c. Kecerdasan Emosi
Kecerdasan emosi memiliki peran yang penting dalam pendidikan,
maupun dunia kerja bahkan ke semua bidang kehidupan yang
melibatkan hubungan antar manusia. Menurut Goleman (1997:57)
bahwa setiap orang tentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda
dalam wilayah kecerdasan emosi, mungkin beberapa orang yang amat
terampil dalam menangani kecemasan sendiri akan tetapi sulit
mengatasi rasa marah. Kecerdasan emosional memiliki lima wilayah
utama, yaitu sebagai berikut ini.
1) Mengenali emosi diri. Mengenali perasaan saat perasaan itu
muncul
2) Mengelola Emosi, kemampuan mengendalikan diri, mengatur
suasana hati.
3) Memotivasi diri sendiri., kemampuan mengelola emosi sebagai
alat untuk mencapai tujuan.
4) Mengenali emosi orang lain, kemampuan berempati kepada
orang lain. kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial
5) Membina hubungan dengan orang lain sebagian besar merupakan
keterampilan memahami dan mengelola emosi orang lain.
Peter Salovey dan John Mayer menjelaskan kualitas-kualitas
emosional yang penting untuk mencapai kesuksesan (Shapiro,
1997:5). Kualitas-kualitas tersebut di antaranya adalah: (1) Empati; (2)
Mengungkapkan dan memahami perasaan; (3)Mengendalikan amarah;
(4)Kemandirian; (5) Kemampuan menyesuaikan diri; (6) Disukai; (7)
Kemampuan memecahkan masalah antarpribadi(8) Ketekunan; (9)
Kesetiakawanan; (10)Keramahan; (11) Sikap Hormat. 2. Perkembangan Sosial
Manusia sebagai mahluk sosial akan terus menerus melakukan
penyesuaian diri dengan lingkungan sosial sepanjang hidupnya,
Melakukan interaksi sosial dengan individu maupun kelompok,
berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial , moral, dan harapan
masyarakat serta kebudayaan. Yusuf (2014:122) menyatakan bahwa
perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam
hubungan sosial. Pencapaian kematangan diperoleh memalui proses
belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan oranglain atau proses
sosialisasi. kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial

a. Karakteristik Perilaku Sosial Remaja
Masa remaja kaitannya dengan pengembangan nilai- nilai yang
selaras dengan nilai-nilai orang dewasa yang akan dimasukinya, yaitu
tugas untuk mengembangan perilaku sosial yang bertanggung jawab
Pada masa remaja berkembang social cognition, yaitu kemampuan
untuk memahami orang lain, hal ini mendorong remaja untuk membina
hubungan sosial dengan teman sebaya. Masa ini ditandai oleh sikap
konformitas, yaitu kecenderungan untuk meniru, mengikuti opini,
pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran/hobi, atau keinginan orang lain
Sikap konformitas berubah seiring dengan bertambahnya usia dan
berkembangnya kemampuan berpikir yang lebih matang (Yusuf,
2006:10). kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial
Perubahan perilaku sosial yang paling menonjol pada masa remaja
adalah menyukai lawan jenis. Remaja senang mengikuti berbagai
kegiatan sosial, semakin banyak kesempatan untuk melakukan
aktivitas sosial yang baik, maka wawasan sosialnya lebih luas,
penyesuaian diriyang lebih baik, dan meningkatnya kompetensi sosial
seperti kemampuan berkomunikasi

b. Status Sosial Teman Sebaya
Penerimaan sosial berkaitan dengan kualitas pribadi yaitu banyaknya
sifat-sifat baik, menarik dan keterampilan sosial. Berdasarkan
hubungan sosial di antara peserta didik ada empat status teman sebaya

menurut Rubin, Bukowski&Parker, Wentzel & Asker, Wentzel &
Battle (Santrock,2010:100) yaitu :
1) Anak popular disukai oleh teman sebayanya dan seringkali
dinominasikan sebagai teman yang terbaik, karena memiliki
keterampilan sosial yang tinggi.
2) Anak yang diabaikan (neglected children) jarang dinominasikan
sebagai teman terbaik, tetapi bukan karena tidak disukai oleh
teman sebayanya.
3) Anak yang ditolak (rejected chidren) jarang dinominasikan sebagai
teman terbaik dan sering dibenci oleh tteman sebayanya. Anak
menunjukkan agresi tinggi, menarik diri, serta kemampuan sosial
dan kognitif yang rendah.. Anak yang ditolak, menurut Buke & Ladd
(Santrock, 2010:100) mengalami masalah penyesuaian diri yang
serius dibanding anak yang diabaikan.
4) Anak kontrovesial sering dinominasikan sebagai teman terbaik,tapi
sering tidak disukai.Anak kontroversial tinggi dalam penerimaan dan
penolakan. Penolakan oleh teman sebaya mempengaruhi prestasi
belajar, munculnya masalah emosi, dan cenderung meningkatnya
risiko kenakalan remaja. kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial
c. Kecerdasan Emosi dan Keterampilan Sosial
Kecerdasan emosi dan keterampilan sosial akan membentuk karakter,
berdasarkan beberapa hasil penelitian bahwa kecerdasan emosi dan
keterampilan sosial lebih penting dari inteligensi (IQ) dalam mencapai
keberhasilan hidup. Kecerdasan emosi (EQ) membuat anak memiliki
semangat yang tinggi dalam belajar atau disukai oleh teman-temannya
dalam kegiatan bermain, maka hal itu akan membawa keberhasilan
ketika memasuki dunia kerja atau berkeluarga. Menurut Shapiro
(1997:1975) bahwa kecerdasan emosi dan keterampilan sosial dapat
diajarkan kepada anak sesuai dengan usia dan tahap
perkembangannya. Disarikan dari penjelasan Shapiro cara
mengajarkan kecerdasan emosi dan keterampilan sosial antara lain
bagaimana, (1) membina hubungan persahabatan; (2) tata karma; (3)
bekerja dalam kelompok; (4) berbicara dan mendengarkan secara efektif;

(5) mengatasi masalah dengan teman yang nakal ; (6)
berempati terhadap orang lain; (7) mencapai prestasi tinggi; (8)
memecahkan masalah; (9) memotivasi diri bila menghadapi masamasa
yang sulit; (10) percaya diri saat menghadapi situasi yang sulit;
(11) menjalin keakraban;
d. Identifikasi Kecerdasan Emosi dan Keterampilan Sosial Peserta
Didik
Guru dapat melakukan identifikasi kecerdasan emosi dan keterampilan
sosial dengan cara yang sama seperti pada identifikasi materi
pembelajaran 2.
e. Implementasi dalam Pembelajaran
1) Prioritaskan identifikasi peserta didik yang diduga memiliki
kecerdasan emosi dan keterampilan sosial yang rendah.
2) Pahami keragaman dalam kecerdasan emosi dan keterampilan
sosial peserta didik, serta bersikap bijak menghadapi mereka yang
memiliki kecerdasan emosi dan keterampilan sosial yang rendah.
3) Sebagai model sosial tampilkan perilaku yang mencerminkan
kecerdasan emosi dan keterampilan sosial yang tinggi.serta Ikhlas
dalam mengajar.
4) Ciptakan iklim belajar yang kondusif bagi perkembangan
kecerdasan emosi dan sosial, yaitu iklim yang demokratis, nyaman,
tidak tegang, diselingi humor, dan suasana gembira.
5) Rancang pembelajaran dengan memasukan aspek kecerdasan
emosi dan keterampilan sosial.melalui disiplin, bimbingan dan
pembiasaan yang disertai penguatan, serta pembelajaran berbasis
kelompok disamping klasikal.
6) Bimbing peserta didik untuk mengekspresikan emosi yang bisa
diterima secara sosial.
7) Bekerja sama dengan guru BK, wali kelas dan orangtua untuk
membantu peserta didik mengembangkan kecerdasan emosi dan
keterampilan sosial D. Aktivitas Pembelajaran
1. Kegiatan 1. Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial
a. Tujuan: melalui tugas membaca, diskusi, dan membuat peta pikiran
peserta diharapkan dapat memahami kecerdasan emosi dan
perkembangan sosial, identifikasi, dan fasilitasinya melalui pembelajaran
untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan keterampilan sosial.
b. Tugas:
1) Buatlah peta pikiran, bagan mengenai kecerdasan emosi dan
perkembangan sosial meliputi: a) tahapan perkembangan
kecerdasan emosi peserta didik; b) ciri-ciri perilaku peserta didik yang
memiliki kecerdasan emosi tinggi dan rendah; c) identifikasi
kecerdasan emosi peserta didik; d) proses perkembangan aspek
sosial peserta didik, e) ciri-ciri perilaku sosial peserta didik antara
yang baik dan kurang baik; f) identifikasi keterampilan perilaku sosial
peserta didik; g) pembelajaran yang memfasilitasi pengembangan
kecerdasan emosi dan keterampilan sosial peserta didik.
2) Bekerjalah dalam kelompok dan presentasikanlah hasilnya.
2. Kegiatan 2. Kasus dan Alternatif Solusi
a. Tujuan: melalui tugas pemecahan kasus, dikusi kelompok, dan
presentasi hasil kegiatan peserta dapat mengidentifikasi perkembangan
kecerdasan emosi dan keterampilan sosial peserta didik serta
menggunakannya untuk pengembangannya melalui pembelajaran.
b. Tugas
1) Curah pendapat mengenai kasus kecerdasan emosi dan
perkembangan sosial peserta didik yang terjadi di kelas peserta diklat
dan mengkaji kasus yang termasuk dalam lingkup perkembangan
kecerdasan emosi dan perkembangan sosial peserta didik.
2) Pilih satu kasus, diskusikan dalam kelompok, usulkan alternaif solusi
untuk itu dan presentasikan hasil kegiatan.

E. Latihan/Kasus/Tugas
1. Salah satu aspek yang penting dalam kecerdasan emosi adalah
pengendalian emosi. Mengapa peserta didik harus diajarkan cara
mengendalikan emosi, jelaskan?
2. Remaja perlu mendapat bimbingan dari orang tua dan guru serta orang
dewasa lainnya agar memiliki kemampuan dalam memilih teman
sebaya, jelaskan?
3. Kerjakanlah kasus-kasus berikut ini,, identifikasi gejala dan masalahnya,
serta usulkan alternatif solusi untuk itu. Bekerjalah dalam kelompok dan
presentasikan hasilnya.
Berikut simpulan Pak Amir dari informasi yang berhasil dikumpulkan terkait
beberapa anak asuhnya.
1) saat bekerja sama dalam kelompok kadang-kadang tidak dapat
mengendalikan diri dan cenderung marah saat pendapatnya tidak
diterima.
2) kadang-kadang merasa paling benar sehingga kurang dapat menghargai
pemikiran anggota kelompok lainnya.
3) marah terhadap guyonan dimana teman lainnya merasa hal tersebut
biasa saja
Berikut adalah informasi yang berhasil dikumpulkan Bu Zainab terkait anak
asuh yang sedang ditangani:

1) seringkali terlambat dalam menyelesaikan tugas, kadang-kadang
tidak menyelesaikan tugas di kelas, tidak melaksanakan tugas
sesuai kesepakatan saat kerja kelompok;
2) saat pembelajaran menggunakan HP secara sembunyi-sembunyi
3) sering keluar masuk saat pembelajaran
4) tidak memasukan baju atasan ke dalam rok, melipat bagian ujung
lengan baju, tidak menggunakan sepatu wajib,
5) bolos pada jam terakhir

4. Tentukanlah kasus perkembangan kecerdasan dan aspek sosial dari
peserta didik di kelas Anda, identifikasi gejala dan masalahnya, serta
rancang apa yang sebaiknya Anda lakukan sebagai alternatif solusi!

F. Rangkuman
1. Perkembangan emosi pada masa remaja awal bersifat sensitif dan reaktif
(kritis) emosi cenderung memuncak dan kurang stabil,, emosinya sering
bersifat negatif dan temperamental. Selain itu munculnya perasaan baru
seperti perasaan cinta, rindu, dan keinginan untuk berkenalan lebih intim
dengan lawan jenis.
2. Kecerdasan emosi memiliki lima wilayah, yaitu (1) mengenali emosi diri;
(2) mengelola emosi diri; (3) memotivasi diri sendiri; (4) mengenali emosi
orang lain ; (5) membina hubungan.
3. Pada masa remaja berkembang social cognition yaitu kemampuan untuk
memahami orang lain, dan konformitas.
4. Perubahan perilaku sosial yang paling menonjol pada masa remaja
adalah hubungan dengan lawan jenis, dan senang mengikuti berbagai
aktivitas sosial.
5. Penerimaan sosial oleh teman sebaya sangat penting karena berkaitan
dengan harga diri, karena itu remaja harus mampu mengendalikan emosi
dan memiliki keterampilan sosial. Empat status hubungan sosial teman
sebaya yaitu anak popular, anak yang diabaikan, anak yang ditolak, dan
anak kontroversial. kecerdasan emosi dan perkembangan aspek sosial
G. Umpan Balik Dan Tindak Lanjut
Lakukanlah uji diri seperti dijelaskan pada pembelajaran ke-1. Anda dianjurkan
untuk berlatih menggunakan kasus di kelas Anda, mempelajari instrumen
identifikasi yang relevan, metodologi pembelajaran serta cara mengembangkan
iklim belajar yang kondusif untuk mengembangkan kecerdasan emosi dan
perkembangan keterampilan sosial.

 

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*