Cara Mahir Menyusun Rencana Kerja Sekolah

Tahapan Penyusunan Renstra Sekolah

LATAR BELAKANG

Rencana Kerja Sekolah (RKS) merupakan sebuah proses perencanaan atas semua hal dengan baik dan teliti untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan tujuan agar sekolah dapat menyesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, potensi sekolah dan kebutuhan peserta didik. RKS (Rencana Kerja Sekolah) disusun sebagai pedoman kerja dalam pengembangan sekolah, dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah, dan sebagai bahan acuan untuk mengidentifikasi serta mengajukan sumber daya yang diperlukan.

Rencana pengembangan sekolah ini dimaksudkan agar dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan oleh kepala sekolah dalam mengambil kebijakan, disamping itu sebagai pedoman dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan progam belajar mengajar dan administrasi sekolah yang lain, agar pengelola sekolah tidak menyimpang dari prinsip–prinsip manajemen.

Keberhasilan perencanaan ini menuntut peran serta aktif dari seluruh warga sekolah dan dukungan dari warga masyarakat. Seluruh komponen sekolah harus mempunyai persepsi yang sama terhadap visi dan misi sehingga seluruh progam yang dijalankan oleh sekolah tidak menyimpang dari visi dan misi tersebut.

Dokumen Rencana Kerja Sekolah merupakan sebuah Rencana Strategis Satuan Pendidikan yang disusun sebagai acuan pengembangan program satuan pendidikan di masa yang akan datang. Dokumen RKS ini dihasilkan melalui suatu proses yang sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau atas dasar prediksi terhadap kemungkinan trend perkembangan ipteks sebagai dampak globalisasi yang tidak tdapat dihindari melalui pendekatan SWOT.

Penyusunan RKS mengacu pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005 – 2009.

Sebagai dokumen rencana sekolah yang dijamin secara yuridis dan filosofis, keberadaan RKS menjadi sebuah dokumen utama sekolah yang mengakomodir semua kepentingan sistem sekolah dan menjadi acuan utama bagi pelaksanaan program sekolah secara transparan dan akuntable, sebagai ciri utama dari penerapan Manajemen Berbasis Sekolah oleh Satuan Pendidikan. Disamping itu, RKS yang disusun dengan menggunakan prinsip SMART juga menjadi acuan ketercapaian penyelenggaraan program sekolah.

Modul Bimbingan Teknis MBS komponen Penyusunan RKS ini disusun, dalam rangka penyegaran dan penggiatan kembali penerapan MBS di satuan pendidikan SD. Dengan modul ini, diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dan tim pengembang/fasilatator MBS di seluruh Indonesia memiliki persamaan persepsi dan langkah gerak dalam melaksanakan pembinaan teknis sehingga sekolah dapat melaksanakan MBS dengan baik sesuai yang direncanakan.

TUJUAN

  1. Tujuan Umum

Modul Bimbingan teknis (Bimtek) MBS, komponen Penyusunan RKS diselenggarakan untuk memandu pelaksanaan MBS di sekolah dasar melalui peningkatan mutu manajemen dan kinerja sekolah dalam berbagai aspek khususnya aspek penyusunan Rencana Kerja Sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

  1. Tujuan Khusus
  • Membangun struktur manajemen terpadu untuk memperkuat dan memperluas pelaksanaan MBS dalam rangka pencapaian Renstra Kemendikbud 2010 s.d. 2014 yaitu 90% SD sudah melaksanakan MBS dengan baik,
  • Memanfaatkan kerangka kerja untuk membina dan mengembangkan MBS secara menyeluruh dan berkelanjutan di sekolah dasar,
  • Meningkatkan pelaksanaan MBS di tingkat sekolah dengan baik dan benar pada komponen Penyusunan Rencana Kerja Sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.

 

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup Modul bimbingan teknis (Bimtek) MBS komponen Penyusunan Rencana Kerja Sekolah meliputi:

  1. Konsep Penyusunan Rencana Sekolah
  2. Prosedur Penyusunan Rencana Strategis Sekolah
  3. Perumusan visi sekolah
  4. Perumusan misi sekolah
  5. Perumusan tujuan sekolah
  6. Analisis tantangan
  7. Penentuan sasaran sekolah
  8. Identifikasi fungsi-fungsi sekolah
  9. Analisis SWOT
  10. Identifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan
  11. Penyusunan RKS.

 

Konsep Rencana Kerja Sekolah

Rencana kerja sekolah merupakan rencana yang menyeluruh untuk mengoptimalkan penggunaan sumberdaya sekolah, baik sumber daya manusia maupun sumber daya non manusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan di masa yang akan datang. Rencana kerja sekolah sepatutnya berorientasi ke masa depan; dan secara jelas mampu menjembatai kesenjangan (gap) antara kondisi yang ada saat ini dan keinginan, harapan atau impian yang ingin dicapai di masa yang akan datang.

Rencana kerja sekolah sebenarnya merupakan bentuk lain dari, atau dikembangkan dari rencana strategis. Istilah-istilah yang sebelumnya dipakai adalah rencana strategis sekolah (Renstra sekolah), rencana pengembangan sekolah (RPS), dan rencana pengembangan program sekolah. Ketika rencana strategis diterapkan di sekolah, maka kutipan berikut sesungguhnya sangatlah relevan untuk menggambarkan makna rencana kerja sekolah.

Dalam rencana kerja sekolah, sepatutnya memperhatikan peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal, memperhatikan kekuatan dan kelemahan internal, serta kemudian mencari dan menemukan strategi dan program-program untuk memanfaatkan peluang dan kekuatan yang dimiliki, mengatasi tantangan dan kelemahan yang ada, guna mencapai visi yang diinginkan.

Dengan demikian, dalam Rencana Kerja Sekolah harus menggambarkan secara jelas tentang:

  1. Visi sekolah yang menunjukkan gambaran sekolah di masa mendatang (jangka panjang) yang diinginkan.
  2. Misi sekolah yang merupakan tindakan/upaya untuk mewujudkan visi sekolah yang telah ditetapkan sebelumnya.
  3. Tujuan pengembangan sekolah merupakan apa yang ingin dicapai dalam upaya pengembangan sekolah pada kurun waktu menengah, misalnya untuk 3-6 tahun.
  4. Tantangan, yaitu kesenjangan (gap) dari tujuan yang diinginkan dan kondisi sekolah saat ini. Tantangan itulah yang harus diatasi oleh sekolah.
  5. Sasaran pengembangan sekolah, yaitu apa yang diinginkan sekolah untuk jangka pendek, misalnya untuk satu tahun.
  6. Identifikasi fungsi-fungsi yang berperan penting dalam pencapai sasaran.
  7. Analisis SWOT terhadap fungsi-fungsi tersebut, sehingga ditemukan kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (oportunity) dan ancaman (threat) dan setiap fungsi yang telah diidentifikasi sebelumnya.
  8. Identifikasi alternatif langkah untuk mengatasi kelemahan dan acaman dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki sekolah.
  9. Rencana dan program sekolah yang dikembangkan dari alternatif yang terpilih guna mencapai sasaran yang ditetapkan.

Berdasarkan pada rencana dan program sekolah tersebut, kepala sekolah bisa menyusun Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS), dan Penyusunan jadwal pelaksanaan.

Prosedur Penyusunan Rencana Strategis Sekolah

 

  1. Perumusan Visi Sekolah

Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa mendatang.

 

  1. Perumusan Misi Sekolah

Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas, kewajiban, dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan ―tindakan‖ dan bukan kalimat yang menunjukkan ―keadaan‖ sebagaimana pada rumusan visi.

  1. Perumusan Tujuan Sekolah

Tujuan dikaitkan dengan jangka waktu menengah. Dengan demikian tujuan pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi sekolah yang telah dicanangkan. Tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 3-6 tahun. Dengan perkataan lain, penjelasan tentang tujuan adalah sebagai berikut:

  • menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan);
  • mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;
  • mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan Pemerintah;
  • mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;
  • disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan.
  1. Analisis Tantangan

Tantangan merupakan gap (kesenjangan) antara tujuan yang ingin dicapai sekolah dengan kondisi sekolah saat ini. Tantangan itulah yang harus ―diatasi‖ selama kurun waktu tertentu.

  • Tantangan nyata: gap antara antara tujuan yang ingin dicapai dengan kondisi sekolah saat ini.
  • Selisih antara tujuan yang diinginkan dengan kenyataan saat ini.
  • Dibuat rincian pada beberapa tahun (mis: 2013, 2014, 2015, dst).
  1. Penentuan Sasaran Sekolah

Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut, selanjutnya dirumuskan sasaran atau target mutu yang akan dicapai oleh sekolah. Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. Sasaran dapat disebut juga tujuan jangka pendek atau tujuan situasional sekolah. Sebutan tujuan situasional mengingatkan bahwa tujuan sekolah dirumuskan dengan bertolak dari hasil pengamatan atas situasi sekolah.

  1. Mengidentifikasi Fungsi-Fungsi

Selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya, maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi, maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat).

  1. Analisis SWOT

Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut, baik faktor internal maupun eksternal.

Banyak sekali model-model analisis SWOT, mulai dari yang sederhana maupun yang kompleks.

  1. Identifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk tiap sasaran, maka selanjutnya diidentifikasi alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. Untuk memecahkan persoalan, masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut, sekolah selanjutnya menyusun program peningkatan mutu yang sesuai dengan kemampuan sekolah.

 

  1. Penyusunan Rencana Kerja Sekolah

Setelah semua langkah menuju RKS selesai dilakukan dan memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi riil dan kebutuhan yang ingin dikembangkan, maka disusunlah RKS terdiri dari RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang disusun atas dasar skala prioritas.

Download Materi Lengkapnya klick di sini

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *