Meningkatkan Intuisi dan Berfikir Kreatif Matematika Siswa

Meningkatkan Intuisi dan Berfikir Kreatif Matematika Siswa

Kreativitas memang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dan perkembangan jaman. Orang kreatif cenderung bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Kreativitas penting untuk dikembangkan dengan alasan: pertama, dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya dalam berfikir kreatif matematika siswa. Perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia; kedua, berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah; ketiga, menyibukkan diri secara kreatif memberikan kepuasan kepada individu; keempat, kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Kreativitas sangat mungkin untuk dikembangkan, karena kreativitas adalah potensi semua orang, Orang tidak memerlukan bakat dan kemampuan khusus untuk menjadi kreatif. Kreativitas merupakan ciri universal manusia sejak dilahirkan. kreativitas merupakan sifat yang diwarisi oleh orang yang berbakat menjadi salah satu kendala utama terhadap pengembangan kreativitas.

Kreativitas sangat dibutuhkan, terutama berkaitan dengan pembangunan Indonesia yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang memiliki kreativitas tinggi. Kemampuan berpikir kreatif sangat penting dalam menganalisa, mensintesa, dan mengevaluasi segala argumen untuk mampu membuat keputusan yang rasional dan bertanggungjawab.

Mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis maupun kemampuan bekerja sama sudah lama menjadi fokus dan perhatian guru matematika di kelas, karena hal itu berkaitan dengan sifat dan karakteristik keilmuan matematika. Namun fokus perhatian pada upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dalam matematika masih jarang dikembangkan. Padahal kemampuan berpikir kreatif sangat diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif berfikir kreatif matematika siswa.

Usaha mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran matematika masih terdapat berbagai kendala, antara lain: masih kaburnya hakikat dan konsep yang terkait dengan kemampuan berpikir kreatif serta kurangnya contoh-contoh praktis yang siap diaplikasikan.

Kemampuan berpikir kreatif tergolong kemampuan berpikir tingkat tinggi (high-order thinking) dan dapat dipandang sebagai kelanjutan dari kompetensi dasar (basic skills). Kompetensi berpikir kreatif bersifat divergen dan menuntut aktivitas pemecahan masalah matematika dari berbagai perspektif.
Basic skills dalam pembelajaran matematika biasanya dibentuk melalui aktivitas yang bersifat konvergen. Aktivitas ini umumnya cenderung berupa latihan-latihan matematika yang bersifat algoritmik, mekanistik, dan rutin. Dalam kenyataannya pembelajaran matematika di Indonesia masih didominasi oleh aktivitas latihan-latihan untuk pencapaian mathematical basic skills semata. Hal ini berakibat pada rendahnya prestasi dan minat belajar matematika siswa.

Dalam era persaingan bebas ini pembelajaran matematika yang hanya bertumpu pada pencapaian basic skills saja tidaklah memadai lagi. Dengan demikian pembelajaran matematika, kini dan di masa datang tidaklah boleh berhenti hanya pada pencapaian basic skills, tetapi sebaliknya harus dirancang untuk mencapai kompetensi matematis tingkat tinggi (high-order thinking).
Perspektif baru ini merupakan tantangan yang harus dijadikan pegangan dalam pembelajaran matematika, model pembelajaran harus mampu memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik dalam membangun pengetahuan, dan pengalaman mulai dari basic skills sampai high-order thinking.

Baca : Silabus SMA Kurikulum 2013 revisi 2016 Matematika

Perspektif baru ini juga menuntut adanya reorientasi dalam aktivitas pemecahan masalah matematis. Tujuan pemecahan masalah matematis tidak lagi hanya terfokus pada penemuan sebuah jawaban yang benar, tetapi bagaimana mengkonstruksikan segala kemungkinan pemecahan yang masuk akal, beserta segala kemungkinan prosedur dan argumentasinya, bagaimana jawaban atau pemecahan tersebut menjadi rasional. Kemampuan matematis seperti ini sangat relevan, mengingat masalah dunia nyata umumnya tidak sederhana dan konvergen, tetapi sering kompleks dan divergen, bahkan tidak terduga berfikir kreatif matematika siswa.
Bahwa proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi mengajar dan sekaligus melibatkan peran aktif siswa dalam proses pembelajarannya.

Dalam pembelajaran matematika, tidak cukup kalau hanya mengajarkan bagaimana menyelesaikan permasalahan matematika, yang lebih penting adalah bagaimana siswa mampu menghasilkan ide-ide atau gagasan yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan permasalahan matematika dalam berfikir kreatif matematika siswa.
Untuk menghasilkan kemampuan memunculkan ide atau gagasan tersebut perlu dikembangkan kemampuan intuisi, dan kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah matematika. Kemampuan berintuisi sangat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah matematis, ketika proses berpikir dengan menggunakan logika mengalami kemacetan, maka sangat penting untuk mempertimbangkan intuisi matematis.
Begitu juga dalam aspek kehidupan lain, penggunaan intuisi matematis sangatlah penting, intuisi ialah bagian dari diri kita yang berfungsi untuk mengetahui pengetahuan tersebut dengan apa adanya pengetahuan itu sendiri. Dengan intuisi kita dapat menyelami dan merasakan kembali (rekonstruksi) sebuah kejadian atau problematika lainnya.

Baca : Lomba Matematika Nasional Ke-27 UGM

Sekolah lebih mementingkan ranah kognitif yang meliputi: pengetahuan, ingatan, dan kemampuan berpikir logis atau penalaran, sementara perkembangan ranah afektif (sikap), dan ranah psikomotorik (keterampilan) kurang diperhatikan dan dikembangkan, hal ini disebabkan merancang pencapaian tujuan pembelajaran afektif tidak semudah seperti pembelajaran kognitif

Penerapan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMR bagi peneliti merupakan pengalaman yang berharga sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk meningkatkan kemampuan intuisi matematis dan berfikir kreatif matematika siswa, dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada berbagai jenjang sekolah. Maka definisi operasional sebagai berikut:

1. Pendekatan pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik (PMR) adalah pembelajaran matematika yang memiliki karakteristik: menggunakan masalah kontekstual, menggunakan model, menggunakan kontribusi siswa, terjadinya interaksi dalam proses pembelajaran, menggunakan berbagai teori belajar yang relevan, saling terkait, dan terintegrasi dengan topik pembelajaran lainnya.
2. Pembelajaran matematika konvensional adalah pembelajaran matematika yang biasa digunakan kebanyakan guru, seperti guru menjelaskan konsep matematika, memberikan contoh soal, dan siswa mengerjakan soal latihan.
3. Kemampuan intuisi matematis adalah kemampuan siswa memahami/memecahkan atau mengambil keputusan/menginterpretasi suatu informasi atau masalah secara langsung tanpa suatu alasan penalaran formal.
4. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis adalah kemampuan berpikir yang mencakup kelancaran, keluwesan, keaslian, dan keterperincian siswa dalam mengemukakan gagasan terhadap pemecahan masalah.
5. Kemampuan Awal Matematis adalah kemampuan matematika yang telah dimiliki siswa sebelum pembelajaran berlangsung, kemampuan ini diukur dengan memberikan tes kemampuan awal matematis yang berisikan materi matematika yang telah dipelajari
6. Peringkat sekolah ditentukan berdasarkan peringkat akreditasi sekolah dari Badan Akreditasi Sekolah Provinsi.

Baca PLPG Matematika Berikut Kisi Kisi Materi PLPG Terbaru

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *