Hymne Guru Indonesia 25 November Hari Guru Nasional

Hymne Guru Indonesia 25 November Hari Guru Nasional
Hymne Guru Indonesia 25 November Hari Guru Nasional
Share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Hymne Guru selalu dikumandangkan sebagai gambaran bagaimana peran penting guru dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Lagu yang melekat pada setiap anak Indonesia sedari kecil itu diciptakan oleh Sartono, guru musik SMP swasta di Madiun yang telah meninggal 1 November lalu. Lirik terakhir dari Hymne Guru, yakni ‘tanpa tanda jasa’, bahkan menjadi julukan bagi guru yang mengajar tanpa pamrih.

“Sartono meninggal dunia pada 1 November 2015, sekitar pukul 12.50 WIB. Sartono mengembuskan napas terakhir saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jawa Timur, karena mengalami komplikasi di antaranya gejala stroke, sakit jantung, kencing manis, dan penyumbatan darah di otak” (Sumber wikipedia)

Tapi tahukan kamu bahwa ternyata lirik akhir lagu Hymne Guru itu sudah berubah?

Lirik yang menerangkan jika guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa sudah tidak ada lagi pada lagu Hymne Guru sekarang. Lalu apa perbedaan lirilk lagu Hymne Guru sebelum dan sesudah diubah? Berikut perbedaannya.

Lagu Hymne Guru sebelum diubah:

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Lagu Hymne Guru setelah perubahan:

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendikia

 

JASAMU GURU

kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa
kita jadi tahu beraneka bidang ilmu dari siapa
kita jadi pintar dibimbing pak guru
kita bisa pandai dibimbing bu guru
gurulah pelita penerang dalam gulita
jasamu tiada tara

kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa
kita jadi tahu beraneka bidang ilmu dari siapa
kita jadi pintar dibimbing pak guru
kita bisa pandai dibimbing bu guru
gurulah pelita penerang dalam gulita
jasamu tiada tara

gurulah pelita penerang dalam gulita
jasamu tiada tara

 

DO’A DAN RESTUMU

Do’a dan restumu
Kini ku nantikan
Siang malam rindu kunanti

Do’a dan cintamu
Harapan abadi
Pelita biduk  ketepian

<>Terkatung gelisah
Gelombang berderai
Belai kasihmu takkunjung ku rasakan

Do’a dan restumu
Kini ku nantikan
Siang malam rindu kunanti

Intro …

Kembali ke bait 2 … ke <> … dst …

Siang malam rindu kunanti

Baca Juga : Puisi Singkat Tentang Guru (Puisi Guru)

Postingan Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*