Terapi SEFT Untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian

Terapi SEFT Untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian

Ujian merupakan parameter keberhasilan yang dapat diukur untuk proses pembelajaran pada peserta didik. Jenis ujian yang diberikan dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu ujian lisan, ujian tulis, dan ujian  praktik.Setiap ujian memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda

Kecemasan Menghadapi Ujian

Setiap orang tentunya memiliki rasa cemas.Kecemasan merupakan suatu respon yang ditunjukan individu ketika menghadapi masalah termasuk siswa di lingkungan sekolah.Rasa cemas dapat memicu siswa untuk melakukan tindakan yang kreatif.

Pada tingkat kecemasan yang sedang, persepsi individu lebih memfokuskan hal yang penting saat itu saja dan mengesampingkan hal yang lainnya.

Pada tingkat kecemasan berat/tinggi, persepsi individu menjadi turun, hanya memikirkan hal yang kecil saja dan mengabaikan yang lainnya, sehingga individu tidak dapat berpikir dengan tenang (Tresna, 2011).

Fenomena sangat cemas dalam menghadapi ujian pada siswa, sudah tentunya dapat menghambat tujuan belajar yang ingin dicapai oleh siswa. Kecemasan menghadapi ujian dipicu oleh kondisi pikiran, perasaan dan perilaku motorik yang tidak terkendali. Manifestasi kognitif yang tidak terkendali menyebabkan pikiran menjadi tegang, manifestasi afektif yang tidak terkendali mengakibatkan timbulnya perasaan akan terjadinya hal buruk, dan perilaku motorik yang tidak terkendali menyebabkan siswa menjadi gugup dan gemetar saat menghadapi ujian, khususnya ujian akhir semester (Tresna, 2011)

Kecemasan adalah suatu sinyal yang menyadarkan serta memperingatkan adanya suatu bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil suatu tindakan untuk mengatasi ancaman (kaplanet.al., 2010).

Kecemasan merupakan keadaan perasaan yang ditandai efek negatif yang kuat dan gejala gejala yang muncul dimana seseorang mengantisipasi adanya bahaya atau kemalangan yang muncul di kemudian hari ditanggapi dengan penuh khawatir (Durandet.al., 2006).

Kecemasan merupakan sebuah problem psikologis yang ditunjukkan dengan sikap khawatir terhadap suatu hal yang dipersepsikan kurang baik oleh individu. Kecemasan adalah semacam kegelisahan, kekhawatiran dan ketakutan terhadap sesuatu yang tidak jelas (Armasari et.al.,2012).

Kecemasan adalah gangguan alam perasaan yang ditandai perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas (Reality Testing Ability), kepribadian masih utuh (tidak mengalami keretakan kepribadian), 9 prilaku dapat terganggu tetapi dalam batas batas normal (Hawari, 2011).

Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

SEFT pertama dikembangkan dari EFT (Emotional freedom Technique) yaitu versi akupuntur tanpa jarum berdasarkan suatu temuan bahwa adanya hubungan antara aliran enegy dalam tubuh dan emosi dengan masalah kesehatan mulai dari permasalahan emosi, kesehatan dan performance (Zainuddin,2009).

EFT menggunakan unsure Cognitive Therapy dan Terapi Exposure, dan menggabungkan mereka dengan akupressur, dalam bentuk ujung jari menekan pada 12 titik akupunktur.

Lebih dari 20 uji klinis yang diterbitkan dalam jurnal medis dan psikologi pre-review telah menunjukkan bahwa EFT efektif untuk fobia, kecemasan, depresi, gangguan stres pasca trauma, nyeri, dan masalah lainnya (Gary, 2012).

Cara Melakukan SEFT

Cara melakukan SEFT terdiri dari 3 langkah, yaitu:

  • The set-up

Pada langkah pertama ini bertujuan untuk memastikan agar energi tubuh terarah dengan tepat. Langkah ini dilakukan dengan menetralisir pikiran negatif spontan atau keyakinan bawah sadar negatif dengan cara mengucapkan doa dengan penuh perasaan yang dipanjatkan kepada Allah SWT bahwa apapun permasalahan yang di alami saat ini.

  • The tune-in

Cara melakukan tune-in dengan cara merasakan rasa sakit yang di alami, lalu mengarahkan pikiran ke tempat rasa sakit mengucapkan doa dengan ikhlas dan pasrah kepada Allah SWT.

  • The tapping

Tapping adalah mengetuk ringan dengan 2 ujung jari pada titik-titik tertentu di bagian tubuh dan tetap terus melakukan tune-in. Titik-titik ini merupakan kunci dari The Major Energy Meridians yang akan menetralisirgangguan emosi atau rasa sakit.

Manfaat SEFT

Menurut Ahmad Faiz Zainudin (2009) SEFT mempunyai banyak manfaat dalam berbagai bidang, yaitu:

  • Individu, SEFT dapat mengatasi dan membebaskan berbagai masalah pribadi dan dapat mengembangkan potensi diri dengan optimal sehingga menuju ke arah yang lebih baik untuk menjadi manusia paripurna.
  • Keluarga, Dalam bidang ini, SEFT dapat menjadi alat bantu untuk menciptakan hubungan yang kokoh serta harmonis dan menetralisir emosi yang sering timbul dalam keluarga.
  • Sekolah, Penerapan SEFT dilingkungan sekolah dapat digunakan oleh guru, pelajar dan mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pendidikan misalnya, sukar konsentrasi, cemas, malas belajar dengan demikian kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah atau kampus akan lebih efektif dan efisien.

Tulisan ini hanya untuk kepentingan bacaan saja jika ingin melakukan Terapi SEFT harus dilakukan oleh orang yang professional.  terimakasih.

Baca Juga : Ciri Ciri dan Fungsi Manfaat Sumber Belajar

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *