Ide Perubahan Pembelajaran untuk Mendorong Perubahan Kelas

ide perubahan pembelajaran
ide perubahan pembelajaran
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Dalam banyak kesempatan, ide-ide perubahan pembelajaran telah dikenalkan. Akan tetapi, ide tersebut seakan-akan hanya menjadi milik guru dan tidak diterapkan di dalam kelas. Uang, tenaga, dan waktu yang tak ternilai harganya hanya disia-siakan saja. Pembelajaran tetap tidak tersentuh perubahan, dan berjalan seperti biasanya (business as usual).

Untuk mendorong terjadinya perubahan, kehadiran seorang pemimpin sangat diperlukan. Pemimpin yang baik mampu menumbuhkembangkan keberanian orang yang dipimpin untuk mencobakan ide tanpa takut salah. Pemimpin yang baik juga mampu menciptakan suasana kolegialitas dan persaudaraan yang baik di sekolah.

Di negeri seberang, ada seorang Kepala Sekolah memberikan ide perubahan pembelajaran yang mengembangkan program “Make New Mistakes”. Dengan kesadaran bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dia mendorong guru-gurunya melakukan sesuatu yang baru dan melakukan kesalahan. Dia mengungkapkan kata-kata berikut: “Saya tidak ingin melihat pelajaran yang sempurna. Saya hanya ingin melihat Anda melakukan sesuatu yang baru dan mengalami kesalahan. Tidak perlu takut dengan kesalahan itu. Yang peling penting adalah apa yang bisa kita petik dari melakukan sesuatu yang baru tersebut”. Akibatnya, sungguh luar biasa. Guru-guru di sekolah itu, termotivasi melakukan hal-hal baru sehingga inovasi pembelajaran seakan berlangsung tiada henti. Sekolah yang dahulunya berstatus “under achiever” berubah menjadi sekolah yang maju.

Di negeri sendiri, seorang Kepala Sekolah mengembangkan berbagai program antara lain: Who Am I, Kolaborasi Atas Bawah, Fleksidi, dll. Tujuannya hanya satu, yaitu tumbuhnya kesejawatan yang mendorong terjadinya perubahan dalam pembelajaran di sekolah. Hasilnya juga sungguh menakjubkan. Proses belajar mengajar berubah dari biasanya. Pembelajaran menjadi bermutu. Sekolah yang semula “tidak terdengar” berubah menjadi sekolah rujukan.

Karena itu, pada sesi ini, para kepala sekolah, pengawas, dan para pemimpin lainnya di sekolah, perlu memiliki kiat-kiat kepemimpinan yang mampu mendorong terjadinya perubahan proses belajar mengajar di kelas. Untuk itu, di dalam sesi ini, para peserta diharapkan menggali berbagai ide yang mampu mendorong terjadinya perubahan dalam proses belajar mengajar di kelas.

Baca Juga Daftar Singkatan dan Istilah dalam Pendidikan

Untuk memahami makna mendasar pernyataan-pernyataan setiap SK dan KD, untuk memahami hubungan antara SK dan KD, memahami bangun kompetensi yang akan dicapai dalam satu semester, menghasilkan tema sebagai payung bahasan unit-unit kompetensi,dan untuk menyusun draft silabus dan RPP yang sistematis, guru perlu melakukan telaah kurikulum melalui langkah Pemetaan Kompetensi dan Mengembangkan Ide-Ide Kegiatan pembelajaran.
Pemetaan Kompetensi diawali dengan mengelompokkan KD-KD yang mempunyai “kesamaan” aspek tertentu. Kesamaan ini selanjutnya dikemas menjadi tema/konteks/teks, dimana tema/konteks/teks ini dijadikan wadah bagi pengembangan pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual. Pemetaan kompetensi yang baik akan membantu guru dalam manajemen waktu karena KD-KD yang mempunyai kesamaan aspek dapat diintegrasikan sehingga menghindari pengulangan materi dan memudahkan pemahaman peserta didik.
Untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna guru perlu merencanakan ide-ide kegiatan pembelajaran untuk mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran. Ide-ide kegiatan pembelajaran akan memudahkan penyusunan silabus dan rencana pembelajaran, karena tentunya guru akan menyusun ide-ide kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik, ketersediaan sarana dan prasarana, dan kemampuan guru. Kegiatan merancang ide kegiatan pembelajaran akan memudahkan guru merancang Lembar Kerja Siswa.

Baca Juga Tujuan Belajar dan Ciri Ciri Belajar

DBE 3 mengembangkan tujuh buah modul serta bagaimana semua itu telah dikembangkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia digambarkan secara detil berikut ini. Tiga modul pertama adalah modul dasar. Ketiganya memperkenalkan beberapa prinsip dan konsep utama tentang mutu pendidikan dalam konteks bangsa Indonesia. Modul tersebut dapat digunakan oleh guru semua mata pelajaran.

  1. Pengajaran Profesial dan Pembelajaran Bermakna

Modul ini adalah modul pengantar untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Modul ini menyajikan prinsip dan konsep dasar tentang pengajaran dan pembelajaran yang efektif melalui paparan “siapa” (guru dan siswa), “apa” (isi dan perencanaan) “mengapa” (tujuan), “bagaimana” (metode) dan “sejauh mana” (penilaian) pendidikan. Prinsip-prinsip dan konsep ini diperkuat dan dijadikan dasar bagi modul program berikutnya.

  1. Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas

Konsep pendidikan sebagai persiapan hidup, belajar dan bekerja pada masa yang akan datang diperkenalkan dalam  modul Pengajaran profesional dan pembelajaran bermakna. Modul ini menelaah pendidikan kecakapan hidup yang lebih terperinci untuk membantu guru dalam memahami “apa” (definisi) “mengapa” (pentingnya) dan “bagaimana” (proses) Pendidikan Kecakapan Hidup.

  1. TIK untuk Pendidikan Kecakapan Hidup

TIK sebagai Kecakapan hidup pokok dan sebagai perangkat pembelajaran ide perubahan pembelajaran diperkenalkan di dalam Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran yang Bermakna dan mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam proses Pembelajaran di Kelas. Modul ini akan memadukan beberapa modul ini dan membantu guru dalam memahami “apa” (definisi) “mengapa” (pentingnya) dan yang paling penting “bagaimana” (proses) TIK untuk Pendidikan.

Empat modul (modul 4-8) berikutnya menggunakan konsep, kecakapan, dan pengetahuan yang dikembangkan pada ketiga modul sebelumnya dan menelaah lebih mendalam bagaimana konsep, kecakapan, dan pengetahuan itu dapat diterapkan pada mata pelajaran tertentu, Oleh karena itu, modul-modul ini harus digunakan oleh guru-guru mata pelajaran.

  1. PKN/Bahasa Inggris/ Matematika untuk kehidupan, Pembelajaran dan Pekerjaan

Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna mengidentifikasi ide perubahan pembelajaran beberapa orang kunci yang terlibat dalam pengajaran dan pembelajaran yang efektif. Modul ini mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas, tujuan pendidikan adalah menyiapkan anak untuk mengarungi kehidupan, belajar, dan bekerja. Modul ini memperluas konsep-konsep ini dan menganalisis bagaimana kecakapan yang dipelajari di kelas relevan

untuk kehidupan sesudah sekolah, dan masyarakat dapat digunakan sebagai konteks serta sumber bagi pendidikan anak muda.

  1. Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Pendidikan

Standar Isi dan komponen-komponen kurikulum diperkenalkan dalam modul Pengajaran profesional dan Pembelajaran Bermakna. Modul ini membahas lebih mendalam standar kompetensi untuk masing-masing mata pelajaran. Modul ini menguraikan apa yang dimaksud dengan standar kompetensi dan bagaimana guru-guru menggunakannya untuk mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memadukan

Kecakapan Hidup dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

  1. Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup

Metode Pengajaran dan Pembelajaran Efektif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. Modul ini dikembangkan atas konsep tersebut dan membahas metode pengajaran dan pembelajaran yang cocok untuk setiap mata pelajaran. Modul ini memperkenalkan berbagai macam pendekatan pengajaran dan memberikan guru kesempatan untuk mengujicobakan beberapa teknik melalui pengajaran mikro.

  1. Menilai Kecakapan Hidup

Prinsip dan metode penilaian formatif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. Modul ini akan lebih lanjut mengembangkan kemampuan guru untuk menilai hasil belajar siswa dan menggunakan hasilnya untuk merencanakan pembelajaran berikutnya dengan memusatkan pada berbagai jenis penilaian formatif berbasis kelas dan rancangan ide perubahan pembelajaran dan pengembangan penilaian seperti rubrik unjuk kerja.

Sebagai hasil setelah mengikuti Program Pelatihan Kecakapan Hidup, ide perubahan pembelajaran guru akan lebih mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, artinya mereka lebih dapat menjamin siswa mencapai standar kelulusan. Lebih lanjut, guru yang sukses mengikuti dan menyelesaikan Program Pelatihan Kecakapan Hidup akan lebih siap menghadapi dan lulus dalam penilaian sertifikasi profesi guru

 

Simpulan

  1. Mengidentifikasi ucapan, tingkah laku, atau program yang mendorong perubahan proses pembelajaran di kelas
  2. Menyusun program yang bisa mendorong terjadinya perubahan pembelajaran di kelas.
  3. Tradisi apa yang harus diadakan di sekolah/madrasah agar Kepala Sekolah/Kepala Madrasah, Fasilitator, Pengawas, Pimpinan Dinas Pendidikan/Departemen Agama mampu menampilkan ucapan/tindakan yang mendorong perubahan.
  4. Ucapan dan tingkah laku yang bagaimana yang harus ditampilkan Kepala Sekolah/ Kepala Madrasah (Fasilitator, Pengawas, Pimpinan Dinas Pendidikan/Departemen Agama) kepada para guru agar guru mau melakukan perubahan secara konsisten

Baca Juga Karakteristik Pembelajaran : Wiki Pendidikan

 

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*