Ide Lomba Menyambut Hari Kemerdekaan RI Lomba 17an

Ide Lomba Menyambut Hari Kemerdekaan RI lomba 17an

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus selalu diwarnai oleh berbagai lomba yang seru dan menyenangkan ditambah mengundang keceriaan anak-anak dengan adanya lomba 17an.

Masyarakat pun begitu antusias ingin memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang berhasil diperjuangkan dengan cara yang mengasyikan. Beragam permainan yang kerap diperlombakan pada perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia mengandung filosofi yang cukup dalam.
Mendidik Melalui Aneka Lomba 17an untuk Anak
Perlombaan 17 Agustus adalah agenda rutin yang diadakan hampir seluruh warga Indonesia. Hal ini untuk mengingatkan sejarah kemerdekaan, menghargai jasa pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan, serta membangkitkan kembali semangat nasionalisme.
Sekarang ini, berbagai panitia lomba kemerdekaan berusaha mengemas acara perlombaan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI dengan cara yang meriah, efisien, mendidik sekaligus membangun rasa nasionalisme dalam diri, terutama pada anak-anak sebagai generasi masa depan.

Berbagai Macam Lomba 17an untuk Anak yang Mendidik

Lomba yang diikuti oleh anak pastinya bermacam-macam, namun ada baiknya apabila Anda mengikut sertakan mereka ke dalam lomba-lomba yang juga mengandung konsep belajar di dalamnya. Lalu, apa saja lomba 17an untuk anak yang mendidik? Berikut adalah contohnya:

1. Lomba Cerdas Cermat Bertema Sejarah Kemerdekaan

Cerdas cermat memang jenis perlombaan yang sering menjadi uji kecerdasan dan ketangkasan anak-anak di sekolah. Lomba ini memang diadakan tidak hanya pada saat perayaan hari kemerdekaan.

Jenis lomba yang satu ini memang cocok menjadi lomba 17an untuk anak karena bersifat mendidik dan juga melatih untuk sering memperkaya wawasan. Lomba yang diadakan dengan tema sejarah kemerdekaan tentu tidak hanya mendidik, tetapi juga membuat anak mengerti sejarah kemerdekaan dan meningkatkan semangat nasionalisme.

2. Lomba Menghafal Teks Proklamasi dan Pancasila

Lomba menghafal teks proklamasi dan pancasila ini bisa dijadikan salah satu lomba 17an untuk anak yang tidak hanya mendidik tetapi membuat anak memahami dan menghayati arti proklamasi dan pancasila.

Anak-anak akan tertantang untuk berusaha dengan cepat menghafal teks proklamasi dan pancasila dengan adanya lomba ini. Jadi, selain bisa menumbuhkan rasa patriotisme dan cinta tanah air, secara tidak langsung lomba ini juga dapat meningkatkan daya ingat anak-anak.

3. Lomba Memerankan Drama Memperebutkan Kemerdekaan

Mengadakan lomba yang satu ini tentu sangat menarik. Bagaimana tidak? Anak-anak akan memerankan drama tentang memperebutkan kemerdekaan tentunya ini akan membuat anak menghayati peran pahlawan yang ia lakoni.

Maka, lomba ini tidak saja membuat anak lebih berani tampil di hadapan publik, tapi juga membuat perasaannya lebih menghargai dan menghormati jasa pahlawan serta adanya semangat nasionalisme.

4. Lomba Menyanyi Lagu Nasional dan Daerah

Lagu nasional dan daerah saat ini di beberapa tempat mulai jarang terdengar dilantunkan oleh anak-anak. Anak-anak seringkali lebih menyukai menyanyikan lagu yang bertema umum, dewasa maupun yang berasal dari luar negeri.

Dengan diadakannya lomba menyanyi lagu nasional dan daerah ini, anak akan mulai berusaha menghafal liriknya, memahami artinya, kemudian mengetahui kondisi saat lagu ini dibuat, yang dapat mendidik anak agar lebih mencintai lagu-lagu tanah air.

5. Lomba Membuat Kesenian Bertema Kemerdekaan

Membuat pertunjukkan kesenian ataupun sebuah karya seni bisa menjadi salah satu jenis lomba 17an untuk anak yang mendidik dan melestarikan seni budaya Indonesia. Anak-anak bisa membuat kesenian bertema kemerdekaan dengan berbagai cara.

Misalnya, membuat seni lukis bertema kemerdekaan, karya seni dari bahan daur ulang yang mencerminkan budaya Indonesia, ataupun membuat koreografi berdasarkan lagu-lagu nasional yang dimiliki oleh Indonesia.

Aneka lomba 17an untuk anak di atas tidak hanya memeriahkan perayaan kemerdekaan tetapi juga mendidik anak untuk memahami sejarah kemerdekaan, melestarikan budaya, dan meningkatkan nasionalisme.

Baca Juga : Contoh Proposal Kegiatan Class Meeting

Kostum Karnaval dan Lomba 17an untuk Anak

Saat ini, perayaan hari kemerdekaan dengan karnaval dan aneka kostum yang menarik membuat acara semakin meriah. Anak-anak dan orangtuanya masing-masing kerap kali heboh dan bersemangat menyiapkan kelengkapan untuk menyambut karnaval.

Tujuan dari perayaan hari kemerdekaan ini adalah untuk menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme serta mengenang jasa pahlawan. Lomba 17an untuk anak menjadi salah satu agenda wajib dalam perayaan kemerdekaan.

Contoh Ide Kostum yang Bisa Dipakai Saat Lomba 17an untuk Anak

Bagi orangtua maupun panitia hari kemerdekaan, menentukan ataupun memilih ide untuk kostum karnaval saat lomba 17an untuk anak bisa menjadi hal yang cukup membingungkan. Berikut ini adalah beberapa contoh tema kostum karnaval 17 Agustus yang bisa menjadi inspirasi:

1. Kostum Pakaian Adat

Indonesia sudah terkenal sejak dahulu dengan aneka ragam budayanya, sebab di Indonesia terdapat banyak sekali adat dan budaya yang mengakar di setiap daerah dan suku di Indonesia.

Salah satu dari sekian banyak hasil budaya pada bangsa indonesia ini adalah rumah adat dan pakaian adat. Lomba 17an untuk anak bisa dimeriahkan dengan kostum atau pakaian adat di perayaan karnaval.

Cobalah memilih pakaian adat dari tanah Nusa Tenggara ataupun Sulawesi yang jarang dipakai oleh orang lain. Ini tentu membuat anak semakin mengenal budaya dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

2. Kostum Pahlawan Kemerdekaan

Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi yang diberikan kepada pejuang kemerdekaan Indonesia. Gelar anumerta ini diberikan oleh Pemerintah Indonesia atas tindakan yang dianggap heroik Ð yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi kepentingan bangsa dan negara.

Untuk merayakan lomba 17an untuk anak, karnaval menggunakan kostum pahlawan Indonesia ini tentu akan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan pemahaman pada anak mengenai perjuangan yang dilakukan pahlawan. Selain itu, anak-anak juga akan menerka-nerka siapakah pahlawan yang diperankan teman-temannya dalam kostum tersebut.

3. Kostum Petani

Kostum petani mungkin jarang digunakan saat karnaval perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI. Namun, sesungguhnya kostum ini justru menarik digunakan lomba 17an untuk anak. Mengapa? Kesederhanaan kostum petani mengajarkan pada anak mengenai hidup yang sederhana dan penuh kerja keras. Ini tentu tidak hanya menumbuhkan rasa kepedulian sosial bagi anak, tapi juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan untuk memerdekaan hak masyarakat seperti petani.

4. Kostum Bebas dengan Kreasi Unik

Kostum bebas dengan kreasi unik yang dimaksud di sini adalah kostum yang memiliki desain bebas namun penuh kreativitas. Anak dan orangtua bisa saling berbagi ide mendesain pakaian lomba 17an untuk anak yang menarik.

Misalnya saja, anak yang menyukai keindahan alam bisa memadu padankan kostum dengan berbagai bahan dari alam. Atau memakai kostum dari bahan daur ulang. Ini tentu tidak hanya berfungsi memeriahkan perayaan kemerdekaan tapi juga memacu inovasi dan kreativitas.

5. Kostum Profesi Cita-Cita

Anak memiliki sejuta mimpi. Dengan menggunakan kostum profesi cita-cita di lomba 17an untuk anak, mereka akan merasa semakin percaya diri dan semangat untuk berjuang meraih cita-citanya.

Kostum ini juga berguna untuk menghubungkan rasa semangat meraih cita-cita dengan rasa nasionalisme yang harus dimiliki. Jadi, anak akan berusaha untuk mengejar profesi atau cita-cita yang diinginkan tanpa melupakan bangsa dan tanah airnya.

Jadi, sudahkah Anda dan putra-putri menyiapkan kostum menarik untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan? Lomba 17an untuk anak akan semakin meriah dan ceria dengan kostum menarik dan berkesan

Berbagai persiapan di kompleks perumahan dilakukan menjelang perayaan hari kemerdekaan, mulai dari menghias lingkungan dengan atribut 17an, memasang bendera di depan rumah hingga lomba untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

 

Macam Lomba 17an Paling Populer dengan Ide Klasik

Selain upacara bendera, perayaan 17 Agustus memang identik dengan lomba-lomba sebagai peramai. Biasanya warga berkumpul untuk mengikuti lomba 17an kompleks. Inilah beberapa lomba tradisional 17an yang masih popular hingga sekarang:

1. Panjat Pinang

Panjat pinang merupakan salah satu lomba 17an kompleks yang masih sering dilihat di setiap acara 17 Agustus. Perlombaan ini menjadi sangat popular karena menggambarkan perjuangan pahlawan kita bagaimana mencapai kemerdekaan serta kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi.

Lomba ini juga melatih kekompakan dan kerjasama antara para peserta. Permainannya tidak rumit, namun tingkat kesulitannya sangat tinggi, sebab para peserta secara beregu harus membentuk formasi meningkat ke atas sehingga orang yang paling atas dapat mencapai puncak dari pinang.

Bukan hanya itu, pinang yang telah dilumuri lumpur ataupun oli juga menjadi tantangan tersendiri. Licinnya pinang untuk dipanjat dan hadiahnya yang terbilang menarik membuat peserta lebih bersemangat menjalankan lomba 17an kompleks ini, sebab seluruh hadiah yang bermacam-macam itu, seperti sepeda, pakaian, alat elektronik, sampai dengan kunci mobil digantung di puncak pinang tersebut.

2. Balap Karung

Selain panjat pinang, balap karung juga selalu ada di setiap perayaan 17an. Lomba 17an kompleks ini menjadi favorit mulai dari anak kecil hingga orang dewasa karena tingkat kesulitan dan keseruan yang masih dapat dilakukan.

Pada lomba ini, peserta diminta untuk masuk ke dalam karung goni dan harus melompat-lompat untuk mencapai garis akhir. Permainan ini digemari karena mudah dan murah, hanya memerlukan karung sebagai media permainan.

Kesulitan lomba ini terletak pada koordinasi tangan yang memegang karung dengan lompatan kaki. Bila tidak bersamaan maka peserta akan tersandung, jatuh, dan terlewati oleh peserta lainnya.

3. Makan Kerupuk

Lomba yang tidak pernah ketinggalan di setiap perayaan 17an adalah makan kerupuk. Perlombaan ini cukup mudah karena peserta harus berdiri sejajar dan di hadapannya terdapat kerupuk yang digantung.

Tugas para peserta adalah menghabiskan kerupuk tersebut secepat mungkin tanpa menggunakan tangan. Bila melanggar, peserta akan terkena diskualifikasi serta dilarang mengikuti lomba mewakili kategori umur manapun.

Biasanya permainan ini dipersulit dengan menutup kedua mata. Kesulitan yang ditimbulkan ketika kita akan hendak mengigit kerupuk biasanya pasti gigi atau muka kita akan menghantam kerupuk, sehingga kerupuk otomatis akan bergoyang yang membuat kita semakin susah untuk memakan kerupuknya.

4. Tarik Tambang

Permainan tarik tambang bukan hanya dimainkan di Indonesia, namun permainan ini sangat digemari oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, tarik tambang juga menjadi salah satu lomba 17an kompleks yang wajib ada.

Permainan ini membagi dua tim regu yang masing-masing memegang ujung tali tambang dan berusaha saling menarik sekuat-kuatnya. Permainan ini dapat dimainkan oleh pria maupun wanita serta dibutuhkan kekuatan, koordinasi, dan kekompakan masing-masing tim.

Selanjutnya, pemenang ditentukan dari salah satu regu yang melewati garis batas yang sudah ditentukan. Tim yang sudah jatuh seluruhnya atau tidak sanggup menarik lagi maka akan dianggap kalah.

5. Gebuk Bantal

Permainan yang sangat menguji adrenalin ini sangat digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa tak terkecuali ibu-ibu. Dimainkan oleh dua orang, kedua peserta ini akan duduk di atas sebuah batang kelapa yang biasanya dipasang melintang di atas sungai, sawah, ataupun kolam renang.

Cara bermainnya adalah kedua pemain duduk di atas batang tersebut sambil memegang sebuah bantal atau karung yang biasanya diisi dengan kapuk yang digunakan sebagai senjata untuk menjatuhkan lawannya dengan memukul badannya. Biasanya batang kelapa akan diolesi minyak yang membuat batang kelapa sangat licin sehingga peserta bisa mudah terjatuh dengan sendirinya.

Apabila kedua peserta juga bisa jatuh bersamaan ke dalam air, pemenang akan ditentukan dari peserta yang terakhir terjun ke air. Jika peserta sanggup bertahan di atas batang kelapa, maka dialah yang akan menjadi pemenang.

6. Lomba Lari Bakiak

Lomba bakiak merupakan permainan di mana beberapa orang dalam satu tim (biasanya tiga orang) menggunakan sandal yang diikat pada sepasang kayu yang sama. Tim tersebut berlomba dengan tim-tim lain untuk mencapai garis akhir.

Dalam permainan ini, kesulitan utamanya adalah menyelaraskan gerakan kaki para pemain. Permainan ini melatih kerjasama antar anggota tim agar dapat sukses berjalan hingga ke garis finish yang telah ditentukan.

7. Lari Egrang

Egrang atau jangkungan sendiri sudah banyak dikenal di berbagi tempat dengan versinya masing-masing. Untuk egrang yang paling umum digunakan untuk lomba 17an kompleks adalah egrang jenis pegangan yang terbuat dari bambu dan memiliki pijakan untuk kaki dengan pegangan yang menjulang tinggi ke atas.

Egrang jenis ini umumnya memiliki jarak antara kaki dengan tanah tidak terlalu tinggi sehingga memiliki kemampuan bergerak yang lebih cepat. Perlombaan dilakukan dengan adu kecepatan di antara peserta untuk mencapai garis akhir.

Berlari sekencang-kencangnya menggunakan egrang tampaknya mudah, namun untuk mengatur keseimbangannya adalah sebuah tantangan. Apalagi bila peserta lomba terjatuh dan menapakkan kakinya di tanah, maka dirinya akan dinyatakan terdiskualifikasi.

Kebanyakan lomba 17an populer adalah lomba tradisional yang tak lekang zaman. Beberapa lomba yang ada di daftar ini pasti pernah Anda lakukan semasa kecil dan kembali dilakukan oleh anak atau bahkan cucu Anda dalam rangka memperingati 17 Agustus dari masa ke masa. Nah, mendekati 17 Agustus nanti, Anda akan kembali bernostalgia bermain perlombaan ini.

Baca Juga :  Contoh Proposal Lomba Kreatifitas Untuk Kegiatan PAUD dan TK

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *